Showing posts with label Kisahku. Show all posts
Showing posts with label Kisahku. Show all posts

29 March 2018

Angsaku Sayang Angsaku Malang

Angsaku Sayang Angsaku Malang

Angsa sering disebut juga dengan Banyak dalam bahasa Jawa atau di daerah saya disebut dengan Sowang. Kata Sowang diambil dari bahasa Inggis yaitu Swan. Binatang jenis unggas ini, berbadan besar dengan leher yang panjang. Binatang ini tak dapat berlari kencang, karena memiliki kaki yang pendek dan badannya besar. Angsa termasuk binatang penyabar dan setia, seperti contoh jika tiap kali angsa betina sedang mengerami telur-telurnya, maka angsa jantan akan terus menemani dan menjaga dari gangguan orang atau binatang yang lain disampingnya hingga telur-telur itu menetas.

Selamat Tinggal Angsaku Sayang Angsaku Malang
Angsa peliharaan bersama anak sulungku
Konon, manfaat memelihara angsa di pekarangan rumah, bukan hanya dapat diambil telur dan dagingnya. Lebih dari itu, binatang jenis unggas ini, diyakini mampu mengusir sebangsa lelembut yang suka mengganggu kehidupan manusia. Lelembut, mengapa takut pada angsa? katanya seperti halnya benda pusaka, angsa juga mempunyai tuah yang ditakuti oleh bangsa lelembut karena angsa tersebut mempunyai indra yang sangat tajam dan juga tidak pernah mau bertarung dengan jenis binatang apa pun, baik itu dengan ayam, bebek, maupun burung.

Di daerah saya, masih banyak orang yang meyakini jika akan membangun rumah baru maka ada kepercayaan pada tiap sudut dari rumah tersebut sebelum dibangun pondasi maka harus terlebih dahulu ditanam telor angsa yang sudah tidak menetas (bungker-jawa.red). Selain itu masih ada kepercayaan yang lain yang berhubungan dengan angsa dan telurnya.

Angsaku Sayang Angsaku Malang
Angsa peliharaan bersama kedua anak-anaku

Angsaku Sayang Angsaku Malang

Kesal campur jengkel, saya mendapatkan kabar dari adik saya bahwa Angsa yang saya ternak dari tahun 2013 mati 4 ekor dari jumlah seluruhnya 6 ekor dikarenakan ada yang memberi makan dengan mencampur racun. Entah dengan tujuan apa dan sebab apa orang tersebut memberikan racun pada angsa-angsa saya, padahal selama itu angsa-angsa tersebut tidak pernah mengganggu orang. Bahkan mereka mudah sekali didekati oleh orang yang dikenali, seperti foto-foto diatas, angsa dengan mudah ditangkap oleh anak-anak saya. Jika angsa tersebut berada jauh, hanya dengan menepuk tangan maka mereka akan mendekat. Mungkin mereka mengerti dengan menepuk tangan itu berarti mereka dipanggil oleh pemiliknya.

Awalnya saya hanya memiliki 2 ekor angsa, hingga tahun 2018 ini sudah mencapai 6 ekor. Saya memelihara angsa-angsa tersebut bebas berkeliaran di pekarangan rumah, karena mereka selain diberikan makanan khusus juga dapat mencari makanan yang lain dengan mudah. Dengan sabar selama 5 tahun saya dibantu oleh ibu memeliharanya. Tiap pagi, siang dan sore selalu diberi makanan khusus agar tetap sehat dan memperoleh telur-telur yang banyak. Biasanya setiap kali angsa tersebut bertelur, jumlah telur-telur tersebut hingga mencapai 12 butir. Namun setelah dierami oleh induknya, yang dapat menetas kurang lebih 3 sampai 4 ekor saja, sisanya tidak menetas (bungker). Entah itu karena pengaruh cuaca atau karena ketidaktahuan saya tentang cara beternak angsa agar dapat memperoleh telur-telur yang banyak.

Angsaku Sayang Angsaku Malang
Bangkai angsa yang akan dikuburkan
Karena tujuan utama saya memelihara angsa tersebut hanya sebagai hobi dengan melihat keunikan hewan tersebut serta semakin langkanya, dan bukan untuk dijadikan usaha. Kini jumlah mereka menyisakan hanya 2 ekor, yaitu sepasang angsa jantan dan betina. Angsa yang betina sekarang sedang mengerami telur-telurnya kembali. 

Semoga hanya sekali ini saja kejadian yang serupa menimpa hewan peliharaan saya ini. Dan untuk orang yang telah berbuat jahat dengan memberi racun pada angsa-angsa saya tersebut tidak mengulanginya lagi.

06 March 2018

Cari Aku Di Rumah Yang Baru

Cari Aku Di Rumah Yang Baru 

Sebenarnya sudah semenjak tahun 2015 tepatnya di bulan maret saya menggeluti dan belajar tentang blog. Untuk usia belajar menjadi seorang blogger yang handal, usia 3 tahun itu belumlah apa-apa dibandingkan dengan para blogger diluar sana yang sudah mumpuni. Namun dengan berjalannya waktu yang dibarengi dengan kesibukan serta rasa "Malas" yang teramat akhirnya ngeblog pun saya tinggalkan. Padahal sudah memiliki sebuah blog gratisan dengan domain bawaan dari google sendiri yaitu https://gudangilmiyah.blogspot.com dan sudah mempunyai 29 artikel yang sudah saya publikasikan pada saat itu. 

Memang sebenarnya rasa malas inilah yang menghambat saya untuk dapat terus berkreasi, belajar, sekaligus berbagi kepada orang lain tentang semua yang saya tahu melalui blog. Tetapi sesekali juga disela-sela kesibukan saya untuk mencoba membuka kembali blog yang saya buat dan saya tinggalkan tak terurus bagaikan membuang barang rongsokan yang tanpa guna itu. 

Akhirnya di awal tahun 2018 ini saya mencoba untuk menekuni kembali apa yang sudah saya tinggalkan itu. Dari hasil browsing dan terus membaca dari beberapa blog, akhirnya saya coba untuk mendaftarkan blog saya tersebut pada Google AdSense. Dan tanpa menunggu masa review yang lama, blog saya diterima untuk menjadi publisher AdSense, artinya pada blog yang saya miliki tersebut dapat menampilkan iklan.

Cari Aku Di Rumah Yang Baru

Pada hari minggu tepatnya tanggal 4 Maret 2018 ini, saya pun memiliki ketertarikan untuk berganti domain dari domain gratisan (blogspot) berpindah ke domain berbayar dan berlangganan yaitu TLD (top level domain).

Dengan bergantinya domain pada blog saya yang dulu https://gudangilmiyah.blogspot.com dan sekarang berganti menjadi http://www.kangsyahri.com adalah saya ibaratkan seperti memiliki rumah baru. Karena dengan memiliki rumah yang baru, tamu yang akan berkunjung akan langsung tertuju pada alamat yang saya miliki, dan di rumah yang baru tersebut tamu betah untuk berlama-lama. Selain itu, diibaratkan rumah baru bagi saya karena pada saat memulai untuk membangunnya, banyak material bangunan yang disiapkan, mulai dari peletakan batu pertama (memilih nama domain yang tepat) hingga meng-cat rumah (memodifikasi template) tersebut agar rumah tersebut terlihat kokoh dan nyaman untuk ditempati serta terlihat asri meskipun tidak terlalu Waah.

Dan sekarang rumah baru yang saya miliki ini semoga akan terus memberikan kenyamanan bagi pemiliknya yaitu saya sendiri serta membuat tamu yang datang tidak susah untuk mencari alamat yang saya miliki...

11 February 2018

Si Cantik "Irfa Nadhirulhaq" Kekasihku

Si Cantik "Irfa Nadhirulhaq" Kekasihku

Hari itu, selasa 23 Januari 2018 kira-kira pukul 13.30 Wib saya dikagetkan dengan panggilan istri saya yang berada dikamar, karena saat itu saya sedang duduk santai diluar rumah sambil menikmati sebatang rokok. Kontan saja saya pun bergegas menghampirinya, dan ternyata istriku menunjukkan telapak tangannya yang basah karena ada rembesan air ketuban dari jalan lahir. Ya, istriku memang saat itu sedang hamil dan usia kandungannya sudah mencapai sembilan bulan. Perkiraan persalinan pada saat dokter memeriksakan kandungan dengan menggunakan alat USG (Ultrasonografi) sebenarnya adalah antara tanggal 3-4 Februari 2018, tetapi kuasa Allah tiada yang mampu menyangkalnya hingga hari kelahiran bayi buah cinta kami pun lebih cepat dari perhitungan awal.

Irfa Nadhirulhaq Kekasihku
Cium Kening Irfa (doc. Syahrie)
Aku pun bergegas menghubungi Bidan yang mengurus istri saya dari awal hamil hingga usia kehamilan sudah besar. Bidan pun menyarankan agar segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk segera dilakukan pemeriksaan dini pada kehamilannya. 

Sesampainya di puskesmas, segera istriku memasuki ruang pemeriksaan dan bidan serta para perawat yang lain pun ikut memeriksa mulai dari tekanan darah sampai memeriksa seberapa besar "pembukaan" pada jalan lahir terbuka. Setelah melalui berbagai proses pemeriksaan hingga beberapa jam, akhirnya bidan menyarankan agar istri saya segera dibawa ke rumah sakit terdekat karena berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan bahwa istri saya memiliki tekanan darah yang tinggi hingga mencapai 140 per 100, karena tekanan darah yang tinggi seperti itu dapat membahayakan jiwa istri saya. 

Selain itu juga pada jalan lahir tidak ada perubahan, artinya masih tetap pada posisi pembukaan pertama. Selain itu juga istri saya tidak mengalami rasa mulas pada umumnya orang yang akan melahirkan, sedangkan air ketuban terus saja keluar. Seperti yang saya ketahui dari penjelasan bidan, jika air ketuban terus-menerus keluar hingga air tersebut habis, maka akan membahayakan nyawa dari pada bayi yang ada didalam kandungan, karena air ketuban adalah sumber kehidupan untuk bayi pada saat didalam kandungan. 

Tepat pukul 23.00 Wib, istri saya dirujuk ke rumah sakit. Dan sesampainya di rumah sakit,  bidan dan para perawat yang bertugas malam itu langsung melakukan tindakan. Istri saya pun dipasang selang infus dan dilakukan pemeriksaan kembali seperti pada saat masih berada di puskesmas.

Rabu pagi tanggal 24 Januari, bidan menghampiri saya dan menjelaskan bahwa kondisi istri saya tidak ada perubahan sama sekali untuk dapat melahirkan secara normal. Akhirnya Dokter yang bertugas menyampaikan kepada saya melalui bidan agar segera dilakukan bedah SC (Seksio Cesarea) yaitu proses persalinan dengan melalui pembedahan di mana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim (histerotomi) untuk mengeluarkan bayi. Akhirnya saya pun menyetujui saran dari dokter tersebut karena tidak ada pilihan lain agar keduanya dapat terselamatkan.

Setelah diberitahu perihal tersebut, saya segera menemui istri saya dan menjelaskan bahwa harus dilakukan tindakan SC, dan Alhamdulillah istri saya pun siap untuk dilakukan pembedahan tersebut. Akhirnya saya pun disodorkan beberapa lembar surat pernyataan perihal kesiapannya untuk dilakukan tindakan SC pada istri saya untuk ditandatangani karena saya selaku penanggung jawab dari keluarga pasien.

Sekitar pukul 12.30 Wib, dibawalah istri saya keruang operasi untuk dilakukan pembedahan. Dengan hati yang berdebar dan mulut yang terus saja memanjatkan doa untuk keselamatan bayi dan istri saya, Alhamdulillah setelah satu jam dilalui sekitar pukul 13.30 Wib akhirnya bidan memberitahukan bahwa proses pembedahan telah selesai dan keduanya selamat serta memberitahukan jika bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan. 

Si Cantik Kekasihku
Irfa Nadhirulhaq (doc. Syahrie)
Seyara mengucup syukur Alhamdulillah, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Segera saya mendekati istri saya dan mengecup keningnya seraya mengucapkan ucapan terima kasih karena telah menjaga buah cinta kami didalam kandungan selama sembilan bulan hingga dilahirkan. Akhirnya saya pun menghampiri buah hati kami dan megumandangkan Adzan dan Iqomah pada kedua telinganya serta terus-menerus membacakan Shalawat atas Nabi Muhammad.

Dan buah hati kami, Saya berikan nama "Irfa Nadhirulhaq", yang memiliki arti (Angkatlah Derajatnya Wahai Engaku yang Maha Melihat dan yang Memiliki Haq). Semoga nama yang saya berikan ini menjadikan anak yang Shalehah serta berbakti kepada kedua orang tua, agama, bangsa dan negara. Aamiin yaa Robb....