11 February 2018

Si Cantik "Irfa Nadhirulhaq" Kekasihku

Si Cantik "Irfa Nadhirulhaq" Kekasihku

Hari itu, selasa 23 Januari 2018 kira-kira pukul 13.30 Wib saya dikagetkan dengan panggilan istri saya yang berada dikamar, karena saat itu saya sedang duduk santai diluar rumah sambil menikmati sebatang rokok. Kontan saja saya pun bergegas menghampirinya, dan ternyata istriku menunjukkan telapak tangannya yang basah karena ada rembesan air ketuban dari jalan lahir. Ya, istriku memang saat itu sedang hamil dan usia kandungannya sudah mencapai sembilan bulan. Perkiraan persalinan pada saat dokter memeriksakan kandungan dengan menggunakan alat USG (Ultrasonografi) sebenarnya adalah antara tanggal 3-4 Februari 2018, tetapi kuasa Allah tiada yang mampu menyangkalnya hingga hari kelahiran bayi buah cinta kami pun lebih cepat dari perhitungan awal.

Irfa Nadhirulhaq Kekasihku
Cium Kening Irfa (doc. Syahrie)
Aku pun bergegas menghubungi Bidan yang mengurus istri saya dari awal hamil hingga usia kehamilan sudah besar. Bidan pun menyarankan agar segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk segera dilakukan pemeriksaan dini pada kehamilannya. 

Sesampainya di puskesmas, segera istriku memasuki ruang pemeriksaan dan bidan serta para perawat yang lain pun ikut memeriksa mulai dari tekanan darah sampai memeriksa seberapa besar "pembukaan" pada jalan lahir terbuka. Setelah melalui berbagai proses pemeriksaan hingga beberapa jam, akhirnya bidan menyarankan agar istri saya segera dibawa ke rumah sakit terdekat karena berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan bahwa istri saya memiliki tekanan darah yang tinggi hingga mencapai 140 per 100, karena tekanan darah yang tinggi seperti itu dapat membahayakan jiwa istri saya. 

Selain itu juga pada jalan lahir tidak ada perubahan, artinya masih tetap pada posisi pembukaan pertama. Selain itu juga istri saya tidak mengalami rasa mulas pada umumnya orang yang akan melahirkan, sedangkan air ketuban terus saja keluar. Seperti yang saya ketahui dari penjelasan bidan, jika air ketuban terus-menerus keluar hingga air tersebut habis, maka akan membahayakan nyawa dari pada bayi yang ada didalam kandungan, karena air ketuban adalah sumber kehidupan untuk bayi pada saat didalam kandungan. 

Tepat pukul 23.00 Wib, istri saya dirujuk ke rumah sakit. Dan sesampainya di rumah sakit,  bidan dan para perawat yang bertugas malam itu langsung melakukan tindakan. Istri saya pun dipasang selang infus dan dilakukan pemeriksaan kembali seperti pada saat masih berada di puskesmas.

Rabu pagi tanggal 24 Januari, bidan menghampiri saya dan menjelaskan bahwa kondisi istri saya tidak ada perubahan sama sekali untuk dapat melahirkan secara normal. Akhirnya Dokter yang bertugas menyampaikan kepada saya melalui bidan agar segera dilakukan bedah SC (Seksio Cesarea) yaitu proses persalinan dengan melalui pembedahan di mana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim (histerotomi) untuk mengeluarkan bayi. Akhirnya saya pun menyetujui saran dari dokter tersebut karena tidak ada pilihan lain agar keduanya dapat terselamatkan.

Setelah diberitahu perihal tersebut, saya segera menemui istri saya dan menjelaskan bahwa harus dilakukan tindakan SC, dan Alhamdulillah istri saya pun siap untuk dilakukan pembedahan tersebut. Akhirnya saya pun disodorkan beberapa lembar surat pernyataan perihal kesiapannya untuk dilakukan tindakan SC pada istri saya untuk ditandatangani karena saya selaku penanggung jawab dari keluarga pasien.

Sekitar pukul 12.30 Wib, dibawalah istri saya keruang operasi untuk dilakukan pembedahan. Dengan hati yang berdebar dan mulut yang terus saja memanjatkan doa untuk keselamatan bayi dan istri saya, Alhamdulillah setelah satu jam dilalui sekitar pukul 13.30 Wib akhirnya bidan memberitahukan bahwa proses pembedahan telah selesai dan keduanya selamat serta memberitahukan jika bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan. 

Si Cantik Kekasihku
Irfa Nadhirulhaq (doc. Syahrie)
Seyara mengucup syukur Alhamdulillah, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Segera saya mendekati istri saya dan mengecup keningnya seraya mengucapkan ucapan terima kasih karena telah menjaga buah cinta kami didalam kandungan selama sembilan bulan hingga dilahirkan. Akhirnya saya pun menghampiri buah hati kami dan megumandangkan Adzan dan Iqomah pada kedua telinganya serta terus-menerus membacakan Shalawat atas Nabi Muhammad.

Dan buah hati kami, Saya berikan nama "Irfa Nadhirulhaq", yang memiliki arti (Angkatlah Derajatnya Wahai Engaku yang Maha Melihat dan yang Memiliki Haq). Semoga nama yang saya berikan ini menjadikan anak yang Shalehah serta berbakti kepada kedua orang tua, agama, bangsa dan negara. Aamiin yaa Robb....

Saya hanyalah seorang blogger amatir yang hanya bisa sedikit menulis, meliput, meng-edukasi dan memberikan informasi melalui internet dan teknologi dengan misi mewujudkan masyarakat yang memiliki budaya membaca melalui media internet

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak menempelkan link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...
EmoticonEmoticon