Selasa, Juni 01, 2021

Kabupaten Bone, Daerah Bebas Kusta di Indonesia

DAFTAR ISI [Buka]
Anggapan masyarakat jika penyakit kusta merupakan penyakit kutukan adalah anggapan yang salah. Sebenarnya penyakit kusta ditularkan oleh kuman kusta (mycobacterium leprae). Penyakit kusta ini merupakan penyakit yang menular tapi sangat sulit menular. 

Kabupaten Bone merupakan salah satu contoh daerah yang terbebas dari kusta di Indonesia sejak tahun 2020

Berdasarkan survey, dari 100 orang yang terpapar kusta maka hanya 3 orang yang tertular dan perlu diobati. Bagi orang yang pernah terkena kusta dan telah mendapatkan pengobatan hingga tuntas, yakni selam 6 hingga 12 bulan, maka tidak akan menularkan kusta kembali.

Pemberantasan Kusta di Masa Pandemi

Temuan kasus kusta di Kabupaten Bone pada tahun 2019 mengalami penurunan kasus sekitar 55 orang atau sekitar 28% pada tahun 2020. Hal tersebut karena Dinas Kesehatan terus mengkampanyekan tentang pentingnya selalu menggunakan protokol kesehatan seperti layaknya menjaga penularan covid-19. 

Cara penularan penyakit kusta mirip dengan covid-19, yakni melalui ludah, dahak dan melalui saluran pernafasan. Yang membedakan hanya terlihat melalui kondisi fisik penderita, seperti jarinya tidak ada atau kulit terlihat kemerah-merahan melepuh. Untuk pencegahannya pun hampir sama, yakni dengan menerapkan 5 M.
Baca juga:
Oleh karena itu kampanye 5 M dalam penangan kasus kusta di Kabupaten Bone tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Target Indonesia Bebas Kusta

Indonesia merupakan salah satu negara dengan peringkat ketiga total kasus kusta terbesar di seluruh dunia. Oleh karena itu pemerintah menargetkan sejak tahun 2020 dapat memberantas kusta secara menyeluruh di Indonesia meskipun penularan kusta masih terjadi dan angka temuan kasus barunya masih stagnan (dalam keadaan terhenti) sejak 10 tahun terakhir. 

Dalam Talkshow Ruang Publik yang disiarkan langsung melalui channel Youtube bertema "Geliat Pemberantasan Kusta dan Pembangunan Inklusif Disabilitas di Tengah Pandemi" yang menghadirkan Komarudin, S.Sos.M.Kes (Wasor Kusta Kab Bone) dan DR. Rohman Budijanto SH MH (Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi-JPIP Lembaga Nirlaba Jawa Pos yang bergerak di bidang otonomi daerah) menyampaikan jika kampanye pencegahan dan pengendalian kusta akan terus dilaksanakan untuk mengurangi penyebaran kusta meski pernah terhenti akibat pandemi covid-19.

Kabupaten Bone merupakan salah satu contoh daerah yang terbebas dari kusta di Indonesia sejak tahun 2020

Program Kerja Pemerintah Kabupaten Bone

Program kerja yang disusun oleh pemerintah Kabupaten Bone bersama Dinas Kesehatan melalui puskesmas-puskesmas di tiap daerah di Kabupaten Bone untuk mengurangi meluasnya penyakit kusta antara lain:
1. Pemberian obat pencegahan kusta
2. Pemeriksaan penderita kusta
3. Melakukan kegiatan school survey
4. Kampanye eliminasi kusta
5. Intensifikasi gespending

Dalam pemaparannya, Komarudin, S.Sos.M.Kes berpesan agar selalu menjaga protokol kesehatan, dengan begitu selain dapat mencegah dari penyebaran Covid-19 juga dapat mengurangi penularan kusta di Kabupaten Bone. 

Yang tidak kalah pentingnya adalah semangat dan kebersamaan dengan mengedepankan keselamatan bekerja dan ketepatan dalam bertindak sesuai slogan orang Bone, "Ya Tutu Ya Slame, Ya Capa Ya Cilaka", yang memiliki makna "Barang siapa waspada, maka ia akan selamat dan barang siapa yang lalai maka ia akan celaka".

Inisiatif Pemerintah Kabupaten Bone Mengendalikan Kusta

Meskipun upaya deteksi dini penemuan kasus kusta terjadi hambatan karena pandemi Covid-19. Akan tetapi program kusta harus tetap berjalan karena dihawatirkan akan terjadi penularan yang meluas pada masyarakat. 
Baca juga:
Kegiatan pencegahan kusta tetap dilakukan dengan melakukan intensifikasi gespending yang melibatkan kader petugas kesehatan (bidan desa) untuk melakukan pendataan pada masyarakat yang mengalami gejala kusta yang kemudian ditidaklanjuti oleh petugas puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan.

Prevalansi kusta di Kabupaten Bone mengalami stagnan 20 tahun terakhir prevalansi rata-rata 2,5/2000 penduduk. Pada tahun 2020 dimasa pandemi Covid-19 terjadi penurunan yang sangat signifikan hingga 1,7/10.000 penduduk. 

Penyebab penurunannya karena aktivitas tenaga kesehatan dibatasi sehingga tidak semua kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanaakan sehingga penemuan kasus berkurang. Jadi wajar saja jika Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah yang bebas dari kusta.

bm

Seorang blogger amatir yang suka berbagi cerita, informasi dan ilmu pengetahuan melalui tulisan di blog.

30 Comments

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan dan sesuai dengan topik yang dibahas, tidak memasang link hidup serta tidak meninggalkan spam...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...

  1. Strategi yang diterapkan di Bone patut ditiru di wilayah lainnya yang juga banyak penderita kustanya. Meski pandemi, penanganan kusta tetap harus dilakukan, biar tidak menyebar ke mana-mana yya.a...

    BalasHapus
  2. patut banget Bone menjadi daerah yang bisa jadi panutan untuk daerah lainnya yang berhasil memberantas dan penanganan penderi kusta..

    BalasHapus
  3. Pemerintah kudu tegas banget nih ya, aku pengen ikutan edukasi soal kusta semacam ini gitu kak. Biar aware dan melek lagi menjaga diri dan lingkungan wajib banget kan

    BalasHapus
  4. Semoga dengan adanya program mengurangi dan menghilangkan penyakit kusta terealisasi ya kak khusus nya di Kabupaten Bone, daerah asal suami tuh hehe

    BalasHapus
  5. Hebat nih, Kabupaten Bone bebas kusta. Ternyata masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang merah ya di peta sebaran kusta. Semoga semakin banyak yg sembuh ya

    BalasHapus
  6. semoga dengan adanya sosialisasi seperti ini penyakit ini makin berkurang dan bsia diatasi atau dihidnari ya kak, semoga semua masyarakat Bone sehat selalu dan bebas dari semua penyakit apapun itu, aamiin

    BalasHapus
  7. MasyaAllaah, ngga terduga yaa kak. Ternyata Bone udah bebas kusta duluan. Mudah2an menyusul kota dan kabupaten lain di Indonesia sampai Indonesia benar2 bersih dari kusta. aamiin

    BalasHapus
  8. Ooo.. penularannya mirip penularan covid. Berarti prokes yang sekarang diterapkan memang bisa mencegah berbagai macam penyakit ya, termasuk kusta ini. Makasih informasinya.

    BalasHapus
  9. Nggak ngada-ada sih kalau kusta itu dianggap penyakit kutukan. Beberapa desa masih beranggapan demikian karena kurangnya pengetahuan.

    BalasHapus
  10. Setuju nih, walaupun data menyebutkan daerah Bone bebas kusta tapi bukan berarti masyarakatnya tidak peduli dengan penyakit ini, justru harus terus digalakan dan diikuti oleh daerah-daerah lainnnya di Indonesia

    BalasHapus
  11. Semoga wilayah lain di Indonesia pun bebas kusta ya. Sebab dengan sosialisasi yang terus dilakukan, bisa mendukung penderita yang sudah ada gejala untuk lekas berobat agar lekas sembuh

    BalasHapus
  12. kurangnya sosialisasi dan edukasi soal kusta, malah bisa menyebabkan diskriminasi terhadap penderita kusta. Jadi makin terkucilkan aja penyandang kusta. Bukannya berkurang, malah bertambah banyak penderitanya. Makanya penting banget nih banyak pihak terlibat untuk mengeduksi masyarakat tentang kusta.

    Hebat nih strategi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bone... Patut ditiru sama daerah lainnya di Indonesia

    BalasHapus
  13. Miris juga ya kang.. Indonesia menempati posisi ke 3 dengan kasus kusta tertinggi.
    Padahal kusta bisa disembuhkan, namun karena stigma yang terlanjur beredar di masyarakat, penyembuhan agak susah karena penderita sudah minder duluan.

    BalasHapus
  14. Memang benar, Kak. Kadang orang masih menganggap bahwa kusta itu penyakit kutukan sehingga penderita harus dijauhi padahal itu penyakit kulit biasa yang bisa disembuhkan. Syukurlah angka penderita menurun hingga 28% di Bone yang menunju upaya positif selama ini dari pihak terkait. Yang paling penting, penderita yg sudah sembuh mesti mendapat kesempatan yg sama utk berkarya dalam masyarakat utk memajukan bangsa. Salut dengan KBR yg konsisten mengusung kegiatan kreatif dan preventif.

    BalasHapus
  15. Kabupaten Bone ini bisa dijadikan percontohan untuk daerah lain dalam hal usahanya bebas dari kusta, ya. Sehingga Indonesia bisa bebas dari penyakit kusta.

    BalasHapus
  16. Program yang begini nih, semoga ada di setiap Kabupaten di seluruh Indonesia. Sehingga Indonesia benar-benar bebas kusta.

    Dan kita juga harus mendukungnya, agar penderita kusta tidak dikucilkan, tapi harus mendapatkan perawatan di faskes.

    BalasHapus
  17. Bone itu sekitar 2 jam dari kampung halamanku di Maros. Senang karena ada info seperti ini mereka berupaya untuk membebaskan masyarakat dari Kusta yang menular.
    Semoga terus berupaya mereka dan penderitanya juga semangat sembuh.

    BalasHapus
  18. Kaget juga waktu tahu kalau Indonesia masuk peringkat ke-3 di dunia untuk kasus kustanya, Ternyata masih banyak juga ya perlu dibrantas nih

    BalasHapus
  19. Kedepannya semoga makin banyak yg sadar dan mensosialisasikan terkait penyakit kusta ini ya, karna di mata masyarakat masih bnyak yg beranggapan org terkena kusta maka hrus dikucilkan.

    BalasHapus
  20. Wow mantap Kabupaten Bone bebas kusta. Ternyata menular ya tapi sangat sulit menular. Aku baru ngeh nih. Moga aja Kabupaten lain menyusul bebas kusta

    BalasHapus
  21. Kusta memang penyakit menular tapi ternyata penularannya nggak kek kita sakit flu ya. Jadi nggak perlu mengucilkan penderita kusta.

    BalasHapus
  22. kukira kusta di Indonesia itu sudah musnah, ternyata masih ada. Semoga upaya Pemerintah untuk memberantas penyalit ini segera terwujud ya...

    BalasHapus
  23. Semoga dengan adanya edukasi atau artikel-artikel seperti ini bisa menghilangkan stigma negatif terkait kusta di masyarakat bahwa penyakit ini bukan penyakit kutukan dan bisa disembukan selama tidak telat penanganannya karena obatnya juga sudah ditemukan.

    Dan semoga semakin banyak juga daerah yang bisa mengikuti jejak Kabupaten Bone untuk mewujudkan daerah bebas kusta

    BalasHapus
  24. cara penularan kusta mirip dengan covid 19, serem juga yah. Tapi semoga dengan selalu menjaga kebersihan bisa menjadi salah satu usaha bebas kusta

    BalasHapus
  25. keren banget ya Bone
    saat pandemi, malah angka kustanya menurun
    mungkin karena jaga jarak itu kali ya, sehingga menurunkan tingkat penularan dan pertambahan OYPMK

    BalasHapus
  26. Dengan menuliskan tentang penyakit kusta ini di blog turut ambil bagian menyebarluaskan pemikiran bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan,, tetapi penyakit yg disebabkan oleh bakteri. Jd orang dengan penyakit kusta atau penyintasnya, jangan sampai dikucilkan di tengah² masyarakat ya

    BalasHapus
  27. Waduh keren banget nih Kabupaten Bone. Kayaknya kudu ditiru sama daerah-daerah lain deh. Udah saatnya kita sadar soal bahaya kusta, termasuk dengan tidak serta merta meninggalkan mereka para penderita dan kita yang sehat ini, harus tetap jaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan

    BalasHapus
  28. Wah hebat ya Kabupaten Bone sudah bisa bebas dari kusta. Semoga daerah2 lain bisa mengATM program2 yang udah dikerjakan Bone, agar Indonesia lekas bebas kusta. Aamiin.

    BalasHapus
  29. Semoga ya, Indonesia bisa bebas kusta ke depannya. Edukasi nya bisa meluas dan menjangkau seluruh kalangan karena memang penting banget ya kan... Supaya masyarakat bisa lebih aware lagi akan hal ini dan tau apa yang harus dilakukan jika memang terinfeksi penyakit ini

    BalasHapus
  30. Wah agak ngeri juga ya. Penularannya lewat batuk dan dahak gitu seperti penyakit batuk. Kusta emang seperti gak keliatan penderitanya, tapi jangan sampai deh kita kena. Kudu jaga kesehatan agar tetap sehat.

    BalasHapus
avatar
Admin Kang Syahri Online
Welcome to Kang Syahri blog