12 June 2018

Tradisi Lempar Uang Logam Di Jembatan Sewo

Tradisi Lempar Uang Logam Di Jembatan Sewo

Bagi pemudik yang sering melalui jalur pantura Jawa Barat, mungkin menyaksikan deratan warga yang menunggu uang logam yang dilempar oleh pemudik melalui kendaraan yang mereka tumpangi menjadi pemandangan yang sudah tidak asing lagi. Mereka adalah para penyapu uang logam yang berada di Jembatan Sewo. Tradisi lempar uang logam di jembatan sewo seperti itu sudah menjadi tradisi yang cukup lama.

Jembatan Sewo sendiri berada di perbatasan antara Kabupaten Subang-Indramayu, yaitu tepatnya jembatan penghubung Kecamatan Pusakanegara Kabupaten Subang dan Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Jika menjelang Idul Fitri atau arus mudik, biasanya penampakan para penyapu uang logam terlihat begitu banyak. Mungkin terdapat ratusan orang yang menunggu sepanjang jalan mulai dari sebelum dan sesudah jembatan. Dari orang tua hingga anak-anak dengan membawa sebuah sapu yang digunakan yang terbuat dari ranting pohon maupun lidi.

Tradisi Lempar Uang Logam Di Jembatan Sewo
Penyapu uang logam jembatan sewo

Keberadaan penyapu uang logam di jembatan sewo

Mereka duduk di pinggir jalan dengan menggunakan topi sebagai pelindung terik matahari sembari menunggu uang yang dilemparkan oleh pengendara yang melintas. Apabila di hari-hari biasa, para penyapu uang tersebut berada di sekitar jembatan, kini pada arus mudik, keberadaan mereka memanjang puluhan meter sebelum (wilayah Subang) maupun sesudah jembatan (wilayah Indramayu). Padahal dari segi keselamatan, menjadi penyapu uang logam tersebut sangat membahayakan nyawa mereka sendiri. Tiap kali ada penumpang yang melemparkan uang logam, mereka berebut hingga ke bahu jalan.

Keberadaan penyapu uang logam di sekitar jembatan sewo tersebut sudah sejak dulu ada dan aktivitasnya berlangsung setiap hari. Biasanya saat arus mudik dan arus balik lebaran, jumlah penyapu di jembatan Sewo ini tiga kali lipat lebih banyak dari hari biasa. Mengingat, saat arus mudik dan balik, banyak kendaraan yang melintasi jembatan tersebut.

Mitos yang beredar di masyarakat tentang tradisi lempar uang logam di jembatan sewo

Konon, mitos melempar uang logam yang dipercaya untuk mendapatkan keselamatan masih menjadi tradisi di Jembatan Sewo hingga saat ini. Menurut warga sekitar, jembatan Sewo dipercaya angker, karena di jembatan tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas dan menelan korban jiwa. Karena keangkerannya tersebut, sebagian pengendara memilih untuk memberikan sedekah, seperti melemparkan uang logam di jembatan sewo. Menurut mitos, pemberian sedekah tersebut dipercaya sebagai syarat keselamatan dalam perjalanan.

Saya hanyalah seorang blogger amatir yang hanya bisa sedikit menulis, meliput, meng-edukasi dan memberikan informasi melalui internet dan teknologi dengan misi mewujudkan masyarakat yang memiliki budaya membaca melalui media internet

2 komentar

Sampe ada yang tinggal di bawah jembatan ya... apakah semenjanjikan itu, atau memang tak ada pekerjaan yang lain?

Katanya sih penghasilan mereka kalau dihari-hari biasa berkisar antara 25 sampai 30 ribuan, tapi kalau pada saat arus mudik dan arus balik lebaran seperti sekarang, mereka mendapatkan penghasilan hingga 100 ribu lebih. Sebenarnya pekerjaan yang layak itu saya rasa ada, seperti misalnya sebagai buruh tani dan sebagainya. karena kalau saya perhatikan mereka itu ada juga yang masih muda dan memiliki potensi. Tapi ya seperti itulah keadaanya, mereka seolah tidak mau bersusah payah untuk mendapatkan sesuatu dengan bekerja.

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak menempelkan link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...
EmoticonEmoticon