30 Desember 2020

Mari Berikan Donasi dan Hadiah Spesial Untuk Anak Indonesia

DAFTAR ISI [Buka]
Donasi atau sumbangan adalah sebuah pemberian dari perorangan atau badan hukum pada pihak tertentu dengan sukarela tanpa mengharap imbalan yang sifatnya menguntungkan. Pada umumnya donasi berbentuk secara fisik seperti berupa uang, makanan, barang, pakaian, mainan dan lain sebagainya.

Berikan donasi serta hadiah spesial bagi anak-anak Indonesia melalui Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Donasi juga dapat diberikan dalam bentuk pendanaan untuk membantu korban bencana alam, bantuan kemanusiaan atau bantuan dalam bentuk lainnya yang tujuannya untuk meringankan penderitaan orang lain yang sedang terkena musibah.

Donasi dan Hadiah Spesial Untuk Anak Indonesia

Majunya teknologi di dunia, termasuk di Indonesia tidak semua dapat menikmatinya. Di daerah terpencil maupun daerah tertinggal, banyak anak-anak yang tidak ikut menikmati kemudahan berkomunikasi dengan dunia luar. Termasuk menggunakan teknologi modern karena masih susahnya akses internet.

Selain itu, untuk memperoleh pendidikan dan fasilitas kesehatan masih dikatakan sangat jauh dari layak. Berbeda dengan anak-anak yang hidup di perkotaan, segala fasilitas tersedia dan dapat dinikmati dengan mudah. Keadaan bangunan sekolah yang sangat baik, rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan yang mudah diakses memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi mereka.

Melihat keadaan seperti itu sudah selayaknya dapat mendorong para pengusaha dan donatur untuk ikut meringankan beban mereka agar dapat menikmati kehidupan yang layak, salah satunya yaitu dengan cara memberikan donasi dan hadiah spesial pada anak Indonesia yang kurang mampu.

Pembangunan Ruang Kelas, Kalimantan Barat

Seperti yang terjadi pada anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 27 Pesak Landak, Kalimantan Barat. Mereka merindukan sebuah ruang kelas dan sekolah yang layak. Pasalnya saat ini untuk melaksanakan aktivitas belajar, mereka menggunakan tiga ruang kelas. Untuk mensiasati agar proses KBM tetap berjalan, maka dari ketiga ruang kelas tersebut diberi sekat pembatas seadanya untuk dijadikan dua ruang kelas agar proses belajar tidak digabung.

Tidak hanya itu, meja dan kursi belajar yang mereka duduki pun mulai usang. Dengan jendela kelas yang tanpa kaca sangat mengganggu aktivitas belajar jika terdengan suara bising dari luar. Belum lagi bangunan sekolah yang sudah tidak layak digunakan tersebut sewaktu-waktu dapat roboh karena tiang penyangganya sudah tidak kuat untuk menopang beratnya atap bangunan.

Sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 75 anak ini kondisi insfrastruktur, baik fasilitas maupun konstruksi sekolahnya sudah tidak layak digunakan. Ruang kelas, selasar yang sudah retak ini membuat sekolah menjadi jauh dari kata bersih, nyaman, dan aman bagi peserta didik.

Rumah Baca Sentani

Tidak kalah dengan keadaan sekolah pada SD Negeri 27 Pesak Landak, anak-anak yang berada di Sentani, Papua pun hampir mengalami hal serupa. Mereka belajar di tempat seadanya, ditambah lagi kurangnya buku-buku bacaan serta fasilitas rumah baca yang kurang layak. Pengadaan rumah baca yang layak ini sangat efektif dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan menghitung bagi anak-anak di Sentani.

Berikan donasi serta hadiah spesial bagi anak-anak Indonesia melalui Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Keadaan rumah baca yang mereka gunakan saat ini hanya beralas lantai karena tidak ada fasilitas meja dan kursi yang digunakan. Bahkan kerap kali mereka harus berpindah-pindah tempat, baik menumpang pada rumah masyarakat maupun di lapangan terbuka. Parahnya lagi, jika mulai musim penghujan, maka kegiatan ditiadakan.

Rendahnya minat baca dan tingkat literasi di wilayah Papua, berdasarkan hasil survey nasional, hanya 39% anak SD di Sentani yang dapat membaca dengan memahami artinya. Oleh karena itu guna meningkatkan minat baca dan tingkat literasi di wilayah Papua, khususnya Sentani maka perlu adanya pendampingan pada perpustakaan dan rumah baca di sekitar area Danau Sentani.
Baca juga:

1200 Paket Kotak Makan dan Botol Minum di Sumba Barat Daya, NTT

Minimnya fasilitas kesehatan serta kurangnya edukasi tentang pentingnya kesehatan pada ibu dan balita di Sumba Barat Daya, NTT ini memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Pemberian makanan tanpa kandungan gizi yang baik menyebabkan banyak balita menderita stunting saat ini.

Kegiatan pelatihan di Posyandu pada ibu-ibu dan pemberian makanan tambahan bagi balita dan anak-anak dengan makanan sehat serta penggunaan peralatan makan yang layak pun masih sangat dibutuhkan. Saat ini mereka menggunakan peralatan makan dan minum seadanya, seperti piring plastik non food grade dan membawa botol minum air kemasan bekas yang dipakai berulang-ulang.

Program 1200 paket kotak makan dan botol minum ini bertujuan untuk mewujudkan impian anak-anak memiliki peralatan makan dan minum berkualitas lebih baik agar mereka dapat menikmati makanan secara lebih sehat dan lebih ceria.

Penutup

Jika melihat kondisi anak-anak Indonesia yang berada di wilayah pedalaman yang jauh dari kehidupan modern dengan serba terbatasnya segala fasilitas yang mereka gunakan, baik fasilitas belajar, kesehatan maupun fasilitas lainnya mereka sangat membutuhkan uluran tangan, baik dari pemerintah maupun para donatur. 

Oleh karenanya melalui Wahana Visi Indonesia (WVI) mengajak para donatur untuk dapat membantu mereka dengan memberikan donasi. Anda juga dapat membantu mereka dengan memberikan hadiah spesial bagi anak-anak Indonesia melalui melalui Yayasan Wahana Visi Indonesia. Untuk informasi lengkapnya, dapat mengunjungi website WVI di: https://wahanavisi.org.

bm

Seorang blogger amatir yang suka berbagi cerita, informasi dan ilmu pengetahuan melalui tulisan di blog.

12 Comments

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan dan sesuai dengan topik yang dibahas, tidak memasang link hidup serta tidak meninggalkan spam...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...

  1. Betul sekali kak daerah pedalaman ini kadang membuat kita mengelus dada. Disaat semua maju begini ada lho di satu daerah aku menemukan anak-anak sd sekolah tanpa sepatu *tears. Cuss ke webnya buat memberikan hadiah special buat anak-anak indonesia

    BalasHapus
  2. Kontennya asyik,cuma kolom komen kok sembunyi ya diantara iklan dan related post... 😃

    BalasHapus
  3. Moga abis ini makin banyak ya dukungan buat pendidikan di indonesia apalagi kita masih dalam suasana pandemi

    BalasHapus
  4. Pandemi seperti sekarang begitu menantang untuk realisasi donasi ini ya Kang, terutama bagi daerah yang aksesnya terbilang sulit (pelosok) . Semoga dilancarkan selalu

    BalasHapus
  5. Jika bukan kita siapalagi ya kang. Banyak anak-anak di Indonesia ini bahkan yang belum pernah sekolah. Selain itu di bidang kesehatan juga ya ? Mudah mudahan ada rezeki untuk ikut donasi

    BalasHapus
  6. Bismillah, Kang.. semoga banyak perhatian yang diberikan untuk sekolah-sekolah di daerah pedalaman gini ya. Demi pendiikan anak Indonesia yang lebih baik.

    BalasHapus
  7. Daerah pedalaman ini semakin terdampak yaa karena pandemi ini. Kmrn sempet ikutan acara donasi juga. Sedikit yg kita berikan smagat berati buat mereka. Semoga kita sehat selalu dan dimudahkan rejekinya biar bisa sering2 nyumbang

    BalasHapus
  8. Wah, pastinya kita dukung bangettt kegiatan positif seperti ini
    Generasi bangsa yg ada di kawasan 3T dan pedalaman berhak utk dapat pendiidkan yg layak juga kan

    BalasHapus
  9. Kesenjangan ini kerap bikin sedih, ya. Apalagi di saat pandemi seperti ini. Semoga tetap banyak masyarakat yang peduli untuk mengulurkan tangan

    BalasHapus
  10. Emang miris ya, melihat keadaan mereka yang masih kekurangan seperti ini, semoga semakin banyak yang tergerak hatinya untuk bisa ikut donasi pada mereka yang membutuhkan seperti ini.

    BalasHapus
  11. dulu saat jalan-jalan ke Toraja, saya mampir ke desa yang cukup jauh dari kota.
    disana kalau dari sisi alamnya sangat indah. tapi kalau dari segi fasilitas pendidikan tentu masih kurang dibanding dengan yang di kota.
    terlebih adanya oknum yang suka mengambil fasilitas sekolah membuat saya kebingungan waktu itu memberikan bantuan sarana sekolah. Takut kalau hilang. Hehehe

    BalasHapus
  12. Perlengkapan sekolah memang sangat mendukung untuk keberhasilan pendidikan. Saya ingat di desa saya begitu minim fasilitas. Pernah belajar di kelas yang blm selesai jendelanya. Bahan bacaan juga minim. Alhasil itu mempengaruhi langkah siwa menempuh pendidikan ke depannya.

    BalasHapus
avatar
Admin Kang Syahri Online
Welcome to Kang Syahri blog