19 March 2018

Pendidikan Karakter Jangan Dibebankan Sekolah

Pendidikan Karakter Jangan Dibebankan Sekolah

Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Daryanto meminta masyarakat tidak membebankan pendidikan karakter hanya ke sekolah. Menurut dia keluarga dan masyarakat juga punya tanggung jawab yang sama. "Harus bergerak serentak, bersama-sama dan berimbang dari tri sentra pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat," ujar dia. Dengan demikian, kata Daryanto, tanggung jawab pendidikan bukan dibebankan kepada sekolah semata. Pergerakan awal justru dimulai dari lingkungan keluarga.

"Interaksi kasih sayang murid dengan orang tua, sanak saudara, dan kakek nenek itu juga menentukan. Setelah itu, baru kondisi lingkungan masyarakat pun harus menunjang," katanya. Ia menyebut tentang prinsip saling asah, asih, dan asuh dalam dunia pendidikan yang harus dapat terlaksana dengan baik. "Begitu juga suasana belajar mengajar juga sudah berjalan kembali dan kondusif," katanya.

Pendidikan Karakter Jangan Dibebankan Sekolah

Daryanto menambahkan pelaku kekerasan adalah orang tua siswa dan bukan siswa. Dengan demikian, siswa tetap menjalani pendidikan di sekolah seperti biasa dan diberi pembinaan oleh guru dibantu Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bolaang Mongondow.

Kasus penganiyaan Asri Tampi berawal dari isu alat tes kehamilan yang beredar di kalangan siswa. Sejumlah siswa pun dipanggil, termasuk P, anak dari pelaku yang menganiaya Astri, berinisial DP (41) alias M. M pun kemudian dipanggil karena anaknya diduga mengunggah foto alat tes kehamilan yang seharusnya tidak menjadi perbincangan pada usia mereka. Saat anaknya diminta untuk menandatangani surat pernyataan, M pun emosi serta mengancam, lantas menendang meja kaca di depannya.

Berita ini di sitat dari laman Liputan6. Untuk melihat artikel aslinya silakan KLIK DISINI,
Sumber Gambar: Liputan6

Saya hanyalah seorang blogger amatir yang hanya bisa sedikit menulis, meliput, meng-edukasi dan memberikan informasi melalui internet dan teknologi dengan misi mewujudkan masyarakat yang memiliki budaya membaca melalui media internet

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak menempelkan link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...
EmoticonEmoticon