Showing posts with label Cerita Islami. Show all posts
Showing posts with label Cerita Islami. Show all posts

15 June 2018

Ketupat, Simbolisasi Hari Raya Idul Fitri

Ketupat, Simbolisasi Hari Raya Idul Fitri


Informasi kali ini kami akan membagikan mengenai Ketupat, Simbolisasi Hari Raya Idul Fitri, berikut ulasannya : Salah satu tradisi yang masih lekat hingga sekarang pada saat lebaran adalah bersilaturahim bersama keluarga sambil menikmati ketupat yang dipadukan dengan opor ayam. Dalam tradisi Jawa, perayaan lebaran biasanya dibuat agar lebih meriah dengan membuat ketupat yang disajikan dengan opor ayam. Tentu saja menjadikan kedua makanan lebih nikmat.

Ketupat sendiri merupakan nasi lontong yang dikemas di dalam janur (daun kelapa muda) yang dibuat anyaman hingga membentuk segi empat. Biasanya beberapa hari sebelum lebaran, masyarakat memasak ketupat kemudian membagikannya pada keluarga dan kerabatnya. Makanan khas Indonesia ini seakan menjadi menu wajib untuk hidangan berkumpul bersama keluarga saat lebaran.

Filosofi ketupat sebagai simbol hari raya idul fitri yang harus ada

Menurut sejarah, adalah Sunan Kalijaga orang yang pertama kali memperkenalkan ketupat sebagai sajian khas Lebaran. yaitu tepatnya pada abad ke-15 hingga 16 pada saat beliau mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa. Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai bagian dari budaya yang memiliki filosofi Jawa yang melebur dengan nilai ke-Islaman. Konon awalnya ketupat disebut "Kupat", yaitu kependekan dari “ngaku lepat” atau mengaku salah. Yang berarti mengakui kesalahan atas segala perbuatan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja kepada orang lain dan memohon maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya.

Ketupat juga sebagai makanan yang merupakan wujud unik masyarakat Indonesia, karena isiannya yang berupa beras merupakan bentuk dari lambang kesejahteraan dan kemakmuran. Namun ada juga yang mengungkapkan bahwa beras putih melambangkan kebersihan serta kesucian hati. Maka tak heran jika ketupat hanya disajikan di momen-momen tertentu saja seperti lebaran idul fitri.

Ketupat dan opor ayam sepertinya tidak bisa dilepaskan dengan lebaran. Kedua makanan ini selalu dihidangkan di meja makan untuk merayakan hari kemenangan. Hingga saat ini, ketupat menjadi simbolisasi Hari Raya Idul Fitri dan menjadi menu wajib yang hanya dihidangkan pada saat lebaran.

14 June 2018

Takbir Keliling, Tradisi Umat Islam Menyambut Lebaran

Takbir Keliling, Tradisi Umat Islam Menyambut Lebaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengartikan kata ‘Lebaran’ adalah sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Lebaran juga merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, hari yang penuh suka cita dimana kaum muslimin merayakan hari raya Idul Fitri setelah berpuasa satu bulan penuh. 

Banyak tradisi yang kita jumpai pada masyarakat kita untuk menyambut Lebaran atau perayaan hari raya Idul Fitri, baik sebelum Idul Fitri atau sesudahnya yaitu antara lain dengan takbir keliling untuk menyambut lebaran. Takbir adalah seruan atau ucapan untuk meng-Agungkan Kebesaran Allah Swt dengan mengucap "Allahu Akbar" (Allah Maha besar). Takbir dikumandangkan pada malam hari untuk menyambut datangnya Idul Fitri dan Idul Adha.

Takbir Keliling, Tradisi Umat Islam Menyambut Lebaran
Takbir keliling menyambut lebaran

Takbir keliling sebagai bentuk suka cita umat islam dalam menyambut lebaran

Takbir keliling biasa dilakukan dengan pawai di jalan yang diikuti oleh orang dewasa hingga anak-anak. Mereka turut antusias mengikuti kegiatan yang hanya dilakukan dua kali dalam setahun tersebut. Dengan menggunakan pengeras suara, obor, drumband, kentongan, bedug dan alat musik lainnya sebagai pelengkap. Bedug yang ditabuh biasanya diletakkan di atas panggung atau mobil dengan dihias bermacam-macam lampu agar telihat menarik dan unik sambil mengumandangkan kalimat takbir. Namun tidak jarang, takbir keliling juga dihiasi dengan menyalakan berbagai macam petasan dan kembang api yang menambah semaraknya malam lebaran. Suasana malam lebaran pun makin meriah dan menyenangkan. 
Takbir keliling ini biasanya dilakukan ba'da shalat magrib atau tepat saat malam 1 Syawal. Para peserta takbir keliling berjalan beriringan membentuk barisan yang panjang sambil berjalan kaki dan diiringi kendaraan bermotor mengitari pelosok hingga ke ujung kampung dan kembali ke lokasi dimana takbir keliling mulai bergerak.

Tradisi takbir keliling ini masih tetap lestari hingga kini dan semestinya harus terus tetap dipertahankan. Namun tentunya harus sesuai dengan koridor yang berlaku. Jangan sampai tradisi takbir keliling ini malah menjadi ajang keributan bahkan sampai berbuat anarkis. Karena ini adalah salah satu bentuk suka cita umat islam atas kemenangan setelah berpuasa satu bulan penuh di bulan ramadhan dan juga sebagai ajang mempererat toleransi antar warga masyarakat. 

12 June 2018

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan

Pada artikel kali ini saya akan membagikan sesuatu hal mengenai Hikmah tadarus Al-Qur'an di bulan ramadhan. Namun sebelum melanjutkan pada pokok masalah diatas, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu tentang asal kata tadarus dan pengertiannya. Tadarus berasal dari kata dalam bahasa Arab, yaitu tadaarasa. Bentuk aslinya darasa. Darasal kitab artinya membaca berulang-ulang untuk memahami isinya. Padanan kata dalam bahasa Indonesia adalah kata mengkaji. Maka, tadarus Al-Qur'an adalah mengkaji Al-Qur'an secara cermat dan dilakukan bersama-sama, tidak sendirian. Setidaknya ini menyiratkan bahwa dalam kelompok pengkajian itu ada beberapa orang yang dianggap ahlinya atau sebagai tutor.

Berdasarkan pengertian diatas, tadarus bukan hanya merupakan kegiatan membaca Al-Qur'an, tetapi tadarus Al-Qur'an adalah juga mengkaji makna Al-Qur'an untuk memahami maknanya. Di dalam masyarakat kita, tadarus Al-Qur'an diartikan sebagai kegiatan membaca Al-Qur'an secara bersama-sama di masjid atau mushalla pada bulan ramadhan. Satu orang membaca dan yang lain menyimak dan memperbaiki kesalahan dalam membaca.

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan
Al-Qur'anul Karim


Hukum Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Hukum tadarus Al-Qur'an adalah sunah. Pada bulan ramadhan, tadarus Al-Qur'an mempunyai pahala yang berlipat ganda karena pada bulan tersebut seluruh amal kebaikan dilipat gandakan oleh Allah Swt. Padahal, satu huruf dalam Al-Qur'an dilipat gandakan 10 kali lipat dari hari biasa, namun di bulan ramadhan, satu huruf dalam Al-Qur'an akan mendapat 100 kebaikan. Hal ini seperti disabdakan oleh Rasulallah Saw.

َمَنْقَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf". (H.R. Turmuzi)

Al-Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Rasulullah Saw melalui perantara Malaikat Jibril as yang dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas yang membacanya adalah ibadah. Ia adalah kitab suci kaum muslimin yang bersumber dari Allah Swt. Ia adalah landasan hukum Islam dan pedoman hidup bagi manusia. Al-Qur’an merupakan kitab yang sangat istimewa lagi paripurna yang membacanya adalah ibadah yang sangat mulia dan mempunyai hikmah yang luar biasa.

Hikmah Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Tadarus Al-Quran banyak sekali hikmahnya, antara lain:
  1. Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber petunjuk bagi umat manusia. Untuk mendapatkan petunjuk itu, tidak ada jalan lain kecuali membacanya
  2. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt
  3. Memperbaiki bacaan Al-Qur'an
  4. Hati merasa tenang denga membaca Al-Qur'an
  5. Membaca Al-Qur'an akan mendatangkan kebaikan
  6. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang membaca al-Qur`an
  7. Membaca Al Qur'an akan mendatangkan syafa’at
Masih banyak lagi hikmah tadarus Al-Qur'an terutama di bulan ramadhan. Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil hikmah dari membaca Al-Qur'an.

10 June 2018

Ancaman Allah Pada Orang Yang Tidak Membayar Zakat

Ancaman Allah Pada Orang Yang Tidak Membayar Zakat

Zakat merupakan kewajiban agama dan yang termasuk salah satu rukun Islam yang lima. Oleh karena itu, zakat termasuk dharuriyat (perkara-perkara pasti) dalam agama Islam. Maka barangsiapa mengingkari kewajiban zakat, ia menjadi kafir dan keluar dari agama Islam. Kecuali jika orang tersebut baru masuk Islam, sehingga kebodohannya terhadap hukum-hukum Islam termaafkan. Atau orang itu tinggal di daerah yang jauh dari ulama. 

Tentunya anda masih ingat dengan kisah khalifah Abu Bakar, yang dikisahkan bahwa pada saat awal menjadi khalifah, salah satu prioritas Khalifah Abu Bakar adalah memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Hal ini dikarenakan, orang yang tidak mau membayar zakat sangat berbahaya dan diancam siksa yang sangat pedih dari Allah Swt.

Siapa sajakah orang yang mendapat ancaman dari Allah tersebut?

Dalil dari Al-Qur'an, As Sunnah maupun ijma' kaum muslimin telah nyata menunjukkan bahwa zakat merupakan perkara wajib yang jika seseorang mengingkarinya bisa terjerumus ke dalam jurang kekufuran (murtad). Dia harus bertobat jika ingin kembali diakui lagi sebagai seorang muslim. Jika ia enggan bertobat maka boleh untuk diperangi. Jika kita telah mengetahui betapa besarnya kewajiban berzakat, maka sesungguhnya agama Islam memberikan hukuman tegas terhadap orang yang meninggalkan kewajiban zakat ini. Orang Islam yang telah wajib berzakat, tetapi tidak menunaikannya dan tidak meyakini kewajiban zakat, maka dia murtad dari agama Islam dan menjadi orang kafir. Adapun jika masih meyakini kewajibannya, maka dia telah berbuat dosa besar, namun tidak kafir. 

Orang yang tidak berzakat akan disiksa sampai diputuskan hukuman pada hari kiamat, kemudian ia akan melihat jalannya menuju surga atau neraka. Jika ia telah kafir, maka pasti tidak akan menuju surga. Selain itu penguasa kaum muslimin dapat mengambil secara paksa harta zakat orang yang tidak membayarnya dan separuh hartanya sebagai hukuman terhadap perbuatannya.

Seperti apakah siksa yang didapatkan jika tidak membayar zakat?

Mereka yang bakhil atau membayar namun tidak sesuai kewajibannya maka ia telah berbuat zalim dan akan berhadapan dengan ancaman Allah yang sangat pedih. Sesuai dengan Firman Allah Swt, yang berbunyi : 

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآءَاتَاهُمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرُُّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ  مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَللهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

Artinya: 
"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Q.S: Ali 'Imran: 180).

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda "Barang siapa yang diberi oleh Allah harta kemudian ia tidak membayar zakatnya maka akan dijelmakan harta itu pada hari kiamat dalam bentuk ular yang kedua kelopak matanya menonjol. Ular itu melilitnya kemudian menggigit dengan dua rahangnya sambil berkata: "Aku hartamu aku simpananmu" (H.R. Al-Bukhari).

Seperti itulah akhir perjalanan harta simpanan yang tidak ditunaikan zakatnya. Pemiliknya menyangka, bahwa hartanya akan mengekalkannya atau bermanfaat baginya. Namun ternyata akan menjadi sarana untuk menyiksanya.

Semoga semua kaum muslimin menyadari, bahwa harta merupakan barang titipan, yang harus mereka gunakan sebagaimana yang diatur oleh Pemilik-Nya yang kemudian sewaktu-waktu akan diambil kembali oleh-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing kita selalu berada di atas jalan-Nya.

Pemuda Indonesia Menjadi Imam Masjid Di Makah

Pemuda Indonesia Menjadi Imam Masjid Di Makah

Baru-baru ini ramai beredar lewat aplikasi WhatsApp yaitu tentang pemuda Indonesia yang disebut-sebut menjadi imam Masjidil Haram di Makah, Arab Saudi. Sebenarnya, pemuda yang bernama Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari itu telah lolos mengikuti kegiatan standar uji kompetensi.

Kegiatan yang diikuti Ashal cukup bergengsi dan mempunyai standar luar biasa tinggi karena banyak melalui tahapan serta salah satu pengujinya berasal dari imam Masjidil Haram. Namun dia bukanlah imam Masjidil Haram, melainkan menjadi imam di masjid Birrul Walidain di kawasan Zaidi, Makah. Namun jika melihat potensi yang dimiliki Ashal, bisa jadi suatu saat nanti menjadi imam Masjidil Haram.

Pemuda Indonesia Menjadi Imam Masjid Di Mekah
Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari

Tentang Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari

Sebagaimana diketahui, ada tiga orang yang pernah menjadi imam di masjid yang menjadi pusat ibadah umat Islam ini. Mereka diantaranya ialah Syekh Junaid al-Batawi, Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, dan Syikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Ashal adalah anak angkat atau murid dari salah satu imam Masjidil Haram Syekh, yaitu Dr. Hasan Bukhori. Dia yang lahir di Arab Saudi, dan sudah hafal Al-Qur'an sejak usia 15 tahun kemudian mendapatkan bimbingan dari beberapa syekh di Mekah, dan karena suaranya merdu beberapa kali mendapatkan kesempatan tampil di haflah-haflah dan lomba-lomba.

Dia berasal dari komunitas suku Banjar yang bermukim di kawasan Zaidi, Makah, Arab Saudi. Meski demikian, Ashal masih berkewarganegaraan Indonesia. Karena komunitas Banjar itu sangat dikenal dan Komunitas Banjar ini memang sangat dihormati orang Makah. Seperti Syekh Arsyad al-Banjari, Syekh Nafis al-Banjari di Makah. Di Saudi, selain komunitas Banjar juga banyak komunitas suku lain dari Indonesia yang bermukim di sana. Beberapa di antaranya yakni Jawa (Al-Jawi), Banten (Al-Bantani), Mandailing (Al-Mandali), Padang (Al-Padangi), Bima (Al-Bima), dan lainnya. Banyak anak-anak komunitas Banjar yang lahir dan besar di sana. Hingga akhirnya mereka banyak yang menjadi imam masjid, pemberi fatwa (mufti), guru-guru, dan yang lainnya.

09 June 2018

Manfaat Membayar Zakat Bagi Umat Islam

Manfaat Membayar Zakat Bagi Umat Islam

Zakat diambil dari kata zakkaa, yuzakkii yang berarti membersihkan. Dalam hal ini, yang dibersihkan adalah harta benda. Menurut istilah, zakat adalah mengeluarkan sebagian harta atau bahan makanan pokok menurut ketentuan dan ukuran yang ditentukan oleh syariat Agama Islam.

Bagi umat Islam, zakat adalah kewajiban pribadi (fardu ain) dan termasuk rukun Islam yang ke tiga. Secara umum, zakat dibagi menjadi dua bagian, yaitu zakat harta kekayaan (zakat mal), yaitu sebagian harta yang dikeluarkan dari kekayaan yang dimiliki untuk membersihkannya. Dan zakat fitrah, yaitu sedekah wajib yang harus dikeluarkan oleh semua umat Islam yang dilakukan mulai awal bulan ramadhan hingga sebelum waktu pelaksanaan shalat Iedul Fitri.

Zakat Fitrah
Zakat berupa beras

Manfaat Zakat

Semua yang diperintahkan Allah Swt pasti ada manfaatnya. Begitu juga zakat. Zakat banyak sekali manfaatnya. Manfaat zakat dapat dilihat dari beberapa segi, antara lain :

1. Manfaat dari segi agama.
  1. Menjalankan rukun Islam, 
  2. Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Swt,
  3. Mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, dan 
  4. Merupakan sarana penghapus dosa

2. Manfaat dari segi akhlak.
  1. Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran, dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat. 
  2. Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya
  3. Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.
  4. Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak

3. Manfaat dari segi sosial kemasyarakatan.
  1. Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia
  2. Memberikan dorongan kekuatan bagi kaum muslimin yang berjihad membela agama. Hal ini berhubungan dengan adanya kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah
  3. Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam, dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. 
  4. Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah
  5. Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat.

Pemuda Asal Indramayu Menjadi Imam Tarawih Di Masjid Negara Maroko

Pemuda Asal Indramayu Menjadi Imam Tarawih Di Masjid Negara Maroko

Kembali, pemuda asal Indramayu menorehkan prestasi yang membanggakan di dunia Internasional. Kalau pada bulan Februari 2018 kemarin, seorang Kader Nahdhahul Ulama (NU) dan sekaligus Pimpinan Pesantren Asy- Syafi’iyyah Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jawa Barat, Nasrulloh Afandi, berhasil meraih doktor dengan predikat tertinggi, Summa Cum Laude (Musarrif Jiddan) pada Rabu, 7 Februari 2018 di Fakultas Syariah Universitas al-Qurawiyin Maroko. 

Fadlu Nawawi, Pemuda Desa Kebanggaan Indramayu

Dan baru-baru ini, Fadlu Nawawi seorang pemuda yang berasal dari Desa Wanguk Blok Bunut Kidul, Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu menjadi Imam Tarawih di Masjid Negara Maroko.

Pemuda Asal Indramayu Menjadi Imam Tarawih Di Masjid Negara Maroko
Ahmad Zulky Fadlu (doc. Facebook)
Fadlu Nawawi adalah santri Alumni Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, lulusan tahun 2017, dibawah asuhan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA (Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama periode 2010-2020).

Suatu kebanggaan bagi warga Indramayu, karena memiliki anak muda yang hebat dan menunjukkan kemampuan atau prestasi di negara lain. semoga menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk menunjukkan kemampuannya tidak sebatas menjadi imam tetapi juga berprestasi dibidang lain yang bermanfaat bagi sesama manusia.

07 June 2018

Tradisi Mudik Lebaran Dan Manfaatnya

Tradisi Mudik Lebaran Dan Manfaatnya

Mudik lebaran adalah suatu hal yang sudah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia, yakni kegiatan rutinitas tahunan menjelang Lebaran atau Hari Raya Umat Islam yang sudah menjadi sebuah tradisi. Mudik lebaran yang kita ketahui bersama adalah dimana seseorang yang kehidupannya jauh dari orang tua, saudara ataupun sanak famili di kampung halaman untuk bekerja di suatu daerah atau kota (menjadi perantau) kemudian pada suatu waktu mereka pulang ke kampung halamannya untuk sementara. Dalam bahasa Jawa, mudik berasal dari kata Mulih Disik (pulang dulu) yang maksudnya pulang ke kampung halaman untuk sementara waktu saja. 

Namun masyarakat Betawi mengartikan mudik adalah Kembali ke Udik. Jika orang Jawa hendak pulang ke kampung halaman, maka orang Betawi menyebut mereka akan kembali ke udik. Dari kata tersebut akhirnya secara bahasa mengalami penyederhanaan kata dari "Udik" menjadi "Mudik". 

Tradisi Mudik Lebaran
Arus mudik lebaran
Biasanya mudik ini terjadi sebelum lebaran, mereka pulang ke kampung halaman dengan tujuan untuk menjumpai orang tua, saudara, kerabatnya karena sudah lama tidak bertemu. Pada saat mudik tersebut, mereka memanfaatkan waktunya untuk saling bersilaturrahim kepada orang yang dijumpainya di kampung halaman. Selain itu juga mereka melakukan ziarah ke kuburan sanak keluarganya yang telah tiada. Hal tersebut dilakukan untuk meminta doa restu agar pekerjaan dan kehidupan di perantauan berlangsung baik.

Manfaat mudik lebaran

Selain beberapa tujuan mudik yang sudah disebutkan diatas, Mudik lebaran juga mengandung berbagai manfaat, diantaranya:

1. Menjumpai Orang tua dan keluarga
Saat mudik Lebaran dapat mempertemukan kita dengan orang tua dan keluarga. Karena menemui orang tua merupakan salah satu bentuk bakti kita kepada mereka.

2. Berbagi Rejeki dengan orang lain
Mudik Lebaran juga menjadi kesempatan untuk berbagi rezeki dengan orang lain. Menyisihkan penghasilan untuk dibagikan kepada sanak saudara yang masih anak-anak atau belum bekerja. 

3. Ajang saling memaafkan
Hari raya iedul fitri adalah saat yang baik untuk melakukan introspeksi diri atas kekurangan dan kesalahan selama ini, baik kepada sesama maupun kepada diri sendiri. 

4. Mempererat ukhuwah
Mudik Lebaran juga menjadi saat yang sangat tepat untuk bertemu teman-teman lama dan menjalin komunikasi kembali dengan mereka. Saling berkunjung ke rumah saudara, tetangga atau kerabat ketika hari raya.

Lonjakan arus mudik biasanya terjadi pada satu minggu sebelum lebaran, karena biasanya perusahaan tempat mereka bekerja mulai meliburkan karyawannya. Para pemudik memanfaatkan kendaraan yang mereka miliki seperti sepeda motor, mobil pribadi atau mungkin menggunakan alat transportasi umum yang cukup aman. Tidak hanya itu, biasanya ada perusahaan yang menyiapkan armada khusus bagi karyawannya yang akan mudik ke kampung halaman dengan gratis atau pun dengan tarif yang lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan alat transportasi umum lainnya. 

Karena pentingnya momen mudik lebaran bagi perantau yang mungkin telah meraih kesuksesan hidup di perantauan, hal ini membutuhkan persiapan yang matang agar dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat. Pelaksanaan mudik pun bisa menjadi sumber pendapatan orang lain terutama di jalur-jalur yang dilalui pemudik. Mereka menjajakan makanan dan minuman ringan, tempat istirahat darurat yang menyediakan fasilitas mandi, cuci dan kakus untuk keperluan buang hajat.