Cara Mudah Dapatkan Paket Umroh

Agar dapat melengkapi ibadah yang telah ada. Salah satu ibadah yang selalu diidam-idamkan, akan tetapi tak semua dapat menjalankannya adalah umroh. Dengan mengikuti ibadah umroh ini, Anda akan mengisi akhir tahun dengan lebih bermakna juga berkesan selamanya.

Paket Umroh 2019
Marco Tour & Travel : Umrah dan Haji
Umroh merupakan ibadah yang seringkali disebut sebagai haji kecil. Hal ini karena umroh hanya berbeda sedikit dengan haji regular. Akan tetapi memiliki banyak keuntungan dengan Anda memilih paket umroh . Anda dapat mengisi akhir tahun dengan beribadah dan semakin mendekatkan diri dengan sang pencipta.

Kini banyak biro travel, haji dan umroh yang menawarkan paket akhir tahun. Dengan berbagai macam kelebihan dan keuntungan yang akan didapat oleh para jamaahnya. Paket umroh 2019 menjadi salah satu yang paling banyak dipilih untuk menunaikan ibadah di akhir tahun. Anda akan dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyu.
Umroh menjadi pilihan banyak orang termasuk Anda karena memiliki kelebihan dibandingkan dengan haji regular atau pun haji plus, diantaranya:
  • Tak ada batasan waktu, dengan kata lain dapat dilakukan kapan saja.
  • Biaya lebih kecil.
  • Tak perlu anti kuota hingga belasan tahun pada haji regular.
  • Selesai melakukan ibadah umroh, dapat melakukan wisata ke beberapa tempat ataui negara yang berdekatan dan memiliki sejarah Islam.
  • Waktu yang lebih pendek.
  • Ada yang didampingi atau bersama tokoh agama terkenal atau pun selebriti tanah air.
  • Dan lain-lain.

Dengan begitu banyak kelebihan, maka tak salah jika Anda memilih paket umroh 2019. Sebuah perjalanan ibadah suci yang akan merubah pandangan serta pengetahuan agama Anda. Sebuah perjalanan ibadah yang akan membuat Anda ingin kembali lagi dan lagi. Kerinduan untuk kembali merasakan suasana agama yang begitu kental.

Nikmati berbagai fasilitas terbaik dengan paket umroh 2019.

Umroh merupakan sebuah ibadah yang tak semua orang dapat lakukan karena biaya yang harus dikeluarkan, walaupun masih terbilang dibandingkan dengan haji rugeler. Namun, kini banyak ditawarkan paket khusus yang lebih terjangkau. Paket tersebut biasanya hanya diadakan pada saat-saat tertentu seperti:
  • Bulan Ramadan.
  • Akhir tahun.
  • Menjelang hari raya idul fitri dan idul adha.
  • Liburan panjang.
  • Program bersama tokoh terkenal.

Baca juga : Masjid dalam perjalanan sejarah Islam

Belum lagi jika Anda mengikuti paket umroh 2019 maka bukan hanya harga yang lebih murah juga fasilitas yang terbaik. Fasilitas yang biasa diterima oleh para jamaah umroh beragam tergantung pada paket yang diambilnya. Belum lagi tambahan di akhir kegiatan ibadah, Anda bukan hanya beribadah juga berlibur.

Fasilitas yang biasa diterima dalam suatu paket umroh, diantaranya:
  • Maskapai penerbangan yang berasal dari negara asing.
  • Hotel terbaik seperti bintang 4 dan 5.
  • Transportasi yang selalu siap mengantar para jamaah.
  • Jamuan makanan dengan standar hotel terbaik.
  • Jarak hotel dekat dengan pusat ibadah.
  • Tambahan wisata ke beberapa tempat di negara terdekat. Biasanya dilakukan di akhir perjalanan.

Dengan begitu banyak fasilitas terbaik yang akan Anda akan terima, rasanya tak salah jika segera memilih dan mendaftarkan. Apalagi kini mendekati akhir tahun, sehingga Anda dapat beribadah sekaligus berwisata. Tak perlu menunggu, karena ini saat yang tepat untuk Anda dan juga keluarga.

Untuk mendapatkan paket umroh yang terbaik serta biro perjalanan yang tepat, Anda dapat mengunjungi https://umroh.com/paket/lama-perjalanan/9-hari. Rasakan langsung kenikmatan beribadah di tempat yang paling suci bagi semua umat Islam.

Ketupat, Simbolisasi Hari Raya Idul Fitri

Salah satu tradisi yang masih lekat hingga sekarang pada saat lebaran adalah bersilaturahim bersama keluarga sambil menikmati ketupat yang dipadukan dengan opor ayam. 

Ketupat, Simbolisasi Hari Raya Idul Fitri
Ketupat lebaran
Dalam tradisi Jawa, perayaan lebaran biasanya dibuat agar lebih meriah dengan membuat ketupat yang disajikan dengan opor ayam. Tentu saja menjadikan kedua makanan lebih nikmat.

Ketupat sendiri merupakan nasi lontong yang dikemas di dalam janur (daun kelapa muda) yang dibuat anyaman hingga membentuk segi empat. 

Biasanya beberapa hari sebelum lebaran, masyarakat memasak ketupat kemudian membagikannya pada keluarga dan kerabatnya. Makanan khas Indonesia ini seakan menjadi menu wajib untuk hidangan berkumpul bersama keluarga saat lebaran.

Filosofi ketupat sebagai simbol hari raya idul fitri yang harus ada

Menurut sejarah, adalah Sunan Kalijaga orang yang pertama kali memperkenalkan ketupat sebagai sajian khas Lebaran. yaitu tepatnya pada abad ke-15 hingga 16 pada saat beliau mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa. 

Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai bagian dari budaya yang memiliki filosofi Jawa yang melebur dengan nilai ke-Islaman. Konon awalnya ketupat disebut "Kupat", yaitu kependekan dari “ngaku lepat” atau mengaku salah. 

Yang berarti mengakui kesalahan atas segala perbuatan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja kepada orang lain dan memohon maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya.

Ketupat juga sebagai makanan yang merupakan wujud unik masyarakat Indonesia, karena isiannya yang berupa beras merupakan bentuk dari lambang kesejahteraan dan kemakmuran. 

Namun ada juga yang mengungkapkan bahwa beras putih melambangkan kebersihan serta kesucian hati. Maka tak heran jika ketupat hanya disajikan di momen-momen tertentu saja seperti lebaran idul fitri.

Ketupat dan opor ayam sepertinya tidak bisa dilepaskan dengan lebaran. Kedua makanan ini selalu dihidangkan di meja makan untuk merayakan hari kemenangan. Hingga saat ini, ketupat menjadi simbolisasi Hari Raya Idul Fitri dan menjadi menu wajib yang hanya dihidangkan pada saat lebaran.

Takbir Keliling, Tradisi Umat Islam Menyambut Lebaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengartikan kata ‘Lebaran’ adalah sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. 

Takbir Keliling, Tradisi Umat Islam Menyambut Lebaran
Takbir keliling menyambut lebaran
Lebaran juga merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, hari yang penuh suka cita dimana kaum muslimin merayakan hari raya Idul Fitri setelah berpuasa satu bulan penuh. 

Banyak tradisi yang kita jumpai pada masyarakat kita untuk menyambut Lebaran atau perayaan hari raya Idul Fitri, baik sebelum Idul Fitri atau sesudahnya yaitu antara lain dengan takbir keliling untuk menyambut lebaran

Takbir adalah seruan atau ucapan untuk meng-Agungkan Kebesaran Allah Swt dengan mengucap "Allahu Akbar" (Allah Maha besar). Takbir dikumandangkan pada malam hari untuk menyambut datangnya Idul Fitri dan Idul Adha.

Sebagai bentuk suka cita umat islam

Takbir keliling biasa dilakukan dengan pawai di jalan yang diikuti oleh orang dewasa hingga anak-anak. Mereka turut antusias mengikuti kegiatan yang hanya dilakukan dua kali dalam setahun tersebut. 

Dengan menggunakan pengeras suara, obor, drumband, kentongan, bedug dan alat musik lainnya sebagai pelengkap. Bedug yang ditabuh biasanya diletakkan di atas panggung atau mobil dengan dihias bermacam-macam lampu agar telihat menarik dan unik sambil mengumandangkan kalimat takbir. 

Namun tidak jarang, takbir keliling juga dihiasi dengan menyalakan berbagai macam petasan dan kembang api yang menambah semaraknya malam lebaran. Suasana malam lebaran pun makin meriah dan menyenangkan. 
Takbir keliling ini biasanya dilakukan ba'da shalat magrib atau tepat saat malam 1 Syawal. Para peserta takbir keliling berjalan beriringan membentuk barisan yang panjang sambil berjalan kaki dan diiringi kendaraan bermotor mengitari pelosok hingga ke ujung kampung dan kembali ke lokasi dimana takbir keliling mulai bergerak.

Tradisi takbir keliling ini masih tetap lestari hingga kini dan semestinya harus terus tetap dipertahankan. Namun tentunya harus sesuai dengan koridor yang berlaku. Jangan sampai tradisi takbir keliling ini malah menjadi ajang keributan bahkan sampai berbuat anarkis. 

Karena ini adalah salah satu bentuk suka cita umat islam atas kemenangan setelah berpuasa satu bulan penuh di bulan ramadhan dan juga sebagai ajang mempererat toleransi antar warga masyarakat. 

Hikmah Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Pada artikel kali ini saya akan membagikan sesuatu hal mengenai hikmah tadarus Al-Qur'an di bulan ramadhan. Namun sebelum melanjutkan pada pokok masalah diatas, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu tentang asal kata tadarus dan pengertiannya.

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan
Al-Qur'anul Karim
Tadarus berasal dari kata dalam bahasa Arab, yaitu tadaarasa. Bentuk aslinya darasa. Darasa kitab artinya membaca berulang-ulang untuk memahami isinya. Padanan kata dalam bahasa Indonesia adalah kata mengkaji.

Maka, tadarus Al-Qur'an adalah mengkaji Al-Qur'an secara cermat dan dilakukan bersama-sama, tidak sendirian. Setidaknya ini menyiratkan bahwa dalam kelompok pengkajian itu ada beberapa orang yang dianggap ahlinya atau sebagai tutor.

Berdasarkan pengertian diatas, tadarus bukan hanya merupakan kegiatan membaca Al-Qur'an, tetapi tadarus Al-Qur'an adalah juga mengkaji makna Al-Qur'an untuk memahami maknanya.

Di dalam masyarakat kita, tadarus Al-Qur'an diartikan sebagai kegiatan membaca Al-Qur'an secara bersama-sama di masjid atau mushalla pada bulan ramadhan. Satu orang membaca dan yang lain menyimak dan memperbaiki kesalahan dalam membaca.

Hukum Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Hukum tadarus Al-Qur'an adalah sunah. Pada bulan ramadhan, tadarus Al-Qur'an mempunyai pahala yang berlipat ganda karena pada bulan tersebut seluruh amal kebaikan dilipat gandakan oleh Allah SWT. 

Padahal, satu huruf dalam Al-Qur'an dilipat gandakan 10 kali lipat dari hari biasa, namun di bulan ramadhan, satu huruf dalam Al-Qur'an akan mendapat 100 kebaikan. Hal ini seperti disabdakan oleh Rasulallah Saw.

َمَنْقَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf". (H.R. Turmuzi)

Al-Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Rasulullah Saw melalui perantara Malaikat Jibril AS yang dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Naas yang membacanya adalah ibadah. 

Ia adalah kitab suci kaum muslimin yang bersumber dari Allah SWT. Ia adalah landasan hukum Islam dan pedoman hidup bagi manusia. Al-Qur’an merupakan kitab yang sangat istimewa lagi paripurna yang membacanya adalah ibadah yang sangat mulia dan mempunyai hikmah yang luar biasa.

Hikmah Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Tadarus Al-Quran banyak sekali hikmahnya, antara lain:
  1. Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber petunjuk bagi umat manusia. Untuk mendapatkan petunjuk itu, tidak ada jalan lain kecuali membacanya
  2. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt
  3. Memperbaiki bacaan Al-Qur'an
  4. Hati merasa tenang denga membaca Al-Qur'an
  5. Membaca Al-Qur'an akan mendatangkan kebaikan
  6. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang membaca al-Qur`an
  7. Membaca Al Qur'an akan mendatangkan syafa’at
Masih banyak lagi hikmah tadarus Al-Qur'an di bulan ramadhan. Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil hikmah dari membaca Al-Qur'an.

Ancaman Allah Pada Orang Yang Tidak Membayar Zakat

Zakat merupakan kewajiban agama dan yang termasuk salah satu rukun Islam yang lima. Oleh karena itu, zakat termasuk dharuriyat (perkara-perkara pasti) dalam agama Islam. 

Ancaman Allah Pada Orang Yang Tidak Membayar Zakat
Zakat berupa beras
Maka barang siapa yang mengingkari kewajiban zakat, ia menjadi kafir dan keluar dari agama Islam. Kecuali jika orang tersebut baru masuk Islam, sehingga kebodohannya terhadap hukum-hukum Islam termaafkan. Atau orang itu tinggal di daerah yang jauh dari ulama. 

Tentunya anda masih ingat dengan kisah khalifah Abu Bakar, yang dikisahkan bahwa pada saat awal menjadi khalifah, salah satu prioritas Khalifah Abu Bakar adalah memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat.

Hal ini dikarenakan, orang yang tidak mau membayar zakat sangat berbahaya dan diancam siksa yang sangat pedih dari Allah Swt.

Orang-Orang Yang Mendapat Ancaman Allah

Dalil dari Al-Qur'an, As Sunnah maupun ijma' kaum muslimin telah nyata menunjukkan bahwa zakat merupakan perkara wajib yang jika seseorang mengingkarinya bisa terjerumus ke dalam jurang kekufuran (murtad). Dia harus bertobat jika ingin kembali diakui lagi sebagai seorang muslim. 

Jika ia enggan bertobat maka boleh untuk diperangi. Jika kita telah mengetahui betapa besarnya kewajiban berzakat, maka sesungguhnya agama Islam memberikan hukuman tegas terhadap orang yang meninggalkan kewajiban zakat ini. 
Orang Islam yang telah wajib berzakat, tetapi tidak menunaikannya dan tidak meyakini kewajiban zakat, maka dia murtad dari agama Islam dan menjadi orang kafir. Adapun jika masih meyakini kewajibannya, maka dia telah berbuat dosa besar, namun tidak kafir. 

Orang yang tidak berzakat akan disiksa sampai diputuskan hukuman pada hari kiamat, kemudian ia akan melihat jalannya menuju surga atau neraka. Jika ia telah kafir, maka pasti tidak akan menuju surga. 

Selain itu penguasa kaum muslimin dapat mengambil secara paksa harta zakat orang yang tidak membayarnya dan separuh hartanya sebagai hukuman terhadap perbuatannya.

Siksa Yang Didapat Jika Tidak Membayar Zakat

Mereka yang bakhil atau membayar namun tidak sesuai kewajibannya maka ia telah berbuat zalim dan akan berhadapan dengan ancaman Allah yang sangat pedih. Sesuai dengan Firman Allah Swt, yang berbunyi : 

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآءَاتَاهُمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرُُّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ  مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَللهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

Artinya: 
"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Q.S: Ali 'Imran: 180).

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda "Barang siapa yang diberi oleh Allah harta kemudian ia tidak membayar zakatnya maka akan dijelmakan harta itu pada hari kiamat dalam bentuk ular yang kedua kelopak matanya menonjol. Ular itu melilitnya kemudian menggigit dengan dua rahangnya sambil berkata: "Aku hartamu aku simpananmu" (H.R. Al-Bukhari).

Seperti itulah akhir perjalanan harta simpanan yang tidak ditunaikan zakatnya. Pemiliknya menyangka, bahwa hartanya akan mengekalkannya atau bermanfaat baginya. Namun ternyata akan menjadi sarana untuk menyiksanya.

Semoga semua kaum muslimin menyadari, bahwa harta merupakan barang titipan, yang harus mereka gunakan sebagaimana yang diatur oleh Pemilik-Nya yang kemudian sewaktu-waktu akan diambil kembali oleh-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membimbing kita selalu berada di atas jalan-Nya.

Pemuda Indonesia Menjadi Imam Masjid Di Makah

Baru-baru ini ramai beredar lewat aplikasi WhatsApp yaitu tentang pemuda Indonesia yang disebut-sebut menjadi imam Masjidil Haram di Makah, Arab Saudi. Sebenarnya, pemuda yang bernama Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari itu telah lolos mengikuti kegiatan standar uji kompetensi.

Kegiatan yang diikuti Ashal cukup bergengsi dan mempunyai standar luar biasa tinggi karena banyak melalui tahapan serta salah satu pengujinya berasal dari imam Masjidil Haram. 

Namun dia bukanlah imam Masjidil Haram, melainkan menjadi imam di masjid Birrul Walidain di kawasan Zaidi, Makah. Jika melihat potensi yang dimiliki Ashal, bisa jadi suatu saat nanti menjadi imam Masjidil Haram.

Pemuda Indonesia Menjadi Imam Masjid Di Mekah
Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari

Tentang Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari

Sebagaimana diketahui, ada tiga orang yang pernah menjadi imam di masjid yang menjadi pusat ibadah umat Islam ini. Mereka diantaranya ialah Syekh Junaid al-Batawi, Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, dan Syikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Ashal adalah anak angkat atau murid dari salah satu imam Masjidil Haram Syekh, yaitu Dr. Hasan Bukhori. Dia yang lahir di Arab Saudi, dan sudah hafal Al-Qur'an sejak usia 15 tahun kemudian mendapatkan bimbingan dari beberapa syekh di Mekah, dan karena suaranya merdu beberapa kali mendapatkan kesempatan tampil di haflah-haflah dan lomba-lomba.

Dia berasal dari komunitas suku Banjar yang bermukim di kawasan Zaidi, Makah, Arab Saudi. Meski demikian, Ashal masih berkewarganegaraan Indonesia. Karena komunitas Banjar itu sangat dikenal dan Komunitas Banjar ini memang sangat dihormati orang Makah. 

Seperti Syekh Arsyad al-Banjari, Syekh Nafis al-Banjari di Makah. Di Saudi, selain komunitas Banjar juga banyak komunitas suku lain dari Indonesia yang bermukim di sana. Beberapa di antaranya yakni Jawa (Al-Jawi), Banten (Al-Bantani), Mandailing (Al-Mandali), Padang (Al-Padangi), Bima (Al-Bima), dan lainnya. 

Banyak anak-anak komunitas Banjar yang lahir dan besar di sana. Hingga akhirnya mereka banyak yang menjadi imam masjid, pemberi fatwa (mufti), guru-guru, dan yang lainnya.

Manfaat Membayar Zakat Bagi Umat Islam

Zakat diambil dari kata zakkaa, yuzakkii yang berarti membersihkan. Dalam hal ini, yang dibersihkan adalah harta benda. Menurut istilah, zakat adalah mengeluarkan sebagian harta atau bahan makanan pokok menurut ketentuan dan ukuran yang ditentukan oleh syariat Agama Islam.

Zakat Fitrah

Bagi umat Islam, zakat adalah kewajiban pribadi (fardu ain) dan termasuk rukun Islam yang ke tiga. Secara umum, zakat dibagi menjadi dua bagian, yaitu zakat harta kekayaan (zakat mal), yaitu sebagian harta yang dikeluarkan dari kekayaan yang dimiliki untuk membersihkannya. 

Dan zakat fitrah, yaitu sedekah wajib yang harus dikeluarkan oleh semua umat Islam yang dilakukan mulai awal bulan ramadhan hingga sebelum waktu pelaksanaan shalat Iedul Fitri.

Manfaat Membayar Zakat

Semua yang diperintahkan Allah Swt pasti ada manfaatnya. Begitu juga zakat. Zakat banyak sekali manfaatnya. Manfaat zakat dapat dilihat dari beberapa segi, antara lain :

1. Manfaat dari segi agama.

  1. Menjalankan rukun Islam, 
  2. Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Swt,
  3. Mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, dan 
  4. Merupakan sarana penghapus dosa

2. Manfaat dari segi akhlak.

  1. Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran, dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat. 
  2. Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya
  3. Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.
  4. Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak

3. Manfaat dari segi sosial kemasyarakatan.

  1. Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia
  2. Memberikan dorongan kekuatan bagi kaum muslimin yang berjihad membela agama. Hal ini berhubungan dengan adanya kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah
  3. Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam, dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. 
  4. Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah
  5. Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat.

Pemuda Asal Indramayu Menjadi Imam Tarawih Di Masjid Negara Maroko

Kembali, pemuda asal Indramayu menorehkan prestasi yang membanggakan di dunia Internasional. Kalau pada bulan Februari 2018 kemarin, seorang Kader Nahdhahul Ulama (NU) dan sekaligus Pimpinan Pesantren Asy- Syafi’iyyah Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jawa Barat.

Pemuda Asal Indramayu Menjadi Imam Tarawih Di Masjid Negara Maroko
Ahmad Zulky Fadlu (doc. Facebook)
Nasrulloh Afandi, berhasil meraih doktor dengan predikat tertinggi, Summa Cum Laude (Musarrif Jiddan) pada Rabu, 7 Februari 2018 di Fakultas Syariah Universitas al-Qurawiyin Maroko. 

Fadlu Nawawi, Pemuda Desa Kebanggaan Indramayu

Dan baru-baru ini, Fadlu Nawawi seorang pemuda yang berasal dari Desa Wanguk Blok Bunut Kidul, Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu menjadi Imam Tarawih di Masjid Negara Maroko.

Fadlu Nawawi adalah santri Alumni Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, lulusan tahun 2017, dibawah asuhan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA (Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama periode 2010-2020).

Suatu kebanggaan bagi warga Indramayu, karena memiliki anak muda yang hebat dan menunjukkan kemampuan atau prestasi di negara lain. semoga menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya untuk menunjukkan kemampuannya tidak sebatas menjadi imam tetapi juga berprestasi dibidang lain yang bermanfaat bagi sesama manusia.

Tradisi Mudik Lebaran Dan Manfaatnya

Mudik lebaran adalah suatu hal yang sudah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia, yakni kegiatan rutinitas tahunan menjelang Lebaran atau Hari Raya Umat Islam yang sudah menjadi sebuah tradisi. 

Tradisi Mudik Lebaran
Arus mudik lebaran
Mudik lebaran yang kita ketahui bersama adalah dimana seseorang yang kehidupannya jauh dari orang tua, saudara ataupun sanak famili di kampung halaman untuk bekerja di suatu daerah atau kota (menjadi perantau) kemudian pada suatu waktu mereka pulang ke kampung halamannya untuk sementara. 

Dalam bahasa Jawa, mudik berasal dari kata Mulih Disik (pulang dulu) yang maksudnya pulang ke kampung halaman untuk sementara waktu saja. 

Namun masyarakat Betawi mengartikan mudik adalah Kembali ke Udik. Jika orang Jawa hendak pulang ke kampung halaman, maka orang Betawi menyebut mereka akan kembali ke udik. Dari kata tersebut akhirnya secara bahasa mengalami penyederhanaan kata dari "Udik" menjadi "Mudik". 

Biasanya mudik ini terjadi sebelum lebaran, mereka pulang ke kampung halaman dengan tujuan untuk menjumpai orang tua, saudara, kerabatnya karena sudah lama tidak bertemu. Pada saat mudik tersebut, mereka memanfaatkan waktunya untuk saling bersilaturrahim kepada orang yang dijumpainya di kampung halaman. 

Selain itu juga mereka melakukan ziarah ke kuburan sanak keluarganya yang telah tiada. Hal tersebut dilakukan untuk meminta doa restu agar pekerjaan dan kehidupan di perantauan berlangsung baik.

Manfaat Mudik Lebaran

Selain beberapa tujuan mudik yang sudah disebutkan diatas, Mudik lebaran juga mengandung berbagai manfaat, diantaranya:

1. Menjumpai Orang tua dan keluarga

Saat mudik Lebaran dapat mempertemukan kita dengan orang tua dan keluarga. Karena menemui orang tua merupakan salah satu bentuk bakti kita kepada mereka.

2. Berbagi Rejeki dengan orang lain

Mudik Lebaran juga menjadi kesempatan untuk berbagi rezeki dengan orang lain. Menyisihkan penghasilan untuk dibagikan kepada sanak saudara yang masih anak-anak atau belum bekerja. 

3. Ajang saling memaafkan

Hari raya iedul fitri adalah saat yang baik untuk melakukan introspeksi diri atas kekurangan dan kesalahan selama ini, baik kepada sesama maupun kepada diri sendiri. 

4. Mempererat ukhuwah

Mudik Lebaran juga menjadi saat yang sangat tepat untuk bertemu teman-teman lama dan menjalin komunikasi kembali dengan mereka. Saling berkunjung ke rumah saudara, tetangga atau kerabat ketika hari raya.

Lonjakan arus mudik biasanya terjadi pada satu minggu sebelum lebaran, karena biasanya perusahaan tempat mereka bekerja mulai meliburkan karyawannya. Para pemudik memanfaatkan kendaraan yang mereka miliki seperti sepeda motor, mobil pribadi atau mungkin menggunakan alat transportasi umum yang cukup aman. 

Tidak hanya itu, biasanya ada perusahaan yang menyiapkan armada khusus bagi karyawannya yang akan mudik ke kampung halaman dengan gratis atau pun dengan tarif yang lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan alat transportasi umum lainnya. 

Karena pentingnya momen mudik lebaran bagi perantau yang mungkin telah meraih kesuksesan hidup di perantauan, hal ini membutuhkan persiapan yang matang agar dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat. 

Pelaksanaan mudik pun bisa menjadi sumber pendapatan orang lain terutama di jalur-jalur yang dilalui pemudik. Mereka menjajakan makanan dan minuman ringan, tempat istirahat darurat yang menyediakan fasilitas mandi, cuci dan kakus untuk keperluan buang hajat.

Hikmah Dan Manfaat Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Salah satu ibadah yang sangat disunahkan pada bulan ramadhan adalah shalat tarawih. Salat tarawih berbeda dengan salat sunnah lainnya karena jumlah rakaatnya yang banyak. Kata tarawih berasal dari bahasa Arab. Akar katanya adalah, raha-yaruhu-rahatan. Artinya istirahat. 

Hikmah Dan Manfaat Shalat Tarawih
Shalat tarawih berjamaah
Kata ini dipakai karena salat tarawih bisa diselingi istirahat sejenak. Secara istilah, salat tarawih adalah shalat sunah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan ramadan. Waktunya yaitu sesudah shalat isya' sampai mendekati waktu subuh.

Hukum Salat Tarawih

Hukum Salat Tarawih adalah sunnah muakkad. Artinya, amalan yang sangat dianjurkan dan bahkan mendekati wajib. Awalnya Rasulullah mengerjakan salat ini secara berjamaah di masjid.

Baca juga: 

Hikmah Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Namun, Rasulullah khawatir salat ini akan diwajibkan oleh Allah SWT, dan nantinya akan memberatkan umatnya di akhir zaman. Akhirnya, Rasulullah SAW. mengerjakan salat ini di rumah.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِى قِياَمِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِاَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيْهِ بِعَزِيْمَةٍ فَيَقُوْلُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًاوَاحْتِسَابًاغُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. telah menceritakan bahwasannya Rasulullah SAW. selalu menganjurkan untuk melakukan qiyam (salat sunnah) di bulan Ramadan, tetapi tidak memerintahkan mereka dengan perintah yang tegas (wajib). 

Untuk itu, beliau bersabda, Barang siapa mengajarkan salat (sunnah di malam hari) pada bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala (Allah), niscaya dosa-dosanya yang terdahulu diampuni. (H.R Bukhari dan Muslim)

Hikmah dan Manfaat Shalat Tarawih

Segala perbuatan yang diperintahkan oleh Allah pasti  mempunyai hikmah dan manfaat yang besar. Hikmah shalat Tarawih adalah sebagai berikut.
  1. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt sebab pahalanya oleh Allah Swt pada bulan ramadan seluruh amal kebaikan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.
  2. Menyempurnakan ibadah puasa. Ibadah puasa kita di siang hari akan menjadi sempurna jika malam harinya digunakan beribadah pada Allah Swt.
  3. Mempererat silaturrahmi dan persaudaraan. Umat Islam yang tarawih di masjid menjadi sering bertemu, atau ketika berangkat atau pulang bersama-sama. Hal ini akan menambah persaudaraan.
  4. Syiar islam. Maksudnya, orang-orang non muslim atau orang yang belum mau beribadah dengan baik akan tertarik dengan banyaknya manusia menuju masjid ketika bulan ramadan untuk melaksanakan salat Tarawih.
Jika seorang memahami maksud hikmah dan manfaat dari apa yang dilakukan, maka tentulah ia akan menjalankannya dengan ringan dan senang hati.

Maka begitu pula seorang yang melaksanakan shalat Tarawih, ketika ia benar-benar mampu menghayati hikmah Tarawih, maka ibadah yang terlihat berat ini akan dijalani dengan penuh kekhusyu'an dan hati yang ringan.

Dahsyatnya Kekuatan Masjid

Keberadaan masjid merupakan simbol tumbuhnya semangat dan peradaban baru yang Islami. Para ulama ahli tarikh Islam setidaknya mencatat 13 fungsi masjid untuk mendukung tumbuh dan berkembangnya masyarakat dan peradaban Islam. 

Dahsyatnya Kekuatan Masjid
Dahsyatnya Kekuatan Masjid
Masjid sebagai pusat Taqarub (mendekatkan diri) kepada Allah Swt, pusat untuk membangun ukhuwah dan persaudaraan, pusat untuk membangun kesamaan dan persamaan derajat, pusat untuk musyawarah dan pengambilan keputusan, pusat pendidikan, pengajaran dan pelatihan, pusat dakwah dan syiar Islam, tempat menyantuni musafir dan kaum dhuafa, simbol Islam dan umat Islam, pusat manajemen dan pengendalian umat, serta pusat pemberdayaan ekonomi umat. 

Peran masjid yang begitu lengkap dan terpadu tersebut, dapat kita pahami sebagai bidang-bidang strategis yang dilakukan Rasulullah saw dalam mengembangkan dan memberdayakan umatnya untuk mewujudkan sasaran yang telah ditetapkan Al- Qur'an yaitu menjadi Khairu Ummah atau umat yang terbaik.

Kebangkitan umat Islam menuju peradaban Madinah yang maju pada peristiwa hijrah Nabi Saw berawal dari kekuatan masjid. Sementara, kemunduran umat Islam saat ini sangat dimungkinkan karena umat Islam terlalu menghiraukan kekuatan masjid sebagai aset yang sangat berpotensial. Kekuatan yang dimiliki masjid terdapat pada kekuatan historis, kekuatan spiritual, kekuatan fisik, dan fungsionalisasinya. 

Tantangan keberadaan masjid

Keberadaan masjid saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain keterbatasan pemahaman umat terhadap fungsi dan potensi masjid, lemahnya manajemen dan SDM intitusi masjid, serta terbatasnya kerja sama kemitraan dengan pemerintah dan berbagai pihak yang berkaitan dengan program pemberdayaan umat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, apabila kekuatan masjid telah mampu mengatasinya melalui manajemen masjid pemberdayaan umat, insya Allah akan terwujud kekuatan masjid yang sungguh luar biasa yang mampu memberdayakan umat sebagai salah satu solusi dalam menyelesaikan permasalahan kemiskinan, keterbelakangan, dan kedangkalan iman

Keberadaan masjid yang mencapai 800.000 di Indonesia tampaknya belum memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan hajat hidup orang banyak. Itu artinya, jika masyarakat sekitar masih ada yang miskin, terbelakang, dan bodoh, berarti keberadaan masjid belum berfungsi secara maksimal. Sejatinya, masjid ada bukan karena fisiknya saja (riayah), melainkan idarah (organisasi) dan imarahnya (program) pun harus dirasakan hidup.

10 Fungsi masjid dimasa Umar bin Khattab

Fungsi dan potensi masjid saat ini telah mengalami kemunduran dibandingkan di zaman Nabi Saw dulu. Salah satu Sahabat Nabi Saw, Umar bin Khattab menjadikan Masjid Nabawi bukan hanya sebagai tempat sujud saja, melainkan sebagai pusat pemerintahan.

Bahkan karena semakin ramainya, Umar pun memperluas wilayahnya menjadi tempat perekonomian, di mana sistem perdagangan saat itu pun spontan melonjak naik. Menurut M. Quraish Shihab, beliau merangkum minimal ada 10 fungsi yang dimiliki Masjid Nabawi pada periode awal sejarah Islam kala itu, di antaranya: 
  1. Ibadah. 
  2. Pendidikan. 
  3. Santunan sosial. 
  4. Menawan Tahanan. 
  5. Pengobatan para korban perang. 
  6. Aula dan tempat menerima tamu. 
  7. Perdamaian dan pengadilan sengketa. 
  8. Pusat penerangan dan pembelaan Islam. 
  9. Latihan militer dan persiapan peralatannya. 
  10. Komunikasi dan konsultasi soal ekonomi, sosial, dan budaya. 
Sebaliknya, apa yang kita lihat saat ini justru orang bukan berlomba-lomba membangun masjid dan menjadikannya sebagai Islamic Center layaknya yang dilakukan Umar bin Khattab melainkan lebih senang membangun gedung-gedung pencakar langit dan mall-mall yang hampir di setiap jalan menghiasi kota dan tempat-tempat yang paling strategis. 

Bahkan, kini keberadaannya sudah mulai merangsek ke pelosok-pelosok desa. Tapi sayang, kehadirannya pun tidak menghasilkan apapun bagi penduduk sekitar meskipun omset mereka terkadang bisa menyentuh angka miliyaran per bulan.

Sungguh ironis memang dikala umat Islam kini membutuhkan masjid sebagai tempat berlindung dari keduniawian yang semakin tak karuan, seperti naiknya tingkat kemiskinan, naiknya tingkat kebodohan, dan merosotnya nilai keimanan dan ketakwaan seseorang, justru dibuat semakin terbelenggu tanpa arah.

Sejatinya, masjid yang kini dibangun tidak harus mengutamakan aspek keindahannya saja, di mana mereka terus-menerus berbenah untuk berlomba-lomba menjadi masjid yang paling indah, namun melupakan aspek "kehidupan" di lingkungan sekitarnya.

Misalnya, merenovasi interior, membangun menara setinggi-tingginya, atau menghias pagar hingga satu bulan sekali namun melupakan masyarakat sekitar masjid yang kelaparan dan terbengkalai. Seperti itukah yang dinamakan masjid? Atau apakah masjid hanya dijadikan sebagai menara gading semata?

Lukisan Terindah Al-Qur'an Tentang Masjid

Masjid bukanlah bangunan suci yang terpisah dari hiruk pikuk kehidupan, bukan pula ruang pengasingan di mana orang lari dari tanggung jawab keluarga dan sosial. 

Lukisan Terindah Al-Qur'an Tentang Masjid
Lukisan Terindah Al-Qur'an Tentang Masjid 
Bahkan bukan juga "goa pertapa" untuk orang yang seolah tenggelam dalam pemujaan Tuhan, tapi berpangku tangan terhadap keadaan. Bukan tempat pelarian dari kewajiban mencari materi dan memakmurkan dunia. 

Marilah kita perhatikan lukisan terindah Al-Qur'an berikut: 

"Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan petang. (Siapa yang bertasbih? Yakni) orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan, dan tidak (pula) oleh jual beli, atau aktivitas apa pun dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, membayarkan zakat, mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang." (QS an-Nur [24]: 36-37)

Tapi masjid, seperti yang betapa indahnya dilukiskan Al-Qur'an adalah wilayah dan bangunan suci orang-orang yang sibuk bertebaran mencari karunia Allah Swt dan memakmurkan dunia. 

Masjid adalah "benteng terakhir" bagi mereka yang serius dan sibuk bekerja mengais rezeki. Juga sebagai pertahanan terakhir bagi pahlawan-pahlawan keluarga yang bersaing dan bertempur dalam persaingan bisnis. 

Namun, pada saat bersamaan mereka sadar betapa kesibukan mereka itu melalaikan dan menjerembabkan; betapa gemerlap dunia itu menyilaukan dan memenjarakan. Itulah sebabnya masjid, seperti dipotret Al-Qur'an, mendapat tempat teristimewa di hati mereka. 

Bagaimanapun sibuk dan larut dalam bisnis hingga tenggelam karena banjir keuntungan, namun pada akhirnya mereka menjawab kumandang adzan dengan rela dan penuh keikhlasan.

Masjid; Rumah Milik Allah

Masjid secara harfiah berarti tempat sujud. Kata masjid sendiri terambil dari kata sujud, yang berarti tunduk, taat, dan patuh dengan penuh kehormatan dan takzim. Dengan begitu masjid artinya tempat untuk bersujud, yakni tunduk dan patuh sepenuhnya kepada Allah. 

Masjid; Rumah Milik Allah
Masjid; Rumah Milik Allah
Dalam pengertian sehari-hari, masjid merupakan bangunan tempat shalat umat Muslim. Namun, menurut M. Quraish Shihab, karena akar kata "masjid" mengandung makna tunduk dan patuh, maka hakikat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah semata.

Nabi saw bersabda, "Allah jadikan persada bumi ini sebagai masjid bagiku (dan umatku) serta sarana pensucian (tayamum)." (HR Bukhari dan Muslim) 

Arti khusus dan arti luas bagi masjid

Dengan begitu, masjid mencakup dua arti, pertama arti teknis atau khusus yakni bangunan masjid; kedua arti luas dan hakiki yakni seluruh persada bumi yang dapat dijadikan "sajadah" untuk bersujud. Sajadah mukmin terbentang luas seluas bumi. 

Memang sujud sendiri dapat mencakup dua arti; pertama sujud di dalam shalat (yang baiknya dilakukan di masjid); kedua sujud dalam arti ketundukan dan kepatuhan total kepada Allah sehingga mencakup seluruh aktivitas di mana pun yang ditujukan untuk kepatuhan kepada Allah. 

Bagi M. Quraish Shihab, misalnya, kerja keras, berdisiplin, dan hal-hal lainnya untuk kesuksesan sejalan dengan sunnatullah, tercakup pula ke dalam makna sujud. 

Jika kita renungkan, masjid fisik maupun masjid "persada bumi" sama-sama merupakan rumah Allah. Untuk masjid fisik, bangunan itu merupakan pusat ibadah atau penghambaan kepada Allah, dimana hamba-hamba Allah memuja dan memuji nama dan kebesaran Allah. 

Untuk persada bumi, seluruh bumi memang semuanya rumah atau milik Allah, dan juga merupakan ayat-ayat Allah. Seluruh semesta adalah ayat-ayat Allah di mana dia menampakkan kebesaran-Nya.

Di mana pun Anda berada di belahan bumi ini bila mengingat dan memuji kebesaran Allah, ataupun sedang sibuk bekerja mencari karunia Allah, hakikatnya Anda sedang "bersujud" di persada bumi rumah Allah ini. 

Sebaliknya, bila Anda sedang shalat di dalam masjid sementara pikiran melayang jauh ke tempat-tempat lain, hakikatnya Anda tidak sedang di dalam masjid, 

Walaupun demikian, masjid sebagai bangunan fisik harus tetap diperlukan. Justru sebaliknya, memiliki peranan yang esensial. Hal ini karena bangunan yang dikhususkan untuk beribadah itu memiliki fungsi dan peran tersendiri yang tak dapat digantikan oleh sekedar hamparan persada bumi. 

Fungsi substansial masjid sebagaimana yang kita lihat adalah sebagai zona atau wilayah "teritorial khusus" yang Allah perintahkan untuk diagungkan, dijaga kebersihannya, kesuciannya, serta ketenangannya; dimana hamba-hamba Allah dapat dengan tenang mempersembahkan sembah sujud kepada-Nya.

Keutamaan Dan Kedudukan Masjid

Masjid adalah bangunan yang diutamakan oleh Allah SWT sesuai dengan Firman-Nya dalam surah Al-Zain ayat 18 yang artinya “Dan sesungguhnya masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya selain menyembah Allah”. 

Keutamaan Dan Kedudukan Masjid
Keutamaan Dan Kedudukan Masjid
Selanjutnya dalam firman Allah SWT lainnya yakni dalam surah An-Nuur ayat 36 yang artinya “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang”.

Tiga tujuan utama masjid

Sedangkan kedudukan masjid dalam rangkaian sejarah yang panjang, bukanlah sebuah bangunan fisik lambang tempat peribadatan umat Islam semata, melainkan memiliki makna yang luas, paling tidak terdapat tiga tujuan utama, yaitu:

1. Berkaitan dengan aspek individual;

Terciptanya umat yang beriman dan bertakwa sesuai dengan firman Allah SWAT dalam Al-Qur’an surah Al-Hujarat ayat 15 dan Al-Maidah ayat 13.

2. Berkaitan dengan aspek sosial kemasyarakatan;

Membentuk umat yang siap menjalankan kehidupan sosial dalam berbagai situasi dan kondisi yang dihadapi dalam berbangsa dan bernegara sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surah Ar-Radd ayat 11, Al-Ahzab ayat 23, dan Al-Ahkaf  ayat 23.

3. Berkaitan dengan fisik;

Bangunannya sebagai pembuktian ketauhidan dan kekokohan jalinan sosial kontruktif dan produktif yang terkait erat dengan lingkungan sekitarnya yang berkesinambungan dalam pemenuhan kebutuhan hidup bersifat duniawi dan ukhrawi, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 18 dan 105 (Drs. H. Lukman Hakim, Pemberdayaan Masjid di Masa Depan)

Baca juga : 

Masjid dalam pandangan Islam merupakan tempat yang paling utama di muka bumi karena disana umat Muslim bisa menemukan ketenangan hidup dan kesucian jiwa. Masjid selalu dijadikan institusi paling penting untuk pembinaan umat Islam. 

Di masjid pula, rasa kesatuan dan persatuan umat dapat ditumbuhkan sehingga semua masyarakat bertemu dalam  derajat yang sama. Sesungguhnya Allah tidak memandang tingkatan manusia. Bagi Allah yang paling terhormat diantara mereka adalah yang paling bertakwa.

Masjid Dalam Perjalanan Sejarah Islam

Dalam perjalanan sejarah Islam, Masjid telah tercatat kali pertama dibangun adalah Masjidil Haram yang didirikan oleh Nabi Ibrahim AS beserta puteranya Nabi Ismail AS, sebagaimana tercatat dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 127.

Masjid Dalam Perjalanan Sejarah Islam
Masjidil Haram
Yang artinya:
“Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar bangunan Baitullah bersama Ismail seraya berdoa, “Ya Tuhan kami terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”.

Selanjutnya 40 Tahun kemudian, masjid kedua yang dibangun adalah Masjidil Aqsha di Palestina yang didirikan oleh Nabi Yakub AS, yaitu cucu dari Nabi Ibrahim.

Sebagai masjid pertama, Masjidil Haram memiliki keutamaan dibandingkan masjid-masjid yang lain, yakni:
  • Masjidil Haram berada di tanah haram (suci)
  • Setelah tahun ke-8 Hijriyah, orang kafir dan musyrik tidak diperbolehkan masuk ke Masjidil Haram
  • Menjadi tempat Rasulullah SAW memulai perjalanan Isra dan Mi’raj nya
  • Shalat di Masjidil Haram mendapatkan pahala 100.000 kali daripada shalat di masjid yang lain.

Fungsi Masjid di Masa Rasulallah SAW

Masjid dalam perjalanan sejarah Islam, pertama yang didirikan Nabi Muhammad SAW bernama Masjid Quba yang terletak di Desa Quba. Jaraknya lebih kurang 5 km dari Kota Madinah. Pada saat itu, Rasulullah SAW hendak hijrah ke Kota Madinah, di pertengahan jalan Beliau singgah di Desa Quba selama empat hari dan menempati rumah Kulsum bin Hadam dari Kabilah Amir bin Auf. 

Di tanah miliknya pulalah, Nabi SAW mendirikan Masjid Quba. Untuk peletakkan batu pertamanya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri kemudian diteruskan oleh para Sahabat, seperti Abu Bakar, Umar, Usman, dan selanjutnya dikerjakan oleh para Sahabat Muhajirin dan Anshar hingga selesai. Bahkan penentuan petunjuk arah kiblatnya, dibantu oleh Malaikat Jibril. Di masjid inilah diajarkan shalat berjamaah secara terang-terangan.

Setelah itu Rasulallah SAW melanjutkan perjalanan. Sesampainya di Kota Madinah, Kaum Anshar telah menyambutnya dengan hangat dan penuh suka cita. Mereka saling menawarkan rumah untuk tempat beristirahat. 

Namun, Nabi SAW menjawab dengan bijaksana “Biarkanlah unta ini berjalan karena ia diperintah Allah”. Hingga akhirnya unta berhenti di tanah milik kedua anak yatim bernama Sahal dan Suhai. Sementara Beliau tinggal di rumah Abu Ayub al-Ansari.

Disana, Rasulallah SAW tinggal hingga berbulan-bulan. Beliau bersama para sahabat dan masyarakat sekitar membangun sebuah Masjid yang diberi nama Masjid Nabawi. Lahan tanah masjid tersebut dibeli oleh Abu Bakar as Siddiq ra dari kedua anak yatim tersebut yaitu Sahal dan Suhai. Sedangkan sebagiannya lagi milik As’ad bin Zurrah yang diserahkan sebagai wakaf.

Pembangunan masjid tersebut dilaksanakan bergotong royong dengan semangat kebersamaan seluruh masyarakat Madinah hingga selesai. Pagarnya dibuat dari batu tanah setinggi 2 m, tiang-tiangnya dari batang kurma, atapnya dari pelepah kurma dan halamannya ditutup dengan batu-batu kecil dengan kiblatnya menghadap ke Baitul Makdist karena ketika itu perintah Allah untuk menghadap Ka’bah belum turun.

Masjid Pertama yang Difungsikan Untuk Ibadah dan Muamalah

Masjid inilah yang merupakan masjid pertama yang difungsikan Nabi SAW dalam melaksanakan ibadah ritual (mahdah) dan ibadah sosial kemasyarakatan (muammallah). Sehingga masjid tersebut menjadi pusat kegiatan dalam memberdayakan kehidupan umat dalam membangun peradaban yang maju bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : 

Keutamaan dan kedudukan masjid

Masjid yang terkenal selanjutnya adalah Masjid Qiblataen. Masjid tersebut pada awal mulanya dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah. Pada permulaan Islam, umat Muslim melaksanakan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Makdist, Yerusalem di Palestina. 

Namun, peristiwa terkenalnya Masjid Qiblataen ini adalah pada saat tahun ke-2 Hijriyah tepatnya Hari Senin Bulan Rajab disaat Rasulallah sedang melaksanakan shalat Dzuhur, tiba-tiba turunlah wahyu berupa surah Al-Baqarah ayat 144. 

Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulallah SAW menghadap ke arah Masjidil Aqsha, tetapi setelah turun ayat tersebut Beliau menghentikan sementara kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblataen yang berarti masjid berkiblat dua.

Keutamaan Menghafal dan Mempelajari Al-Qur'an

Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: "karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran".

Keutamaan Menghafal dan Mempelajari Al-Qur'an.

Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilanya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257)

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: 

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'' (Ali 'Imran: 190-191).

Keutamaan dari seseorang yang belajar Al-Qur'an.

Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya"

"Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur'an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?" (QS 47:24)

"Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.".(Al-Israa':82)

"Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat".(QS. 7:204) 

Dari Umar bin al Khatthab ra, (Riwayat Muslim). bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda

"Sesungguhnya Allah mengangkat (martabat) sebagian orang dan merendahkan sebagian lainnya dengan sebab Al Qur'an."

Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".