09 February 2018

Kisah Ibnu Hajar Si Anak Batu

Kisah Ibnu Hajar Si Anak Batu

Sebelum menjadi ulama besar yang sangat produktif dalam menghasilkan berbagai karya, Ibnu Hajar saat masih menuntut ilmu terkenal sebagai  seorang anak yang bodoh dan bebal. Beliau pernah merasa putus asa dan lari dari tempat ia belajar karena sangat tidak paham dengan ilmu yang diberikan gurunya.

Semakin ia diberi penjelasan, maka semakin ia dibuat kebingungan dan tidak mengerti maksudnya. Waktunya lebih banyak digunakan untuk menyedniri dan merenung dipinggir sungai. Pada saat merenung, mendadak beliau tersentak pada batu yang beliau duduki. Ternyata pada satu sisi dimana air itu menetes, terlihat ada lubang. Dari situ kemudian tumbuh lagi semangat beliau untuk serius belajar, karena belau berkeyakinan jika batu saja dapat berlubang karena tetesan air yang terus menerus, tentu hati manusia yang lunak pun akan tertembus pula oleh siraman ilmu pengetahuan yang terus dipelajarinya. Sejak saat itu semangatnya untuk belajar pun kembali tumbuh.

Ibnu Hajar Si Anak Batu

Akhirnya sejarah mencatat Ibnu Hajar Al-Asqalani, sebagai ulama yang hebat dan terkenal dengan keluasan ilmunya. Bahkan menurut muridnya, yaitu Imam asy-Syakhawi, karya beliau mencapai lebih dari 270 kitab. Sebagian peneliti pada zaman ini menghitungnya, dan mendapatkan sampai 282 kitab. Kebanyakan berkaitan dengan pembahasan hadits, secara riwayat dan dirayat (kajian). 

Sesuai dengan namanya, Ibnu Hajar sendiri secara bahasa artinya "Anak Batu" karena erat kaitannya dengan legenda yang menyatakan bahwa kegemilangannya dalam ilmu pengetahuan berasal dari terinspirasinya beliau oleh sebuah batu yang dapat berlubang oleh tetesan air. Nama asli beliau adalah Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al-Kannani Al-Qabilah yang berasal dari Al-Asqalan. Namun ia lebih masyhur dengan julukan Ibn Hajar Al-Asqalani. Ibnu Hajar berarti anak batu sementara Asqalani adalah nisbat kepada ‘Asqalan’, sebuah kota yang masuk dalam wilayah Palestina, dekat Ghuzzah.

“Kisah Beliau diatas bisa menjadi motivasi bagi kita semua, bahwa sekeras apapun itu dan sesusah apapun itu jika kita benar-benar ikhlas dan tekun dalam belajar niscaya kita akan menuai kesuksesan. Jangan pernah menyerah atau putus asa, karena kegagalan itu hal yang biasa, tapi jika Anda berhasil bangkit dari kegagalan, itu baru luar biasa".

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” ( QS. Ar Rad : 11 ).

Saya hanyalah seorang blogger amatir yang hanya bisa sedikit menulis, meliput, meng-edukasi dan memberikan informasi melalui internet dan teknologi dengan misi mewujudkan masyarakat yang memiliki budaya membaca melalui media internet

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak menempelkan link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...
EmoticonEmoticon