21 Oktober 2020

Mengenal Penyakit Osteoarthritis dan Cara Penanganannya

DAFTAR ISI [Buka]

Mungkin seumur hidup Anda tidak akan menderita sakit jantung, stroke, diabetes, gagal ginjal, usus buntu, bahkan covid. Namun ada suatu penyakit yang pasti akan di derita selama hidup, yakni penyakit osteoarthritis.

Penyakit Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif, atau penyakit yang terjadi karena proses penurunan fungsi-fungsi organ tubuh.

Hampir setiap orang yang mengalami penuaan akan mengalami penyakit osteoarthritis. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, dan biasanya perempuan lebih besar berisiko terkena jenis penyakit ini.

Mengenal Penyakit Osteoarthritis

Pada prinsipnya, osteoarthritis adalah suatu penyakit pada kondisi kerusakan persendian tubuh manusia. Hampir semua persendian bisa terkena penyakit ini, namun yang paling sering terkena adalah sendi pada lutut, jari-jari dan panggul.

Keluhan utama orang yang menderita penyakit osteoarthritis terasa nyeri pada persendian saat berjalan, menumpu, ditekuk dan lain sebagainya. Problemnya pada penyakit ini adalah sendi yang sudah terlanjur rusak tidak bisa kembali bagus lagi.

Oleh masyarakat awam, Osteoarthritis (OA) dikenal dengan berbagai istilah. Ada yang menyebutnya pengapuran sendi, penuaan sendi, sendi dempet, oli sendi habis dan lain sebagainya. 

Penyakit Osteoarthritis termasuk penyakit degeneratif, atau penyakit yang terjadi karena proses penurunan fungsi-fungsi organ tubuh manusia seiring bertambahnya usia. Jika diibaratkan sebuah mesin yang digunakan secara terus-menerus, maka pada akhirnya akan mengalami penurunan kinerja mesin. Termasuk sendi-sendi pada tubuh manusia.

Penyakit osteoarthritis umumnya diderita oleh pasien usia lanjut, namun tidak menutup kemungkinan usia muda/produktif pun dapat menderitanya. Kondisi dimana proses kerusakan sendi yang harusnya akan terjadi di usia lanjut dapat terjadi di usia muda.

Penyebab Osteoarthritis

Selain faktor alami terkait penuaan, ternyata ada beberapa hal yang bisa mempercepat kondisi kerusakan sendi lutut. Agar kita paham dan apa yang bisa dilakukan agar sendi-sendi tubuh kita bisa lebih awet hingga tua dan apa aja sih hal-hal yang bisa membuat rusaknya lutut jauh lebih cepat dari seharusnya? Berikut ini penyebab yang sering kali terabaikan oleh kita.

1. Patah Tulang di Dekat Sendi Tidak Ditangani dengan Baik

Jika patah tulang dekat sendi tidak dikembalikan pada posisi yang seharusnya (sempurna), maka kondisi osteoarthritis (PTA : Post Traumatic Arthritis) akan terjadi sangat cepat.

Baca juga: 

Jika pada orang normal sendinya baru akan terjadi pengapuran di usia 60-70 tahun, maka orang yang mengalami patah tulang pada sendi yang posisi tulangnya tidak dikembalikan dengan baik bisa mengalami percepatan, bahkan dapat terjadi dalam waktu kurang dari 3-5 tahun sejak terjadinya patah tulang.

2. Kondisi Obesitas (Indeks Massa Tubuh >30)

Obesitas akan meningkatkan angka terjadinya OA 6-18 kali lipat. Semakin berat tubuhnya, maka semakin berat beban yang diterima lutut. Hal tersebut akan menyebabkan semakin cepat kerusakan pada lutut. Menurut penelitian, Obesitas sangat mempercepat kondisi kerusakan sendi-sendi di tubuh kita. Kondisi obesitas juga dapat beresiko jauh lebih tinggi menyebabkan penyakit vaskular/pembuluh darah seperti stroke, serangan jantung, dan sebagainya. 

Bagi Anda yang secara IMT (Indeks Massa Tubuh) nya lebih dari 25 maka dapat dikatakan menderita obesitas, jika indeks massa tubuh lebih dari 37,5 atau lebih maka dapat dikatakan menderita morbid obesity.

Oleh karenanya berusahalah untuk diturunkan berat badan, karena sangat beresiko terkena berbagai penyakit, mulai dari sendi, sampai jantung dan lainnya akan jauh lebih tinggi terutama akan dirasakan pada usia diatas 40 tahun.

3. Pekerjaan yang Melibatkan Angkat Berat 

Mengangkat beban yang berat, jika hanya dilakukan hanya sekali dua kali tidak masalah, tetapi jika pekerjaan angkat berat selalu dikerjakan tiap hari, berjalan jauh, bolak balik maka kerusakan sendi akan terjadi lebih cepat.

Banyak cara untuk meningkatkan fungsi lutut, meskipun sembuh biasanya sulit untuk dapat berjalan normal kembali. Tapi penanganan yang paling penting adalah unloading atau mengurangi beban pada lutut, mulai dari menurunkan berat badan, mengurangi aktivitas yang memberatkan lutut, menggunakan tongkat untuk mengurangi beban, dan lain sebagainya. 

Baca juga:

Pada beberapa kasus yang lebih berat, dengan menggunakan cara-cara biasa ternyata tidak pulih seratus persen. Obat dan semua macam cara sudah tidak bisa lagi untuk mengurangi rasa sakit. Jika kasusnya telah di tahap yang parah, maka pilihan yang paling tepat adalah dengan melakukan operasi TKR (Total Knee Replacement) atau penggantian sendi lutut.

TKR dilakukan pada pasien yang kerusakan sendinya sudah sangat parah, dengan obat sudah tidak bisa mengurangi nyeri lututnya, atau terkadang karena terlalu banyak obat sudah sampai muncul komplikasi akibat efek samping obat (perdarahan lambung, dan penyakit lainnya sebagainya)

Kesimpulan

Meskipun kita semua akan kena penyakit ini, tapi pada orang-orang tertentu akan terkena jauh lebih cepat, terutama orang dengan patah tulang dekat sendi, orang dengan obesitas, dan orang dengan pekerjaan yang sangat berat selama bertahun-tahun maka segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

bm

Seorang blogger amatir yang suka berbagi cerita, informasi dan ilmu pengetahuan melalui tulisan di blog.

16 Comments

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan dan sesuai dengan topik yang dibahas, tidak memasang link hidup serta tidak meninggalkan spam...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...

  1. Kalau sudah parah banget harus melakukan penggantian sendi lutut? Jadi sendinya di ganti pakai apa. Bentuk sendi tiruan dengan bahan kayak kaki palsu itu kah?

    BalasHapus
  2. osteoarthritis termasuk penyakit yang membuat saya resah. penen mencegah tapi sering melanggar. makasih sudah diingatkan...

    BalasHapus
  3. Berarti penyakit ini tidak bisa dicegah ya karena emang degeneratif karena faktor usia? Wah harus rajin OR sama makan sehat biar ga obes nih biar ga cepet kena kerusakan sendi.

    BalasHapus
  4. Selain ketiga penyebab osteoarthritis yang kangsyahri sebutkan di atas, saya juga pernah dengar dan baca plus cerita orang wanita yang waktu hamil kurang konsumsi kalsium juga rentang kena penyakit ini.

    BalasHapus
  5. Karena obesitas nih bener banget beberapa teman mengalami nyeri lutut dan panggul. Kalau ingat sakit jadi ingat ada peer buat diet. Trims remaindernya kak

    BalasHapus
  6. Wah, kalau jatuh harus dipastikan betul kalau ga ada apa-apa dengan tulangnya ya? Kalau diabaikan bisa jadi osteoarthritis kaya gini ya?

    BalasHapus
  7. Beberapa bulan lalu saya naik sepeda kurang lebih 30 km, setelah itu sendi pangkal jempol tangan kiri saya sakit. Ini sudah hampir 6 bulan, apa ini gejala osteoarthritis juga?

    BalasHapus
  8. osteoarthritis saudaranya osteoporosis kali ya. baru denger juga nama penyakitnya, tapi kayaknya kalo melihat sendiri pada beberapa orang mungkin pernah. orang-orang dengan gangguan lutut yang kerap nyeri, dan hanya menyebutnya sebagai rematik.

    BalasHapus
  9. Aku ngalamin banget ini kang, pas naik gunung dengan usia yang sekarang kok pas turun nyeri banget bagian lutut dan mata kaki. Apa ini salah satu gejalanya ya

    BalasHapus
  10. kemariin habis melahirkan anak kedua dan menyusui aku ngalamin tanda-tanda nih sakit sendi lutut. Langsung direkomendasikan untuk konsumsi herbal yang banyak mengandung kalsium salah satunya daun kelor sama geli gamat..alhamdulillah mendingan dan ga prnh ngalamin sakit sendi lutut lagi. Jangan lupa yang paling penting sinar matahari sih untuk berjemur

    BalasHapus
  11. Aku agak cemas yang obes nih. Meskipun memang belum masuk kategori obes, tapi keinginan makan udah makin nggak kebendung, apalagi jarang olahraga juga. Jadi ngeri kalau nanti kena osteoarthtritis

    BalasHapus
  12. Bude saya sudah mengalami pengapuran sendi lutut sejak 2 tahun lalu. Udah terapi ke dokter dan alternatif dan menjaga asupan kalsium, tapi hingga sekarang masih sering terasa sakit pada lutut hingga sulit berjalan. Katanya pengapuran seperti ini bisa dicegah dengan rutin minum susu berkalsium jika sudah memasuki umur 45 tahun. Bener nggak sih?

    BalasHapus
  13. Kebetulan tadi baca di twitternya dokter @asaibrahim. Dan emang bener dibilang kalau keseleo penanganan gak bagus bisa bermasalah sendinya

    BalasHapus
  14. kalau dirumah biasanya disebut sendi dempet, eh ternyata nama ilmiahnya osteoarthritis.Tahnks buat sharing, kebetulan banget fenomenan ini sering terjadi di keluargaku. Sabi banget buat dikasi tau ke orang tua tips dan cara buat nyembuhinnya

    BalasHapus
  15. Aku jari kaki kiri yang tengah sering semutan, nyut nyut kalau kelamaan di kamar mandi, atau cuci piring. Apakah ini termasuk osteoarthritis ya?

    BalasHapus
  16. Ternyata obesitas juga mempercepat pengapuran sendi ya. Kalau misal orang yang kurus bisa kena masalah tulang lainnya tidak ya?

    BalasHapus
avatar
Admin Kang Syahri Online
Welcome to Kang Syahri blog