Showing posts with label Administrasi. Show all posts
Showing posts with label Administrasi. Show all posts

26 September 2018

Cara Aktivasi Simpeg (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian)

Cara Aktivasi Simpeg

Kali ini saya akan berbagi cara aktivasi Simpeg yang dapat diakses di laman Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg). Sebagai contohnya saya berikan sampel Simpeg Kabupaten Indramayu dan untuk daerah-daerah yang lain dapat diakses pada laman website yang berbeda.

Sebenarnya aktivasi Simpeg ini dapat dilakukan langsung oleh Pegawai Negeri yang bersangkutan karena Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian ini berlaku untuk seluruh Pegawai Negeri disetiap Instansi Pemerintah, tetapi sering kali Pegawai Negeri yang bertugas di Sekolah-sekolah mempercayakan Operator Sekolah untuk mengerjakan laporan kepegawaian yang bersifat online ini.

Tetapi sebelum itu kita harus tahu terlebih dahulu tentang Simpeg, Simpeg adalah sebuah sistem informasi yang dirancang sebagai solusi untuk menangani berbagai hal dalam pengurusan kepegawaian mulai dari penyimpanan dan pemusatan data secara terkomputerisasi hingga menangani berbagai macam laporan yang berhubungan dengan kepegawaian sehingga memudahkan Pegawai Negeri untuk meningkatkan kebutuhan Administrasi kepegawaian.

Cara Aktivasi Simpeg
Login simpeg

Sistem informasi ini sebagai jawaban terhadap manajemen kepegawaian untuk memantapkan administrasi kepegawaian sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan informasi data pegawai yang cepat, tepat, akuntabel, dan up to date.
Kegiatan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan data kepegawaian dengan rincian sebagai berikut :
  1. Meningkatkan efisiensi, efektifitas, kecepatan dan kualitas layanan terkait dengan Kepegawaian.
  2. Mempercepat penyeragaman dan pembentukan database Kepegawaian, menunjang transparansi pengelolaan Kepegawaian.
  3. Menunjang akuntabilitas kepada para rekanan yang bekerja sama maupun instansi terkait dalam menyajikan informasi yang dapat menunjang tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra.
  4. Memudahkan kerja bagi petugas operasional dalam memasukkan data, karena program yang ada didesain dengan memaksimalkan otomatisasi sistem.
  5. Meningkatkan kualitas dan kecepatan proses penyusunan berbagai laporan yang dibutuhkan baik untuk kepentingan internal maupun laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak eksternal.
  6. Memudahkan dan mempercepat pencarian dan penampilan informasi di bidang pengelolaan Kepegawaian, untuk kepentingan pengambilan keputusan.
Setelah sahabat Operator Sekolah mengetahui tentang Simpeg serta sasaran apa saja yang ingin dicapai, berikutnya adalah bagaimana cara aktivasi Simpeg tersebut. Berikut ini adalah tahapan-tahapannya:
  1. Login terlebih dahulu ke Website Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) kemudian lakukan pendaftaran dengan cara memasukan Username berupa NIP Baru yang dimiliki oleh Pegawai yang bersangkutan dan masukan juga Password yang mudah diingat oleh pegawai itu sendiri tetapi tidak mudah ditebak oleh orang lain. 
  2. Setelah registrasi berhasil, langkah selanjutnya yaitu login dengan menggunakan Username berupa NIP dan Password yang telah didaftarkan sebelumnya.
  3. Langkah selanjutnya kita diarahkan pada halaman beranda yang terdiri dari beberapa Menu utama, diantaranya Menu PNS, Tabulasi, Infografik, Pensiun, Download, Profil PNS, Kolom pencarian PNS dan SKPD serta menu untuk Logout dan Ganti Password.
  4. Untuk menambahkan berkas-berkas kelengkapan Pegawai, kita dapat mengunggahnya melalui Menu Berkas PNS yang ada didalam sub menu PNS.
  5. Unggah seluruh berkas yang diperlukan, diantaranya Foto Copy Konversi NIP baru, Pass Foto (jpg, png), SK CPNS, SK PNS, SK Akhir, Karpeg, KTP, NPWP dan, Ijazah terakhir.
  6. Setelah seluruh berkas sudah terupload, kemudian klik tombol Simpan Berkas yang berada dibawahnya. secara otomatis berkas-berkas tersebut tersimpan di server.
  7. Langkah berikutnya kita diminta untuk melengkapi Data Induk Pegawai tersebut, diantaranya Data Umum yang berisikan Profil dari pegawai, Anak, Sutri, Golongan, Jabatan, Diklat, Pendidikan, Kursus, tanda Jasa, Angka Kredit dan Hukuman Disiplin dengan cara klik Pada menu Tambah Data
  8. Untuk mengetahui apakah data yang sudah kita kirim ke server udah lengkap atau belum, kita dapat mengetahuinya dengan cara klik Profil PNS yang nanti kita akan dapat menyimpannya dalam bentuk format Pdf. 
Demikian cara aktivasi Simpeg, semoga apa yang saya bagikan kali ini bermanfaat untuk sahabat Operator Sekolah semua guna mempermudah dalam pengerjaan pelaporan kepegawaian yang bersifat online

22 September 2018

Contoh Surat Keterangan Kelahiran

Contoh Surat Keterangan Kelahiran

Kali ini saya akan berbagi administrasi kependudukan yaitu surat keterangan lahir. Surat keterangan lahir biasnya dibuat oleh pemerintah kelurahan setampat atau rumah sakit bersalin, dokter atau bidan dimana bayi tersebut dilahirkan.

Nah yang mau saya bagikan kali ini adalah contoh surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pemerintah desa setempat.

Contoh Surat Keterangan Kelahiran
Contoh surat keterangan kelahiran

Barangkali diantara anda ada yang membutuhkan untuk pengadministrasian atau pelengkap persyaratan apa pun saya akan memberikan contohnya. Untuk mengunduhnya silahkan Klik disini

Semoga contoh surat keterangan kelahiran ini bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya sebagai referensi atau pelengkap administrasi.

04 September 2018

Cara Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)

Cara Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)

Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6 - 21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. PIP merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

PIP sendiri merupakan kerja sama tiga kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag). PIP ini dirancang dengan tujuan untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar). Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Cara Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)
Siswa Penerima Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)

Siapa sajakah yang berhak menerima PIP?

PIP diperuntukkan bagi anak berusia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun dengan perioritas antara lain :
A. Peserta didik pemegang KIP
B. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus seperti :

  1. Peserta didik dari keluarga Peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
  2. Peserta didik dari keluarga pemegang KKS
  3. Peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan.
  4. Peserta didik yang terkena dampak bencana alam.
  5. Peserta didik yang tidak bersekolah (drofout) yang diharapkan kembali bersekolah.
  6. Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada dilembaga pemasyarakatan, memiliki labih dari 3 (tiga) saudara yang tinggal serumah.
  7. Peserta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya.
C. Peserta didik SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang Pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan pelayaran/kemaritiman.

Sesuai Surat Edaran Mendikbud No. 2 Tahun  2018, Tanggal 12 Maret 2018, tentang percepatan Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2016 dan Tahun 2017, Ditjen Dikdasmen mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

  1. PIP Tahun 2015 dan Tahun 2016, Bank Penyalur wajib mempercepat pencairan dan aktivasi, serta mengembalikan sisa saldo dana PIP yang belum dicairkan ke kantor Kas Negara, pertanggal 30 Juni 2018 dan melaporkan kepada Kuasa Pengguna Angaran (KPA).
  2. PIP Tahun 2017, Bank Penyalur wajib mempercepat penyaluran, pencairan dan aktivasi dana PIP sampai akhir Nopember Tahun 2018, serta mengembalikan sisa saldo dana PIP yang belum dicairkan ke Kantor Kas Negara, per 15 Desember 2018 dan melaporkan kepada KPA.
  3. Dana PIP Tahun 2018, Bank Penyalur wajib melakukan percepatan penyaluran , pencairan dan aktivasi dana PIP sampai akhir Desember 2018 sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan membuat laporan bulanan disampaikan kepada KPA.  
1. Aktivasi Rekening

  • Surat Keterangan Kepala Sekolah 
  • Membawa KTP orang tua
  • Membawa KK orang tua
  • Jika Wali murid / orang tua siswa tidak dapat hadir maka dapat diwakili oleh Kepala Sekolah dengan membawa KTP dan SK  Pengangkatan Kepala Sekolah
  • Mengisi Formulir Pembukaan /aktivasi rekening tabungan Simpanan Pelajar di bank penyalur.
2. Penarikan Dana
a. Penarikan Dana oleh Siswa

  • Membawa buku tabungan Simpanan Pelajar (simpel) dan / atau KIP ATM
  • Surat keterangan dari kepala sekolah
  • Harus didampingi oleh wali murid
b. Penarikan Dana secara Kolektif

Pengambilan Dana secara kolektif dapat dilakukan jika memenuhi salah satu kondisi sebagai berikut :
1. Penerima PIP bertempat tinggal didaerah yang kondisinya sulit untuk mengakses bank/lembaga          penyalur seperti ;

  • Tidak ada kantor Bank /lembaga penyalur di kecamatan sekolah /tempat tinggal  peserta didik
  • Kondisi geografis yang menyulitkan seperti di daerah kepulauan, pegunungan dan pedalaman
  • Jarak dan waktu tempuh terlalu jauh
2. Penerima PIP bertempat tinggal di daerah yang kondisi transportasinya sulit, seperti;

  • Biaya relatif terlalu besar
  • Armada transportasi terbatas.
3. Penerima PIP tidak memungkinkan untuk mengambil dana secara langsung dan seperti;

  • Sedang sakit yang menyebabkan peserta didik tidak dapat melakukan aktivitas normal
  • Sedang mengalami bencana alam/cuaca buruk 
  • Hambatan lainnya tidak terduga
4. Penerima PIP yang diundang dalam acara kunjungan kerja pemerintah.
Dana yang sudah dicairkan secara kolektif harus segera diberikan kepada peserta didik atau secara kolektif di bank penyalur, harus dengan kondisi sebagai berikut ;

  • Tidak ada pemotongan dalam bentuk apapun 
  • Saldo minimal rekening tabungan adalah Rp. 0,00
  • Tidak dikenakan biaya administrasi perbankan

Pembatalan KIP dapat dilakukan karena :
1. Perubahan data PBDT (Pemutakhiran Basis Data Terpadu)
    Mekanisme pembatalan sebagai berikut :

  • Kementrian yang menangani bidang pendidikan melalui direktorat teknis terkait memilah data hasil pemadanan PBDT dengan dapodikdasmen untuk melihat peserta didik yang keluarganya sudah tidak tercatat lagi di dalam PBDT;
  • Kementrian yang menangani bidang pendidikan melalui KPA menerbitkan SK pembatalan berdasarkan hasil pemilahan data sebagaimana pada huruf a.
2. Usulan pembatalan dari Dinas  
    Mekanisme pembatalan sebagai berikut ;

  1. Kepala sekolah melakukan identifikaasi atas status siswa penerima KIP;
  2. Apabila hasil identifikasi ditemukan peserta didik telah meninggal, putus sekolah, tidak diketaui keberadaannya, menolak menerima KIP, maka kepala sekolah melaporkan status siswa tersebut kepada dinas pendidikan provinsi /kabupaten/kota;
  3. Dinas pendidikan provinsi/kabupaten /kota melkukan validasi atas laporan dsri kepala sekolah dimaksud pada huruf b diatas.
  4. Apabila pemerintah daerah telah mengeluarkan peraturan yang menyebabkan peserta didik tidak memungkinkan untuk menerima KIP, maka dinas pendidikan provinsi/kabupaten/ kota melaporkan kedirektorat terkait sebagai rekomendasi untuk pembatalan KIP.
  5. Kementrian yang menangani bidang pendidikan melalui KPA menerbitkan SK pembatalan berdasarkan rekomendasi pada huruf c dan huruf d;
  6. Pejabat pembuat Komitmen mengembalikan dana PIP ke kas Negara berdasarkan SK Pembatalan.
Untuk melengkapi dalam proses Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) anda dapat mendownload file yang sudah saya siapkan untuk anda unduh melalui link-link berikut ini :

19 March 2018

Download Lengkap Jurnal PKL SMK Jurusan TKJ

Download Lengkap Jurnal PKL SMK Jurusan TKJ

Praktik Kerja Lapangan adalah suatu bentuk penyelenggaraan Pendidikan Keahlian yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja, terarah untuk mencapai  suatu tingkat keahlian tertentu.

Salah satu tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah menyiapkan peserta didik sebagai tenaga kerja tingkat menengah yang trampil, terdidik dan profesional serta mampu mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Untuk mencapai tujuan tersebut penyelenggaraan pendidikan dilakukan dengan sistem ganda, yaitu penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan memadukan antara pembekalan aspek normatif, adaptif dan dasar produktif di sekolah dengan pembekalan aspek produktif serta spesialisasi di Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI).

Jurnal PKL SMK Jurusan TKJ
Contoh Jurnal PKL SMK
PKL sebagai suatu bentuk pembelajaran yang dilakukan di Dunia Usaha/Dunia Industri perlu senantiasa diawasi pelaksanaannya agar kegiatan tersebut benar-benar terarah dan sesuai dengan ide dasarnya.  Di sisi lain guru sebagai pembimbing tidak mungkin mengikuti perkembangan peserta didik secara rutin di Dunia Usaha/Dunia Industri dengan berbagai pertimbangan.

Pembelajaran di SMK dirancang dengan pendekatan berbasis pada kompetensi, pendekatan berbasis pada produksi dan pendekatan berbasis di dunia kerja. Pembelajaran berbasis pada kompetensi adalah pembelajaran yang ditekankan untuk membekali kompetensi secara tuntas kepada peserta didik yang mencakup aspek sikap (attitude), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill). Pembelajaran berbasis produksi adalah pembelajaran yang ditekankan pada perolehan hasil belajar berupa barang jadi atau jasa sesuai dengan standar Dunia Industri/Dunia Usaha. Sedangkan pembelajaran berbasis di dunia kerja mengarahkan peserta didik dapat meningkatkan kompetensinya melalui dunia kerja. 

Pembelajaran di dunia kerja ini, peserta didik harus melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan persyaratan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Pada dasarnya Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu model penyelenggaraan pendidikan yang memadukan secara utuh dan terintegrasi kegiatan belajar siswa di sekolah dengan proses penguasaan keahlian kejuruan melalui bekerja langsung di lapangan kerja. Metode tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mencapai relevansi antara pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. 

Harapan utama dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini di samping meningkatkan keahlian profesional siswa agar sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja agar siswa memiliki etos kerja yang meliputi: kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif, kreatif, hasil pekerjaan yang berkualitas, disiplin waktu, dan kerajinan dalam bekerja.

Tujuan Praktik Kerja Lapangan yaitu:

Siswa Peserta PKL
  1. Praktik Kerja Lapangan merupakan pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan di luar kelas/sekolah dengan lingkungan kerja yang sebenarnya dan sebagai bekal bagi para peserta didik untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
  2. Menjalin hubungan dan kerjasama antara Sekolah dengan Dunia Usaha/Dunia Industri.
  3. Meningkatkan efisiensi proses pembelajaran praktik dan latihan bagi peserta diklat, sehingga memiliki pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri.

Manfaat bagi dunia usaha, sekolah dan peserta didik

Kerjasama antara SMK dengan Dunia Usaha/Dunia Industri dilaksanakan dalam prinsip saling membantu, saling mengisi dan saling melengkapi untuk keuntungan bersama. Berdasarkan prinsip ini pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan akan memberi nilai tambah dan manfaat bagi pihak-pihak yang bekerjasama, sebagai berikut :

Manfaat Bagi Dunia Usaha/Dunia Industri
Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan memberi keuntungan yang nyata bagi industri, antara lain sebagai berikut :
  1. Perusahaan dapat mengenal kualitas peserta Praktik Kerja Lapangan yang belajar dan bekerja di industri.
  2. Umumnya peserta Praktik Kerja Lapangan telah ikut dalam proses produksi secara aktif sehingga pada pengertian tertentu peserta Praktik Kerja Lapangan adalah tenaga kerja yang memberi keuntungan.
  3. Perusahaan dapat memberi tugas kepada peserta Praktik Kerja Lapangan untuk kepentingan perusahaan sesuai kompetensi dan kemampuan yang dimiliki.
  4. Selama proses pendidikan melalui kerja industri, peserta Praktik Kerja Lapangan lebih mudah diatur dalam hal disiplin berupa kepatuhan terhadap peraturan perusahaan. Karena itu, sikap peserta Praktik Kerja Lapangan dapat dibentuk sesuai dengan ciri khas tertentu industri.
  5. Memberi kepuasan bagi dunia usaha/dunia industri karena diakui ikut serta menentukan hari depan bangsa melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Foto bersama guru dan peserta PKL
Manfaat Bagi Sekolah
Tujuan pendidikan untuk memberi keahlian professional bagi peserta didik lebih terjamin pencapaiannya. Terdapat kesesuaian yang lebih pas antara program pendiddikan dengan kebutuhan lapangan kerja (sesuai dengan prinsip Link and Match). Memberi kepuasan bagi penyelenggaraan pendidikan sekolah karena tamatannya lebih terjamin memperoleh bekal yang bermanfaat, baik untuk kepentingan tamatan, kepentingan dunia kerja, dan kepentingan bangsa.

Manfaat Bagi Peserta Didik
Hasil belajar peserta Praktik Kerja Lapangan akan lebih bermakna, karena setelah tamat akan betul-betul memiliki keahlian profesional sebagai bekal untuk meningkatkan taraf hidupnya dan sebagai bekal untuk pengembangan dirinya secara berkelanjutan. Keahlian profesional yang diperoleh dapat mengangkat harga diri dan rasa percaya diri tamatan, yang selanjutnya akan mendorong mereka untuk meningkatkan keahlian profesionalnya pada tingkat yang lebih tinggi.

Untuk itulah selain adanya pengawasan langsung dari Pembimbing Dunia Usaha/Dunia Industri, maka keberadaan Jurnal PKL merupakan perangkat yang diharapkan dapat menjadi acuan kegiatan dan rekaman aktivitas peserta didik selama di Dunia Usaha/Dunia Industri. Atas dasar pola pikir tersebut di atas, maka Jurnal Praktik Kerja Lapangan ini akan sangat membantu jika peserta didik dengan bimbingan guru dan pihak Dunia Usaha/Dunia Industri memahami dan secara teratur mengisinya.