Inilah Penyebab Agoraphobia dan Cara Mengatasinya

Sejak pertama kali Indonesia menjadi salah satu negara yang terkonfirmasi kasus Covid-19, dampaknya tidak hanya kesehatan fisik, secara tidak langsung kesehatan mental pun dapat terganggu. Salah satunya yaitu Agoraphobia.


Agoraphobia adalah perasaan takut yang berlebihan ketika berada di luar rumah sendirian

Mengenal Agoraphobia

Agoraphobia adalah perasaan takut yang berlebihan ketika berada di luar rumah sendirian. Mereka merasa sangat tersiksa ketika sedang berada di luar ruangan. Pengalaman yang menakutkan dan peristiwa kehidupan yang penuh tekanan dapat menyebabkan seseorang memiliki gejala agoraphobia.

Kondisi ini bisa diperparah dengan keadaan yang serba tidak menentu seperti saat ini. Berbagai berita buruk tentang penyebaran Covid-19 di masyarakat dapat menjadikan seseorang semakin takut dan cemas yang sangat. Orang yang mengalami ketakutan berlebih biasanya mereka terlalu menyimpulkan hal terburuk yang mungkin terjadi secara berlebihan.

Umumnya mereka menghindari tempat ramai karena takut terjadi serangan panik dan merasa malu jika ada orang yang melihat usahanya untuk melarikan diri dari situasi tersebut. Tempat-tempat yang bisa memicu kecemasan di antaranya transportasi umum, taman terbuka, ruang tertutup seperti supermarket, atau berada di tempat keramaian.

Artikel terkait:
Akibatnya, orang yang mengalami agoraphobia memiliki masalah kehidupan yang sangat berat karena tidak mampu pergi dari tempat yang dirasanya aman. Perasaan takut berlebihan yang dirasakan dalam gangguan kecemasan juga sifatnya parah dan mengganggu sehingga membuat penderitanya kesulitan untuk konsentrasi dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penyebab Agoraphobia

Penyebab ketakutan berlebih dapat berasal dari berbagai hal, seperti stres, gangguan pada otak, tekanan lingkungan, dan bahkan dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Berikut adalah beberapa faktor penyebab ketakutan yang berlebihan.

1. Stres

Rentetan peristiwa kehidupan yang traumatis dan penuh tekanan dapat meningkatkan sensitivitas otak terhadap stres, sehingga dapat melemahkan sistem respons kendali stres. Hal ini secara tak langsung juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami agoraphobia.

Perasaan takut berlebihan terhadap kondisi pandemi saat ini yang berkelanjutan juga dapat menjadi pemicu stres yang menjadi penyebabnya. Apalagi jika perasaan takut tersebut sering dirasakan dan berlangsung lama.

2. Gangguan Emosional

Gangguan emosional umumnya sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental lainnya, seperti depresi, gangguan stres pascatrauma, dan gangguan kepanikan.

3. Faktor Keturunan

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa agoraphobia merupakan kondisi yang dapat diwariskan, yang berarti bisa diturunkan dalam keluarga.

Cara Mengatasi Agoraphobia

Seseorang yang mengalami ketakutan berlebih dapat melakukan beberapa hal untuk mengatasinya. berikut ini cara mengatasi agoraphobia.

1. Konsumsi Makanan Bergizi
Sering kali rasa takut berlebihan membuat sebagian orang untuk mengkonsumsi makanan dengan porsi yang terlalu sedikit dan tidak sehat. Ingatkan diri Anda tentang pentingnya kesehatan saat memikirkan masalah ini. Dengan menjadikan kesehatan sebagai prioritas, mengkonsumsi makanan akan menjadi lebih mudah.

2. Hindari Konsumsi Kafein
Kafein akan merangsang sistem saraf yang dapat memicu adrenalin dan membuat Anda merasa gugup dan cemas. Oleh karena itu, sebaiknya batasi atau hindari konsumsi kafein selama Anda mengalami masalah ketakutan berlebihan.

3. Rutin Berolahraga
Dengan persetujuan dari dokter, mulailah untuk melakukan olahraga secara teratur. Senam aerobik dan latihan untuk menguatkan otot merupakan cara yang efektif untuk melatih tubuh menghadapi ketakutan berlebihan dalam keadaan yang terkontrol. Olahraga secara teratur juga dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

4. Relaksasi Tubuh
Teknik-teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi, dapat membuat perasaan menjadi lebih tenang dan terbukti dapat meredakan perasaan takut.

Dengan melakukan relaksasi, aliran darah ke otak meningkat dan gelombang otak bergeser dari ritme beta ke ritme alfa yang rileks. Apabila dipraktikkan secara teratur, teknik relaksasi dapat menangkal efek-efek buruk dari stres.

5. Konsultasi dengan Dokter
Ketika merasakan adanya gejala agoraphobia, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh. Hal itu dilakukan untuk memastikan masalah kesehatan lainnya tidak memicu gangguan ketakutan yang dialami.

Agar segera memperoleh penanganan dini, berkonsultasi dengan dokter spesialis merupakan langkah yang tepat, salah satu caranya yaitu melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi kesehatan yang mampu menciptakan layanan konsultasi dokter secara daring ini menyediakan layanan konsultasi bagi para penderita agoraphobia.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 2016 oleh Jonathan Sudharta ini merupakan sebuah perusahaan teknologi di Indonesia yang memberikan pelayanan di bidang telekonsultasi kesehatan. Aplikasi Halodoc ini dapat dengan mudah digunakan melalui Android dan iOS.

Penutup

Kewaspadaan akan gangguan kesehatan selain Covid-19, kesehatan mental pun perlu diperhatikan. Sebab hal ini juga bisa membahayakan, tidak hanya bagi penderita, tapi bagi lingkungan sosial dimana yang bersangkutan tinggal.

1 comment

  1. Baru tau banget soal agoraphobia ini. ternyata stress jadi pemicu utamanya ya. semoga penderita penyakit ini lekas pulih dan ga banyak orang yang terkena penyakit ini.

    ReplyDelete

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan dan sesuai dengan topik yang dibahas, tidak memasang link hidup serta tidak meninggalkan spam...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...
EmoticonEmoticon