19 May 2018

Masjid; Rumah Milik Allah

Masjid; Rumah Milik Allah 

Masjid secara harfiah berarti tempat sujud. Kata masjid sendiri terambil dari kata sujud, yang berarti tunduk, taat, dan patuh dengan penuh kehormatan dan takzim. Dengan begitu masjid artinya tempat untuk bersujud, yakni tunduk dan patuh sepenuhnya kepada Allah. Dalam pengertian sehari-hari, masjid merupakan bangunan tempat shalat umat Muslim. Namun, menurut M. Quraish Shihab, karena akar kata "masjid" mengandung makna tunduk dan patuh, maka hakikat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah semata.

Nabi saw bersabda, "Allah jadikan persada bumi ini sebagai masjid bagiku (dan umatku) serta sarana pensucian (tayamum)." (HR Bukhari dan Muslim) 

Masjid; Rumah Milik Allah
Masjid; Rumah Milik Allah

Arti khusus dan arti luas bagi masjid

Dengan begitu, masjid mencakup dua arti, pertama arti teknis atau khusus yakni bangunan masjid; kedua arti luas dan hakiki yakni seluruh persada bumi yang dapat dijadikan "sajadah" untuk bersujud. Sajadah mukmin terbentang luas seluas bumi. Memang sujud sendiri dapat mencakup dua arti; pertama sujud di dalam shalat (yang baiknya dilakukan di masjid); kedua sujud dalam arti ketundukan dan kepatuhan total kepada Allah sehingga mencakup seluruh aktivitas di mana pun yang ditujukan untuk kepatuhan kepada Allah. Bagi M. Quraish Shihab, misalnya, kerja keras, berdisiplin, dan hal-hal lainnya untuk kesuksesan sejalan dengan sunnatullah, tercakup pula ke dalam makna sujud. 

Jika kita renungkan, masjid fisik maupun masjid "persada bumi" sama-sama merupakan rumah Allah. Untuk masjid fisik, bangunan itu merupakan pusat ibadah atau penghambaan kepada Allah, dimana hamba-hamba Allah memuja dan memuji nama dan kebesaran Allah. Untuk persada bumi, seluruh bumi memang semuanya rumah atau milik Allah, dan juga merupakan ayat-ayat Allah. Seluruh semesta adalah ayat-ayat Allah di mana dia menampakkan kebesaran-Nya. Di mana pun Anda berada di belahan bumi ini bila mengingat dan memuji kebesaran Allah, ataupun sedang sibuk bekerja mencari karunia Allah, hakikatnya Anda sedang "bersujud" di persada bumi rumah Allah ini. Sebaliknya, bila Anda sedang shalat di dalam masjid sementara pikiran melayang jauh ke tempat-tempat lain, hakikatnya Anda tidak sedang di dalam masjid, 

Walaupun demikian, masjid sebagai bangunan fisik harus tetap diperlukan. Justru sebaliknya, memiliki peranan yang esensial. Hal ini karena bangunan yang dikhususkan untuk beribadah itu memiliki fungsi dan peran tersendiri yang tak dapat digantikan oleh sekedar hamparan persada bumi. Fungsi substansial masjid sebagaimana yang kita lihat adalah sebagai zona atau wilayah "teritorial khusus" yang Allah perintahkan untuk diagungkan, dijaga kebersihannya, kesuciannya, serta ketenangannya; dimana hamba-hamba Allah dapat dengan tenang mempersembahkan sembah sujud kepada-Nya.

Sumber :
Buku "Dahsyatnya Kekuatan Masjid"
Oleh : Drs. H. R. Maulany, S.H
*) Ketua Umum Pemimpin Wilayah Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Barat.

Saya hanyalah seorang blogger amatir yang hanya bisa sedikit menulis, meliput, meng-edukasi dan memberikan informasi melalui internet dan teknologi dengan misi mewujudkan masyarakat yang memiliki budaya membaca melalui media internet

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak menempelkan link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...
EmoticonEmoticon