22 August 2018

Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019

Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 

Sistem Aplikasi Dapodikdasmen adalah aplikasi penjaring data pokok pendidikan pada kelompok jenjang pendidikan dasar di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Entitas data pokok tersebut meliputi sekolah termasuk sarana dan prasarana, Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Peserta Didik dan Proses Pembelajaran di dalam rombongan belajar (Rombel). Berdasarkan Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011 serta Surat Edaran Menteri mengenai aplikasi pendataan di lingkungan Kemendikbud, dinyatakan bahwa Aplikasi Dapodikdasmen merupakan aplikasi resmi yang digunakan untuk menjaring data pokok pendidikan dasar.

Data dari Aplikasi Dapodikdasmen akan digunakan sebagai acuan data dalam program-program Kemendikbud di tingkat pendidikan dasar seperti: pemberian Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), tunjangan guru, Ujian Nasional, dan programprogram lainnya. Oleh karena itu sekolah harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendataan Dapodikdasmen. Data Aplikasi Dapodikdasmen digunakan sebagai acuan data dalam programprogram Kemendikbud di tingkat pendidikan dasar. Apabila sekolah tidak berpartisipasi aktif, maka sekolah akan rugi karena data milik mereka tidak akan sampai ke Kemendikbud. Sekolah tersebut otomatis tidak akan tersentuh program-program Kemendikbud.

Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019
Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 

Dan sudah menjadi agenda rutinitas tahunan bahwa setiap pergantian tahun ajaran di sekolah maka akan diikuti dengan pergantian versi Aplikasi Dapodikdasmen dari versi lama ke versi yang baru. Pembaruan Aplikasi Dapodikdasmen ini dilakukan secara terus-menerus dengan upaya untuk selalu meningkatkan kualitas data Dapodik dan juga upaya untuk mengakomodasikan regulasi yang berlaku, yaitu aturan yang baru terbit pada tahun 2018 seperti Permendikbud No 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang Sederajat dan Permendikbud No 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Pembaruan juga dilakukan untuk menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Akhirnya pada tahun ajaran 2018/2019 ini, Dapodikdasmen telah menyelesaikan proses pengujian aplikasi Dapodikdasemen versi baru yang digunakan pada Tahun Ajaran 2018/2019 sesuai dengan jadwal. Maka pada kesempatan ini bertepatan dengan peringatan Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia telah dirilis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 dimana terdapat perubahan yang cukup signifikan dengan penggunaan database versi baru, pembaruan beberapa fitur dan juga penambahan fitur baru, validasi data, serta perbaikan beberapa bug versi sebelumnya. Sejak dirilisnya Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 ini, maka Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2018, 2018.b patch 1 dan patch 2) dinyatakan tidak berlaku dan tidak dapat digunakan lagi.

Secara teknis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 telah menggunakan database yang baru, oleh karenanya Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2018, 2017b patch 1 dan patch 2) tidak dapat langsung di upgrade ke Dapodikdasmen versi 2019, akan tetapi harus melakukan install ulang dan registrasi ulang. Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 hanya dirilis dalam bentuk INSTALLER dan tidak ada versi UPDATER.


Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019:


  1. [Pembaruan] Penambahan referensi Kurikulum 2013 Revisi
  2. [Pembaruan] Penamaan siswa dengan huruf kapital di awal kata
  3. [Pembaruan] Penambahan referensi Kurikulum Sekolah Perjanjian Kerjasama (SPK)
  4. [Pembaruan] Penambahan referensi Kepanitiaan Sekolah
  5. [Pembaruan] Penambahan referensi tugas tambahan Bendahara BOS
  6. [Pembaruan] Migrasi hasil integrasi PPDB ke dalam database Dapodikdasmen
  7. [Pembaruan] Proses kelulusan bersama untuk siswa tingkat akhir
  8. [Pembaruan] Penambahan peringatan dini saat penghapusan data yang berkaitan dengan tunjangan profesi guru
  9. [Pembaruan] Penambahan dan mengkadaluarsakan (meng-expired-kan) referensi tugas tambahan guru
  10. [Pembaruan] Penambahan referensi prasarana: lapangan, kantin dan lapangan parkir
  11. [Pembaruan] Penyatuan Database Dikdas dan Database Dikmen
  12. [Pembaruan] Mewajibkan sekolah memilih Kurikulum 2013 untuk rombongan belajar dengan tingkat 1, 7 dan 10 di semua jenjang
  13. [Pembaruan] Panambahan tabulasi pada Menu Validasi Lokal untuk mengecek referensi yang terikat dengan data sekolah, GTK, Peserta Didik, Sarpras dan Rombel
  14. [Pembaruan] Penambahan validasi dengan status warning untuk mengecek jumlah rombel berdasarkan rasio jumlah peserta didik
  15. [Pembaruan] Penambahan validasi dengan status warning untuk peserta didik SD yang berumur di bawah 5 tahun 6 bulan terhitung dari tanggal 01 Juli 2018
  16. [Pembaruan] Penambahan validasi dengan status invalid untuk semua TMT pada rincian GTK jika selisih tanggal lahir < 15 tahun dari TMT tersebut
  17. [Pembaruan] Penambahan fitur web service untuk digunakan oleh aplikasi selain Dapodikdasmen guna kepentingan sekolah
  18. [Perbaikan] Perubahan alur pengisian untuk KIP dan PIP pada peserta didik
  19. [Perbaikan] Penonaktifan tambah Peserta Didik Baru untuk jenjang SMP, SMA dan SMK Reguler (kecuali daerah khusus)
  20. [Perbaikan] Isian secara otomatis untuk sarana yang berada dalam prasarana sesuai standar prasarana
  21. [Perbaikan] Perbaikan pada security aplikasi
  22. [Perbaikan] Penyesuaian aplikasi dengan strukur database terbaru (versi 2.80)
Proses tarik dan tambah data peserta didik dapat dilakukan pada laman yang baru, yaitu laman Kelola Data Sekolah. Panduan penggunaan Aplikasi Dapodikdasmen dan Laman Kelola Data Sekolah telah dideskripsikan pada Buku Panduan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.

Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 

Untuk memulai instalasi Aplikasi Dapodikdasmen 2019, ada baiknya anda perhatikan beberapa hal penting berikut ini:

  1. Secara teknis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 telah menggunakan database yang baru, oleh karenanya Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2018, 2017b patch 1 dan patch 2) tidak dapat langsung di upgrade ke Dapodikdasmen versi 2019, akan tetapi harus melakukan install ulang dan registrasi ulang. Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 hanya dirilis dalam bentuk INSTALLER dan tidak ada versi UPDATER
  2. Perhatikan spesifikasi minimum perangkat komputer yang akan dipasang Aplikasi Dapodikdasmen 2019.
  3. Siapkan Kode Registrasi Dapodik. Pastikan sekolah sudah memiliki kode registrasi dan akun yang akan digunakan dalam proses instalasi. Kode registrasi diperoleh melalui admin Dapodikdasmen Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk jenjang SD/SMP dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk jenjang SMA/SMK/SLB.
  4. Unduh Aplikasi Dapodik di http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/unduhan.
  5. Generate Prefill Aplikasi Dapodik.
  6. Pastikan Pengaturan Waktu pada Komputer sudah benar.
  7. Non-Aktifkan Program Keamanan pada Perangkat Komputer

Langkah-langkah Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 

Jika seluruh tahapan instalasi telah dilakukan, langkah selanjutnya yaitu memulai melakukan instalasi dengan menjalankan file full installer yang telah diunduh. Panduan ini menggunakan Aplikasi Dapodik Versi 2019. Proses instalasi dengan status normal akan berlangsung cukup lama yaitu sekitar 15 menit. Selengkapnya ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Siapkan file installer yang sudah diunduh. Sebelum melakukan instalasi, sangat disarankan untuk menutup program lainnya.
  2. Klik ganda file installer, jika muncul security warning, pilih “Yes” atau untuk komputer dengan sistem operasi windows dengan versi tertentu, klik “Run Anyway”. Selanjutnya akan ditampilkan tampilan jendela aplikasi Dapodik, pilih “Lanjut”.
  3. Pada jendela perjanjian persetujuan, pilih “Saya Setuju” dan klik “Lanjut”. Selanjutnya pada jendela “Pilih lokasi tujuan” dan secara default otomatis akan mengarahkan lokasi instalasi di “C:\Program Files(x86)\Dapodik”. Pilih “Lanjut”.
  4. Pilih folder Start Menu. Secara default, sistem akan otomatis mengisi “Dapodik”. Pilih “Lanjut”.
  5. Masuk ke jendela persiapan memasang aplikasi Dapodik, klik “Pasang” untuk memulai proses instalasi aplikasi.
  6. Proses instalasi Aplikasi Dapodikdasmen sedang berjalan. Tunggu hingga proses pemasangan ini selesai.
  7. Untuk mengakhiri proses pemasangan Aplikasi Dapodikdasmen, klik “Selesai”.
  8. Setelah proses instalasi maka akan muncul ikon Aplikasi Dapodikdasmen di halaman desktop. Klik ganda pada ikon untuk membuka aplikasi.

Baca juga : Cara menambahkan kop sekolah pada aplikasi dapodikdasmen 2019

Terakhir, lakukan proses Registrasi Dapodik dengan cara offline maupun online dengan menggunakan kode registrasi yang digunakan pada aplikasi dapodik sebelumnya atau Kode registrasi diperoleh melalui admin Dapodikdasmen Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk jenjang SD/SMP dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk jenjang SMA/SMK/SLB, email aktif dan jangan lupa juga gunakan pasword yang mudah diingat oleh operator sekolah sendiri. Demikianlah Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019. Semoga dengan mempelajari panduannya secara teliti dapat mempermudah pengerjaannya.

Sumber : dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id

15 June 2018

Ketupat, Simbolisasi Hari Raya Idul Fitri

Ketupat, Simbolisasi Hari Raya Idul Fitri


Informasi kali ini kami akan membagikan mengenai Ketupat, Simbolisasi Hari Raya Idul Fitri, berikut ulasannya : Salah satu tradisi yang masih lekat hingga sekarang pada saat lebaran adalah bersilaturahim bersama keluarga sambil menikmati ketupat yang dipadukan dengan opor ayam. Dalam tradisi Jawa, perayaan lebaran biasanya dibuat agar lebih meriah dengan membuat ketupat yang disajikan dengan opor ayam. Tentu saja menjadikan kedua makanan lebih nikmat.

Ketupat sendiri merupakan nasi lontong yang dikemas di dalam janur (daun kelapa muda) yang dibuat anyaman hingga membentuk segi empat. Biasanya beberapa hari sebelum lebaran, masyarakat memasak ketupat kemudian membagikannya pada keluarga dan kerabatnya. Makanan khas Indonesia ini seakan menjadi menu wajib untuk hidangan berkumpul bersama keluarga saat lebaran.

Filosofi ketupat sebagai simbol hari raya idul fitri yang harus ada

Menurut sejarah, adalah Sunan Kalijaga orang yang pertama kali memperkenalkan ketupat sebagai sajian khas Lebaran. yaitu tepatnya pada abad ke-15 hingga 16 pada saat beliau mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa. Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai bagian dari budaya yang memiliki filosofi Jawa yang melebur dengan nilai ke-Islaman. Konon awalnya ketupat disebut "Kupat", yaitu kependekan dari “ngaku lepat” atau mengaku salah. Yang berarti mengakui kesalahan atas segala perbuatan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja kepada orang lain dan memohon maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya.

Ketupat juga sebagai makanan yang merupakan wujud unik masyarakat Indonesia, karena isiannya yang berupa beras merupakan bentuk dari lambang kesejahteraan dan kemakmuran. Namun ada juga yang mengungkapkan bahwa beras putih melambangkan kebersihan serta kesucian hati. Maka tak heran jika ketupat hanya disajikan di momen-momen tertentu saja seperti lebaran idul fitri.

Ketupat dan opor ayam sepertinya tidak bisa dilepaskan dengan lebaran. Kedua makanan ini selalu dihidangkan di meja makan untuk merayakan hari kemenangan. Hingga saat ini, ketupat menjadi simbolisasi Hari Raya Idul Fitri dan menjadi menu wajib yang hanya dihidangkan pada saat lebaran.

14 June 2018

Takbir Keliling, Tradisi Umat Islam Menyambut Lebaran

Takbir Keliling, Tradisi Umat Islam Menyambut Lebaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengartikan kata ‘Lebaran’ adalah sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Lebaran juga merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, hari yang penuh suka cita dimana kaum muslimin merayakan hari raya Idul Fitri setelah berpuasa satu bulan penuh. 

Banyak tradisi yang kita jumpai pada masyarakat kita untuk menyambut Lebaran atau perayaan hari raya Idul Fitri, baik sebelum Idul Fitri atau sesudahnya yaitu antara lain dengan takbir keliling untuk menyambut lebaran. Takbir adalah seruan atau ucapan untuk meng-Agungkan Kebesaran Allah Swt dengan mengucap "Allahu Akbar" (Allah Maha besar). Takbir dikumandangkan pada malam hari untuk menyambut datangnya Idul Fitri dan Idul Adha.

Takbir Keliling, Tradisi Umat Islam Menyambut Lebaran
Takbir keliling menyambut lebaran

Takbir keliling sebagai bentuk suka cita umat islam dalam menyambut lebaran

Takbir keliling biasa dilakukan dengan pawai di jalan yang diikuti oleh orang dewasa hingga anak-anak. Mereka turut antusias mengikuti kegiatan yang hanya dilakukan dua kali dalam setahun tersebut. Dengan menggunakan pengeras suara, obor, drumband, kentongan, bedug dan alat musik lainnya sebagai pelengkap. Bedug yang ditabuh biasanya diletakkan di atas panggung atau mobil dengan dihias bermacam-macam lampu agar telihat menarik dan unik sambil mengumandangkan kalimat takbir. Namun tidak jarang, takbir keliling juga dihiasi dengan menyalakan berbagai macam petasan dan kembang api yang menambah semaraknya malam lebaran. Suasana malam lebaran pun makin meriah dan menyenangkan. 
Takbir keliling ini biasanya dilakukan ba'da shalat magrib atau tepat saat malam 1 Syawal. Para peserta takbir keliling berjalan beriringan membentuk barisan yang panjang sambil berjalan kaki dan diiringi kendaraan bermotor mengitari pelosok hingga ke ujung kampung dan kembali ke lokasi dimana takbir keliling mulai bergerak.

Tradisi takbir keliling ini masih tetap lestari hingga kini dan semestinya harus terus tetap dipertahankan. Namun tentunya harus sesuai dengan koridor yang berlaku. Jangan sampai tradisi takbir keliling ini malah menjadi ajang keributan bahkan sampai berbuat anarkis. Karena ini adalah salah satu bentuk suka cita umat islam atas kemenangan setelah berpuasa satu bulan penuh di bulan ramadhan dan juga sebagai ajang mempererat toleransi antar warga masyarakat. 

12 June 2018

Tradisi Lempar Uang Logam Di Jembatan Sewo

Tradisi Lempar Uang Logam Di Jembatan Sewo

Bagi pemudik yang sering melalui jalur pantura Jawa Barat, mungkin menyaksikan deratan warga yang menunggu uang logam yang dilempar oleh pemudik melalui kendaraan yang mereka tumpangi menjadi pemandangan yang sudah tidak asing lagi. Mereka adalah para penyapu uang logam yang berada di Jembatan Sewo. Tradisi lempar uang logam di jembatan sewo seperti itu sudah menjadi tradisi yang cukup lama.

Jembatan Sewo sendiri berada di perbatasan antara Kabupaten Subang-Indramayu, yaitu tepatnya jembatan penghubung Kecamatan Pusakanegara Kabupaten Subang dan Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Jika menjelang Idul Fitri atau arus mudik, biasanya penampakan para penyapu uang logam terlihat begitu banyak. Mungkin terdapat ratusan orang yang menunggu sepanjang jalan mulai dari sebelum dan sesudah jembatan. Dari orang tua hingga anak-anak dengan membawa sebuah sapu yang digunakan yang terbuat dari ranting pohon maupun lidi.

Tradisi Lempar Uang Logam Di Jembatan Sewo
Penyapu uang logam jembatan sewo

Keberadaan penyapu uang logam di jembatan sewo

Mereka duduk di pinggir jalan dengan menggunakan topi sebagai pelindung terik matahari sembari menunggu uang yang dilemparkan oleh pengendara yang melintas. Apabila di hari-hari biasa, para penyapu uang tersebut berada di sekitar jembatan, kini pada arus mudik, keberadaan mereka memanjang puluhan meter sebelum (wilayah Subang) maupun sesudah jembatan (wilayah Indramayu). Padahal dari segi keselamatan, menjadi penyapu uang logam tersebut sangat membahayakan nyawa mereka sendiri. Tiap kali ada penumpang yang melemparkan uang logam, mereka berebut hingga ke bahu jalan.

Keberadaan penyapu uang logam di sekitar jembatan sewo tersebut sudah sejak dulu ada dan aktivitasnya berlangsung setiap hari. Biasanya saat arus mudik dan arus balik lebaran, jumlah penyapu di jembatan Sewo ini tiga kali lipat lebih banyak dari hari biasa. Mengingat, saat arus mudik dan balik, banyak kendaraan yang melintasi jembatan tersebut.

Mitos yang beredar di masyarakat tentang tradisi lempar uang logam di jembatan sewo

Konon, mitos melempar uang logam yang dipercaya untuk mendapatkan keselamatan masih menjadi tradisi di Jembatan Sewo hingga saat ini. Menurut warga sekitar, jembatan Sewo dipercaya angker, karena di jembatan tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas dan menelan korban jiwa. Karena keangkerannya tersebut, sebagian pengendara memilih untuk memberikan sedekah, seperti melemparkan uang logam di jembatan sewo. Menurut mitos, pemberian sedekah tersebut dipercaya sebagai syarat keselamatan dalam perjalanan.

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan

Pada artikel kali ini saya akan membagikan sesuatu hal mengenai Hikmah tadarus Al-Qur'an di bulan ramadhan. Namun sebelum melanjutkan pada pokok masalah diatas, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu tentang asal kata tadarus dan pengertiannya. Tadarus berasal dari kata dalam bahasa Arab, yaitu tadaarasa. Bentuk aslinya darasa. Darasal kitab artinya membaca berulang-ulang untuk memahami isinya. Padanan kata dalam bahasa Indonesia adalah kata mengkaji. Maka, tadarus Al-Qur'an adalah mengkaji Al-Qur'an secara cermat dan dilakukan bersama-sama, tidak sendirian. Setidaknya ini menyiratkan bahwa dalam kelompok pengkajian itu ada beberapa orang yang dianggap ahlinya atau sebagai tutor.

Berdasarkan pengertian diatas, tadarus bukan hanya merupakan kegiatan membaca Al-Qur'an, tetapi tadarus Al-Qur'an adalah juga mengkaji makna Al-Qur'an untuk memahami maknanya. Di dalam masyarakat kita, tadarus Al-Qur'an diartikan sebagai kegiatan membaca Al-Qur'an secara bersama-sama di masjid atau mushalla pada bulan ramadhan. Satu orang membaca dan yang lain menyimak dan memperbaiki kesalahan dalam membaca.

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan
Al-Qur'anul Karim


Hukum Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Hukum tadarus Al-Qur'an adalah sunah. Pada bulan ramadhan, tadarus Al-Qur'an mempunyai pahala yang berlipat ganda karena pada bulan tersebut seluruh amal kebaikan dilipat gandakan oleh Allah Swt. Padahal, satu huruf dalam Al-Qur'an dilipat gandakan 10 kali lipat dari hari biasa, namun di bulan ramadhan, satu huruf dalam Al-Qur'an akan mendapat 100 kebaikan. Hal ini seperti disabdakan oleh Rasulallah Saw.

َمَنْقَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf". (H.R. Turmuzi)

Al-Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Rasulullah Saw melalui perantara Malaikat Jibril as yang dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas yang membacanya adalah ibadah. Ia adalah kitab suci kaum muslimin yang bersumber dari Allah Swt. Ia adalah landasan hukum Islam dan pedoman hidup bagi manusia. Al-Qur’an merupakan kitab yang sangat istimewa lagi paripurna yang membacanya adalah ibadah yang sangat mulia dan mempunyai hikmah yang luar biasa.

Hikmah Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Tadarus Al-Quran banyak sekali hikmahnya, antara lain:
  1. Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber petunjuk bagi umat manusia. Untuk mendapatkan petunjuk itu, tidak ada jalan lain kecuali membacanya
  2. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt
  3. Memperbaiki bacaan Al-Qur'an
  4. Hati merasa tenang denga membaca Al-Qur'an
  5. Membaca Al-Qur'an akan mendatangkan kebaikan
  6. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang membaca al-Qur`an
  7. Membaca Al Qur'an akan mendatangkan syafa’at
Masih banyak lagi hikmah tadarus Al-Qur'an terutama di bulan ramadhan. Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil hikmah dari membaca Al-Qur'an.

10 June 2018

Ancaman Allah Pada Orang Yang Tidak Membayar Zakat

Ancaman Allah Pada Orang Yang Tidak Membayar Zakat

Zakat merupakan kewajiban agama dan yang termasuk salah satu rukun Islam yang lima. Oleh karena itu, zakat termasuk dharuriyat (perkara-perkara pasti) dalam agama Islam. Maka barangsiapa mengingkari kewajiban zakat, ia menjadi kafir dan keluar dari agama Islam. Kecuali jika orang tersebut baru masuk Islam, sehingga kebodohannya terhadap hukum-hukum Islam termaafkan. Atau orang itu tinggal di daerah yang jauh dari ulama. 

Tentunya anda masih ingat dengan kisah khalifah Abu Bakar, yang dikisahkan bahwa pada saat awal menjadi khalifah, salah satu prioritas Khalifah Abu Bakar adalah memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Hal ini dikarenakan, orang yang tidak mau membayar zakat sangat berbahaya dan diancam siksa yang sangat pedih dari Allah Swt.

Siapa sajakah orang yang mendapat ancaman dari Allah tersebut?

Dalil dari Al-Qur'an, As Sunnah maupun ijma' kaum muslimin telah nyata menunjukkan bahwa zakat merupakan perkara wajib yang jika seseorang mengingkarinya bisa terjerumus ke dalam jurang kekufuran (murtad). Dia harus bertobat jika ingin kembali diakui lagi sebagai seorang muslim. Jika ia enggan bertobat maka boleh untuk diperangi. Jika kita telah mengetahui betapa besarnya kewajiban berzakat, maka sesungguhnya agama Islam memberikan hukuman tegas terhadap orang yang meninggalkan kewajiban zakat ini. Orang Islam yang telah wajib berzakat, tetapi tidak menunaikannya dan tidak meyakini kewajiban zakat, maka dia murtad dari agama Islam dan menjadi orang kafir. Adapun jika masih meyakini kewajibannya, maka dia telah berbuat dosa besar, namun tidak kafir. 

Orang yang tidak berzakat akan disiksa sampai diputuskan hukuman pada hari kiamat, kemudian ia akan melihat jalannya menuju surga atau neraka. Jika ia telah kafir, maka pasti tidak akan menuju surga. Selain itu penguasa kaum muslimin dapat mengambil secara paksa harta zakat orang yang tidak membayarnya dan separuh hartanya sebagai hukuman terhadap perbuatannya.

Seperti apakah siksa yang didapatkan jika tidak membayar zakat?

Mereka yang bakhil atau membayar namun tidak sesuai kewajibannya maka ia telah berbuat zalim dan akan berhadapan dengan ancaman Allah yang sangat pedih. Sesuai dengan Firman Allah Swt, yang berbunyi : 

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآءَاتَاهُمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرُُّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ  مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَللهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

Artinya: 
"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Q.S: Ali 'Imran: 180).

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda "Barang siapa yang diberi oleh Allah harta kemudian ia tidak membayar zakatnya maka akan dijelmakan harta itu pada hari kiamat dalam bentuk ular yang kedua kelopak matanya menonjol. Ular itu melilitnya kemudian menggigit dengan dua rahangnya sambil berkata: "Aku hartamu aku simpananmu" (H.R. Al-Bukhari).

Seperti itulah akhir perjalanan harta simpanan yang tidak ditunaikan zakatnya. Pemiliknya menyangka, bahwa hartanya akan mengekalkannya atau bermanfaat baginya. Namun ternyata akan menjadi sarana untuk menyiksanya.

Semoga semua kaum muslimin menyadari, bahwa harta merupakan barang titipan, yang harus mereka gunakan sebagaimana yang diatur oleh Pemilik-Nya yang kemudian sewaktu-waktu akan diambil kembali oleh-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing kita selalu berada di atas jalan-Nya.

Pemuda Indonesia Menjadi Imam Masjid Di Makah

Pemuda Indonesia Menjadi Imam Masjid Di Makah

Baru-baru ini ramai beredar lewat aplikasi WhatsApp yaitu tentang pemuda Indonesia yang disebut-sebut menjadi imam Masjidil Haram di Makah, Arab Saudi. Sebenarnya, pemuda yang bernama Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari itu telah lolos mengikuti kegiatan standar uji kompetensi.

Kegiatan yang diikuti Ashal cukup bergengsi dan mempunyai standar luar biasa tinggi karena banyak melalui tahapan serta salah satu pengujinya berasal dari imam Masjidil Haram. Namun dia bukanlah imam Masjidil Haram, melainkan menjadi imam di masjid Birrul Walidain di kawasan Zaidi, Makah. Namun jika melihat potensi yang dimiliki Ashal, bisa jadi suatu saat nanti menjadi imam Masjidil Haram.

Pemuda Indonesia Menjadi Imam Masjid Di Mekah
Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari

Tentang Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari

Sebagaimana diketahui, ada tiga orang yang pernah menjadi imam di masjid yang menjadi pusat ibadah umat Islam ini. Mereka diantaranya ialah Syekh Junaid al-Batawi, Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, dan Syikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Ashal adalah anak angkat atau murid dari salah satu imam Masjidil Haram Syekh, yaitu Dr. Hasan Bukhori. Dia yang lahir di Arab Saudi, dan sudah hafal Al-Qur'an sejak usia 15 tahun kemudian mendapatkan bimbingan dari beberapa syekh di Mekah, dan karena suaranya merdu beberapa kali mendapatkan kesempatan tampil di haflah-haflah dan lomba-lomba.

Dia berasal dari komunitas suku Banjar yang bermukim di kawasan Zaidi, Makah, Arab Saudi. Meski demikian, Ashal masih berkewarganegaraan Indonesia. Karena komunitas Banjar itu sangat dikenal dan Komunitas Banjar ini memang sangat dihormati orang Makah. Seperti Syekh Arsyad al-Banjari, Syekh Nafis al-Banjari di Makah. Di Saudi, selain komunitas Banjar juga banyak komunitas suku lain dari Indonesia yang bermukim di sana. Beberapa di antaranya yakni Jawa (Al-Jawi), Banten (Al-Bantani), Mandailing (Al-Mandali), Padang (Al-Padangi), Bima (Al-Bima), dan lainnya. Banyak anak-anak komunitas Banjar yang lahir dan besar di sana. Hingga akhirnya mereka banyak yang menjadi imam masjid, pemberi fatwa (mufti), guru-guru, dan yang lainnya.

09 June 2018

Manfaat Membayar Zakat Bagi Umat Islam

Manfaat Membayar Zakat Bagi Umat Islam

Zakat diambil dari kata zakkaa, yuzakkii yang berarti membersihkan. Dalam hal ini, yang dibersihkan adalah harta benda. Menurut istilah, zakat adalah mengeluarkan sebagian harta atau bahan makanan pokok menurut ketentuan dan ukuran yang ditentukan oleh syariat Agama Islam.

Bagi umat Islam, zakat adalah kewajiban pribadi (fardu ain) dan termasuk rukun Islam yang ke tiga. Secara umum, zakat dibagi menjadi dua bagian, yaitu zakat harta kekayaan (zakat mal), yaitu sebagian harta yang dikeluarkan dari kekayaan yang dimiliki untuk membersihkannya. Dan zakat fitrah, yaitu sedekah wajib yang harus dikeluarkan oleh semua umat Islam yang dilakukan mulai awal bulan ramadhan hingga sebelum waktu pelaksanaan shalat Iedul Fitri.

Zakat Fitrah
Zakat berupa beras

Manfaat Zakat

Semua yang diperintahkan Allah Swt pasti ada manfaatnya. Begitu juga zakat. Zakat banyak sekali manfaatnya. Manfaat zakat dapat dilihat dari beberapa segi, antara lain :

1. Manfaat dari segi agama.
  1. Menjalankan rukun Islam, 
  2. Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Swt,
  3. Mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, dan 
  4. Merupakan sarana penghapus dosa

2. Manfaat dari segi akhlak.
  1. Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran, dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat. 
  2. Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya
  3. Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.
  4. Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak

3. Manfaat dari segi sosial kemasyarakatan.
  1. Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia
  2. Memberikan dorongan kekuatan bagi kaum muslimin yang berjihad membela agama. Hal ini berhubungan dengan adanya kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah
  3. Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam, dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. 
  4. Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah
  5. Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat.

Pemuda Asal Indramayu Menjadi Imam Tarawih Di Masjid Negara Maroko

Pemuda Asal Indramayu Menjadi Imam Tarawih Di Masjid Negara Maroko

Kembali, pemuda asal Indramayu menorehkan prestasi yang membanggakan di dunia Internasional. Kalau pada bulan Februari 2018 kemarin, seorang Kader Nahdhahul Ulama (NU) dan sekaligus Pimpinan Pesantren Asy- Syafi’iyyah Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jawa Barat, Nasrulloh Afandi, berhasil meraih doktor dengan predikat tertinggi, Summa Cum Laude (Musarrif Jiddan) pada Rabu, 7 Februari 2018 di Fakultas Syariah Universitas al-Qurawiyin Maroko. 

Fadlu Nawawi, Pemuda Desa Kebanggaan Indramayu

Dan baru-baru ini, Fadlu Nawawi seorang pemuda yang berasal dari Desa Wanguk Blok Bunut Kidul, Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu menjadi Imam Tarawih di Masjid Negara Maroko.

Pemuda Asal Indramayu Menjadi Imam Tarawih Di Masjid Negara Maroko
Ahmad Zulky Fadlu (doc. Facebook)
Fadlu Nawawi adalah santri Alumni Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, lulusan tahun 2017, dibawah asuhan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA (Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama periode 2010-2020).

Suatu kebanggaan bagi warga Indramayu, karena memiliki anak muda yang hebat dan menunjukkan kemampuan atau prestasi di negara lain. semoga menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk menunjukkan kemampuannya tidak sebatas menjadi imam tetapi juga berprestasi dibidang lain yang bermanfaat bagi sesama manusia.