Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

29 September 2018

Apalah Arti Sebuah Nama?

Apalah Arti Sebuah Nama?

“What’s in a name? That which we call arose by any other name would smell as sweet.” (Apalah artinya sebuah nama? Kalaupun memberi nama lain pada bunga Mawar, tetap saja harum baunya) ---WilliamShakespeare---

Penulisan ungkapan diatas kurang berkenan, bagaimanapun nama merupakan hal penting. Tidak bisa dibayangkan, betapa sulitnya jika di dunia ini tanpa identitas. Perihal identitas, Allah SWT telah mengajarkan kepada Nabi Adam AS mengenal aneka macam nama benda ketika berada di surga (QS 2:31-32).

Sementara dalam memberikan nama anak, ada pedoman yang dimuat dalam Al-Hadits. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya ada tiga kewajiban orang tua untuk anaknya yaitu memberi nama yang baik, memberi pendidikan dan menikahkan ketika dewasa”. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulallah SAW pernah mengubah nama-nama yang kurang baik, seperti : nama “Ashiyah” (bermakna suka maksiat) diganti dengan nama “Jamilah” (berarti cantik). Begitu pula nama “Harb” (perang) diganti dengan nama “Salman” (damai), “Syi’bul Dhalalah” (jalan sesat) dengan nama “Banu Rusydi” (petunjuk).

Untuk memberi nama anak tidak asal nama saja, sebab pada nama anak melekat do’a orang tua bagi anaknya. Berdasarkan pedoman Islam, nama anak yang baik dapat mencontoh kepada nama-nama Allah dalam “Asma’ul Husna” yang terdiri dari 99 nama, kemudian nama Baginda Rasulallah Muhammad SAW, para Nabi dan Sahabat. Nama-nama anak sedapat mungkin merupakan nama yang baik. Jangan sampai terjebak asal bahasa Arab saja. Kata-kata “dolimun”, “kafirun” atau “parji” meskipun berasal dari Al-Qur’an tetapi tidak cocok untuk dijadikan nama anak.

Apalah Arti Sebuah Nama?

Dalam penggunaan nama-nama orang sunda, ada nama yang cocok digunakan untuk kaum laki-laki saja atau wanita saja, seperti : Maman, Wawan, Yana, Asep dsb (untuk laki-laki) dan Mimin, Wiwin, Yeni, Euis dsb (wanita). Dalam bahasa Arab pun demikian, Nama “Hasan” (laki-laki) diubah menjadi “Hasanah” (wanita); “Jamal” (laki-laki) – “Jamilah” (wanita) atau “Jaka” (laki-laki) – Zakiah/Azkiah (wanita). Adapula nama yang bisa digunakan lintas gendre, yaitu Ade, Dede, Cucu, Yani, Dani, Ayi, dsb (laki-laki/wanita).
David Reeve, seorang guru besar di Department of Chinese and Indonesia, School of Modern Language, University of New South Wales, Sydney, Australia dalam seminar internasional II di kampus UNSUR (Universitas Surakencana) Cianjur menginventarisir nama-nama tradisional pada setiap suku bangsa di Indonesia. Berdasarkan penelitiannya, nama-nama suku Bali biasa diurutkan mulai dari putra sulung menggunakan nama Made, Kadek (anak kedua); Nyoman, Komang (anak ketiga) dan Ketut (anak keempat). Anak kelima kembali lagi pada nomor satu, begitupula anak ke sembilan. Jika berdasarkan kasta, maka nama-nama itu dapat dibedakan berdasarkan asal kastanya, seperti : Ida Bagus (Brahmana), Cokorda, Anak Agung (Satria), Gusti (Wesia), I atau Ni (Sudra).

Nama-nama dikalangan suku Batak populer adalah nama belakangnya sebagai nama keluarga yang disebut marga. Nama marga suku Batak terkenal: Hutabarat, Hutagalung, Hutapea, Silitonga, Simanungkalit, Tampubolon dan sebagainya, sedangkan nama yang umum dipakai didepan adalah Poltak, Butet atau Polan. Di zaman Orde Baru, masalah nama pernah menjadi masalah politik. Nama-nama etnis Tionghoa diwaktu itu dengan alasan politis banyak di-indonesiakan seperti: Liem menjadi Salim atau Halim, Gunawan dari (Goei), Kuncoro (Kun), Ongkowijoyo (Ong, Oei) atau Tanuwijaya (Tan).

Prof. Reeve mengelompokan nama-nama etnis Jawa yang memiliki format khusus seperti: Su…(o), seperti: Sukarno, Sutrisno, Sudomo, Surono, Sugiharto. Pada masyarakat jawa dikenal dengan tradisi mengurutkan nama-nama anaknya seperti: (1) Eko (anak pertama), contohnya Ekowati, Eko Sumarwan; (2) Dwi (anak kedua) contohnya: Dwijo Suranto, Dwi Hatmoko; (3) Tri (anak ketiga), contohnya: Triwibowo, Triningsih; (4) Catur (anak keempat): Catur Atmojo; (5) Panca (anak kelima): Poncosutowo, Poncorini; (6) Sad (anak keenam): Sadirin, Sadmoko; (7) Sapto (anak ketujuh): Sapto Rahadjo, Sapto Hudoyo dan sebagainya.

Kelompok lainnya menurut Reeve adalah nam-nama yang menggunakan hitungan hari seperti : Legiman (Legi), Poniman (Pon), Wagimin (Wage), Tukliwon (Kliwon). Ada juga yang mengadopsi nama-nama tokoh pewayangan seperti: Herjono, Bambang Permadi (tokoh Arjuno/Permadi), Bimo Prasetyo (Bimo), Ari Sudewo (Sudewo) dan sebagainya.
Di era globalisasi, nama-nama global menurut penulis bakal mengisi dan menggantikan nama-nama tradisional di masyarakat. Momentum terjadi di kancah nasional atau dunia turut mempengaruhi perubahan nama-nama di masyarakat. Panggung perhelatan Piala Dunia atau Piala Eropa contohnya dapat mempengaruhi keluarga pecinta sepak bola memberi nama anak-anaknya sesuai dengan bintang lapangan pujaannya. Pada Piala Eropa 2012 lalu, nama-nama bintang lapangan mungkin saja diadopsi oleh penggila sepak bola, seperti: Iker Casilas, Fernando Torres, David Villa (Spanyol), Gianluigi Buffon (Italia), Cristiano Ronaldo (Portugis), Lukas Podolski, Jeronimo Cacau (Jerman) atau Mark Van Bommel dan Wesley Sneidjer (Belanda).

Begitu pula nama-nama selebriti kesohor sangat mungkin diadopsi masyarakat, terutama oleh keluarga muda, seperti : Dude Herlino, Adam Jordan, Ariel, Julia Perez, Luna Maya, Naysila dan sebagainya. Melihat fenomena ini, janganlah heran jika cucu laki-laki Nini Utih yang tinggal di “mumunggang” gunung diberi nama Mesut Ozil dan cucu perempuannya Manohara karena ayahnya fans berat tim Panser dan ibunya pengagum artis Manohara.
Pada paparan terakhir, penulis menyoroti penggunaan dwilingga (pengulangan) pada nama-nama digunakan di masyarakat Sunda. Penggunaan dwilingga kata depan merupakan hal umum, seperti: Maman Suparman, Idah Rosyidah, Yati Rohayati, Yuyun Yunengsih, Dani Ramdani atau Yani Mulyani. Meskipun sudah menjadi tradisi dalam adat Sunda, penulis tidak merekomendasikan nama-nama Iwa, Oman, Anda atau Ali kemudian didwilinggakan menjadi: Iwa Sugriwa, Oman Hanoman, Anda Anggada atau Ali Subali. Mengapa?

Berdasarkan cerita Ramayana yang dilakonkan oleh Ki Dalang, nama Sugriwa, Hanoman, Anggada atau Subali bukanlah nama tokoh manusia tampan gagah perkasa, tetapi merupakan golongan “wanara”. Atau supaya gagah, gaul dan cantik, nama anak laki-laki Anda diberi nama “Raflesia Arnoldi” dan nama anak perempuan Anda diberi nama “Hernia”. Kalau paham makna nama “Raflesia Arnoldi” merupakan sejenis bunga yang mengeluarkan bau bangkai dan suka dikerubuti lalat, sedangkan nama “Hernia” yaitu sejenis penyakit kelamin yang sering diderita oleh kaum pria, pasti Anda tidak akan tergoda menggunakan nama-nama yang selintas menarik itu, bukan?

Jadi jelaslah bahwa nama memiliki makna yang sangat penting. Bagi kaum Muslimin, selain sebagai identitas diri, nama anak seyogianya indah, baik dan berisi untaian do’a. ungkapan yang dikemukakan oleh Shakespeare dalam kasus ini tentu tidaklah cocok.

Penulis, Dadan Wahyudin (Mahasiswa PBSI S2)
Univesitas Suryakencana Cianjur

Dikutip dari : Majalah Bulanan Bhineka Karya Winaya (No.294 Mei 2013)

14 September 2018

Download Kumpulan Soal Tes CPNS 2018

Download Kumpulan Soal Tes CPNS 2018

Menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau yang sekarang lebih dikenal dengan Istilah ASN (Aparatur Sipil Negara) adalah masih menjadi idaman bagi masyarakat di Indonesia sebagai profesinya. Yang konon katanya, dengan berprofesi sebagai PNS. Selain memperoleh gaji pokok, jam kerja serta tunjangan hari tua (masa pesiun) menjadi perhatian khusus dari keistimewaan menjadi seorang PNS. Masalah jaminan memang merupakan hal yang banyak didambakan oleh sejumlah orang. Setidaknya, ancaman PHK tidak akan mereka alami jika menjadi PNS. Beda halnya dengan karyawan swasta yang setiap saat harus siap di-PHK jika perusahaan bangkrut atau melakukan efisiensi. Di sisi lain, lingkungan sosial juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi masyarakat Indonesia untuk mengambil keputusan menjadi PNS.

Pada tahun 2018 ini pemerintah membuka lowongan kerja PNS, biasanya banyak berbondong-bondong masyarakat ikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun sebenarnya tidak mudah untuk menjadi seorang PNS, Karena persaingan yang ketat pada saat mengikuti seleksi tes karena kuota yang ditentukan oleh pemerintah terbatas yakin berbanding antara 10:90 persen antara pelamar dengan kuota yang dibutuhkan untuk menduduki jabatan di setiap instansi pemerintah. Oleh karena itu ada baiknya bagi anda yang sebentar lagi akan mengikuti seleksi tes CPNS untuk lebih giat lagi dalam berlatih soal-soal yang nanti akan di ujikan. 

Berikut adalah kumpulan soal tes CPNS 2018

Berikut ini akan saya bagikan beberapa kumpulan soa-soal yang setidaknya dapat anda gunakan untuk berlatih atau sebagai bahan referensi nanti pada saat anda mengikuti tes CPNS. Untuk lebih lengkapnya silahkan anda download langsung pada link yang saya bagikan ini. Dibawah ini adalah link soal yang dapat anda download:
Baca juga : Persyaratan umum seleksi CPNS yang wajib dipenuhi pendaftar


Itulah beberapa kumpulan soal-soal tes CPNS yang dapat anda download dan pelajari untuk persiapan nanti dalam menghadapi tes CPNS. Semoga apa yang saya bagikan ini dapat membantu dan mempermudah anda nanti dalam mengerjakan soal yang diujikan nanti.

08 September 2018

Inilah Persyaratan Umum Seleksi CPNS 2018 Yang Wajib Dipenuhi Pendaftar

Persyaratan Umum Seleksi CPNS 2018 Yang Wajib Dipenuhi Pendaftar

Pada tahun 2018 ini, Pemerintah akan membuka 238.015 lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk instansi pusat dan daerah yang akan mulai dibuka pada hari Rabu 19 September 2018. Berikut dengan persyaratan umum yang wajib dipenuhi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Pendaftaran penerimaan CPNS 2018 ini telah diumumkan secara resmi oleh pemerintah dan BKN dan telah mengantongi 134 titik lokasi untuk kepentingan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan CAT BKN serta calon pendaftar akan diberikan informasi real time tentang jumlah pelamar pada formasi tertentu. Proses pendaftaran seleksi CPNS 2018 ini akan dilakukan secara terpusat melalui portal nasional yaitu http://sscn.bkn.go.id. BKN memastikan alur registrasi tidak lagi melalui laman instansi atau kementerian/lembaga terkait. 

Dengan perubahan mekanisme ini, alur pendaftaran CPNS akan lebih singkat sehingga memudahkan pelamar dalam pendaftaran satu pintu Nantinya, seleksi CPNS 2018 akan memprioritaskan tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan. akan ada penambahan kuota tersendiri untuk guru dan tenaga kesehatan ini. Untuk guru, kuotanya kurang lebih 100 ribu formasi. Itu untuk mengurangi kekurangan guru yang menurut data Kemdikbud sebanyak 700 ribu.

Inilah Persyaratan Umum Seleksi CPNS 2018 Yang Wajib Dipenuhi Pendaftar

Untuk mendapatkan PNS dengan kompetensi tinggi maka pemerintah telah menentukan sejumlah persyaratan bagi para pelamar. Berikut persyaratan umum yang harus dipenuhi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil:
  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Usia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar;
  3. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih;
  4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  5. Tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  6. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  7. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan;
  8. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar;
  9. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah; dan
  10. Persyaratan lain sesuai kebutuhan Jabatan yang ditetapkan oleh PPK.

Namun batas usai yang di tentukan di atas dapat dikecualikan bagi Jabatan tertentu, yaitu paling tinggi 40 tahun. Jabatan tertentu sebagaimana dimaksud itu ditetapkan oleh Presiden.

Baca Juga :  Isyu tunjangan profesi guru akan di hapus itu tidak benar

Syarat Bagi Pelamar CPNS eks Honorer K-II

Sedangkan Pelamar CPNS dari eks tenaga honorer K-II harus memenuhi syarat yakni, 
  1. Usia maksimal 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018 dan bekerja terus menerus sampai saat ini. 
  2. Bagi tenaga pendidikan minimal berijazah S1 yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K-II pada tanggal 3 November 2013. 
  3. Kemudian bagi tenaga kesehatan minimal berijazah D-III yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K-II pada tanggal 3 November 2013. 
  4. Memiliki tanda bukti nomor ujian tenaga honorer K-II Tahun 2013 serta dilengkapi dokumen administrasi kependudukan KTP.

Itulah persyaratan umum yang wajib dipenuhi oleh pendaftar sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.


04 September 2018

Cara Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)

Cara Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)

Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6 - 21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. PIP merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

PIP sendiri merupakan kerja sama tiga kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag). PIP ini dirancang dengan tujuan untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar). Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Cara Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)
Siswa Penerima Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)

Siapa sajakah yang berhak menerima PIP?

PIP diperuntukkan bagi anak berusia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun dengan perioritas antara lain :
A. Peserta didik pemegang KIP
B. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus seperti :

  1. Peserta didik dari keluarga Peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
  2. Peserta didik dari keluarga pemegang KKS
  3. Peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan.
  4. Peserta didik yang terkena dampak bencana alam.
  5. Peserta didik yang tidak bersekolah (drofout) yang diharapkan kembali bersekolah.
  6. Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada dilembaga pemasyarakatan, memiliki labih dari 3 (tiga) saudara yang tinggal serumah.
  7. Peserta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya.
C. Peserta didik SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang Pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan pelayaran/kemaritiman.

Sesuai Surat Edaran Mendikbud No. 2 Tahun  2018, Tanggal 12 Maret 2018, tentang percepatan Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2016 dan Tahun 2017, Ditjen Dikdasmen mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

  1. PIP Tahun 2015 dan Tahun 2016, Bank Penyalur wajib mempercepat pencairan dan aktivasi, serta mengembalikan sisa saldo dana PIP yang belum dicairkan ke kantor Kas Negara, pertanggal 30 Juni 2018 dan melaporkan kepada Kuasa Pengguna Angaran (KPA).
  2. PIP Tahun 2017, Bank Penyalur wajib mempercepat penyaluran, pencairan dan aktivasi dana PIP sampai akhir Nopember Tahun 2018, serta mengembalikan sisa saldo dana PIP yang belum dicairkan ke Kantor Kas Negara, per 15 Desember 2018 dan melaporkan kepada KPA.
  3. Dana PIP Tahun 2018, Bank Penyalur wajib melakukan percepatan penyaluran , pencairan dan aktivasi dana PIP sampai akhir Desember 2018 sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan membuat laporan bulanan disampaikan kepada KPA.  
1. Aktivasi Rekening

  • Surat Keterangan Kepala Sekolah 
  • Membawa KTP orang tua
  • Membawa KK orang tua
  • Jika Wali murid / orang tua siswa tidak dapat hadir maka dapat diwakili oleh Kepala Sekolah dengan membawa KTP dan SK  Pengangkatan Kepala Sekolah
  • Mengisi Formulir Pembukaan /aktivasi rekening tabungan Simpanan Pelajar di bank penyalur.
2. Penarikan Dana
a. Penarikan Dana oleh Siswa

  • Membawa buku tabungan Simpanan Pelajar (simpel) dan / atau KIP ATM
  • Surat keterangan dari kepala sekolah
  • Harus didampingi oleh wali murid
b. Penarikan Dana secara Kolektif

Pengambilan Dana secara kolektif dapat dilakukan jika memenuhi salah satu kondisi sebagai berikut :
1. Penerima PIP bertempat tinggal didaerah yang kondisinya sulit untuk mengakses bank/lembaga          penyalur seperti ;

  • Tidak ada kantor Bank /lembaga penyalur di kecamatan sekolah /tempat tinggal  peserta didik
  • Kondisi geografis yang menyulitkan seperti di daerah kepulauan, pegunungan dan pedalaman
  • Jarak dan waktu tempuh terlalu jauh
2. Penerima PIP bertempat tinggal di daerah yang kondisi transportasinya sulit, seperti;

  • Biaya relatif terlalu besar
  • Armada transportasi terbatas.
3. Penerima PIP tidak memungkinkan untuk mengambil dana secara langsung dan seperti;

  • Sedang sakit yang menyebabkan peserta didik tidak dapat melakukan aktivitas normal
  • Sedang mengalami bencana alam/cuaca buruk 
  • Hambatan lainnya tidak terduga
4. Penerima PIP yang diundang dalam acara kunjungan kerja pemerintah.
Dana yang sudah dicairkan secara kolektif harus segera diberikan kepada peserta didik atau secara kolektif di bank penyalur, harus dengan kondisi sebagai berikut ;

  • Tidak ada pemotongan dalam bentuk apapun 
  • Saldo minimal rekening tabungan adalah Rp. 0,00
  • Tidak dikenakan biaya administrasi perbankan

Pembatalan KIP dapat dilakukan karena :
1. Perubahan data PBDT (Pemutakhiran Basis Data Terpadu)
    Mekanisme pembatalan sebagai berikut :

  • Kementrian yang menangani bidang pendidikan melalui direktorat teknis terkait memilah data hasil pemadanan PBDT dengan dapodikdasmen untuk melihat peserta didik yang keluarganya sudah tidak tercatat lagi di dalam PBDT;
  • Kementrian yang menangani bidang pendidikan melalui KPA menerbitkan SK pembatalan berdasarkan hasil pemilahan data sebagaimana pada huruf a.
2. Usulan pembatalan dari Dinas  
    Mekanisme pembatalan sebagai berikut ;

  1. Kepala sekolah melakukan identifikaasi atas status siswa penerima KIP;
  2. Apabila hasil identifikasi ditemukan peserta didik telah meninggal, putus sekolah, tidak diketaui keberadaannya, menolak menerima KIP, maka kepala sekolah melaporkan status siswa tersebut kepada dinas pendidikan provinsi /kabupaten/kota;
  3. Dinas pendidikan provinsi/kabupaten /kota melkukan validasi atas laporan dsri kepala sekolah dimaksud pada huruf b diatas.
  4. Apabila pemerintah daerah telah mengeluarkan peraturan yang menyebabkan peserta didik tidak memungkinkan untuk menerima KIP, maka dinas pendidikan provinsi/kabupaten/ kota melaporkan kedirektorat terkait sebagai rekomendasi untuk pembatalan KIP.
  5. Kementrian yang menangani bidang pendidikan melalui KPA menerbitkan SK pembatalan berdasarkan rekomendasi pada huruf c dan huruf d;
  6. Pejabat pembuat Komitmen mengembalikan dana PIP ke kas Negara berdasarkan SK Pembatalan.
Untuk melengkapi dalam proses Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) anda dapat mendownload file yang sudah saya siapkan untuk anda unduh melalui link-link berikut ini :

12 June 2018

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan

Pada artikel kali ini saya akan membagikan sesuatu hal mengenai Hikmah tadarus Al-Qur'an di bulan ramadhan. Namun sebelum melanjutkan pada pokok masalah diatas, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu tentang asal kata tadarus dan pengertiannya. Tadarus berasal dari kata dalam bahasa Arab, yaitu tadaarasa. Bentuk aslinya darasa. Darasal kitab artinya membaca berulang-ulang untuk memahami isinya. Padanan kata dalam bahasa Indonesia adalah kata mengkaji. Maka, tadarus Al-Qur'an adalah mengkaji Al-Qur'an secara cermat dan dilakukan bersama-sama, tidak sendirian. Setidaknya ini menyiratkan bahwa dalam kelompok pengkajian itu ada beberapa orang yang dianggap ahlinya atau sebagai tutor.

Berdasarkan pengertian diatas, tadarus bukan hanya merupakan kegiatan membaca Al-Qur'an, tetapi tadarus Al-Qur'an adalah juga mengkaji makna Al-Qur'an untuk memahami maknanya. Di dalam masyarakat kita, tadarus Al-Qur'an diartikan sebagai kegiatan membaca Al-Qur'an secara bersama-sama di masjid atau mushalla pada bulan ramadhan. Satu orang membaca dan yang lain menyimak dan memperbaiki kesalahan dalam membaca.

Hikmah Tadarus Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan
Al-Qur'anul Karim


Hukum Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Hukum tadarus Al-Qur'an adalah sunah. Pada bulan ramadhan, tadarus Al-Qur'an mempunyai pahala yang berlipat ganda karena pada bulan tersebut seluruh amal kebaikan dilipat gandakan oleh Allah Swt. Padahal, satu huruf dalam Al-Qur'an dilipat gandakan 10 kali lipat dari hari biasa, namun di bulan ramadhan, satu huruf dalam Al-Qur'an akan mendapat 100 kebaikan. Hal ini seperti disabdakan oleh Rasulallah Saw.

َمَنْقَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf". (H.R. Turmuzi)

Al-Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Rasulullah Saw melalui perantara Malaikat Jibril as yang dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas yang membacanya adalah ibadah. Ia adalah kitab suci kaum muslimin yang bersumber dari Allah Swt. Ia adalah landasan hukum Islam dan pedoman hidup bagi manusia. Al-Qur’an merupakan kitab yang sangat istimewa lagi paripurna yang membacanya adalah ibadah yang sangat mulia dan mempunyai hikmah yang luar biasa.

Hikmah Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Tadarus Al-Quran banyak sekali hikmahnya, antara lain:
  1. Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber petunjuk bagi umat manusia. Untuk mendapatkan petunjuk itu, tidak ada jalan lain kecuali membacanya
  2. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt
  3. Memperbaiki bacaan Al-Qur'an
  4. Hati merasa tenang denga membaca Al-Qur'an
  5. Membaca Al-Qur'an akan mendatangkan kebaikan
  6. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang membaca al-Qur`an
  7. Membaca Al Qur'an akan mendatangkan syafa’at
Masih banyak lagi hikmah tadarus Al-Qur'an terutama di bulan ramadhan. Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil hikmah dari membaca Al-Qur'an.

10 June 2018

Ancaman Allah Pada Orang Yang Tidak Membayar Zakat

Ancaman Allah Pada Orang Yang Tidak Membayar Zakat

Zakat merupakan kewajiban agama dan yang termasuk salah satu rukun Islam yang lima. Oleh karena itu, zakat termasuk dharuriyat (perkara-perkara pasti) dalam agama Islam. Maka barangsiapa mengingkari kewajiban zakat, ia menjadi kafir dan keluar dari agama Islam. Kecuali jika orang tersebut baru masuk Islam, sehingga kebodohannya terhadap hukum-hukum Islam termaafkan. Atau orang itu tinggal di daerah yang jauh dari ulama. 

Tentunya anda masih ingat dengan kisah khalifah Abu Bakar, yang dikisahkan bahwa pada saat awal menjadi khalifah, salah satu prioritas Khalifah Abu Bakar adalah memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. Hal ini dikarenakan, orang yang tidak mau membayar zakat sangat berbahaya dan diancam siksa yang sangat pedih dari Allah Swt.

Siapa sajakah orang yang mendapat ancaman dari Allah tersebut?

Dalil dari Al-Qur'an, As Sunnah maupun ijma' kaum muslimin telah nyata menunjukkan bahwa zakat merupakan perkara wajib yang jika seseorang mengingkarinya bisa terjerumus ke dalam jurang kekufuran (murtad). Dia harus bertobat jika ingin kembali diakui lagi sebagai seorang muslim. Jika ia enggan bertobat maka boleh untuk diperangi. Jika kita telah mengetahui betapa besarnya kewajiban berzakat, maka sesungguhnya agama Islam memberikan hukuman tegas terhadap orang yang meninggalkan kewajiban zakat ini. Orang Islam yang telah wajib berzakat, tetapi tidak menunaikannya dan tidak meyakini kewajiban zakat, maka dia murtad dari agama Islam dan menjadi orang kafir. Adapun jika masih meyakini kewajibannya, maka dia telah berbuat dosa besar, namun tidak kafir. 

Orang yang tidak berzakat akan disiksa sampai diputuskan hukuman pada hari kiamat, kemudian ia akan melihat jalannya menuju surga atau neraka. Jika ia telah kafir, maka pasti tidak akan menuju surga. Selain itu penguasa kaum muslimin dapat mengambil secara paksa harta zakat orang yang tidak membayarnya dan separuh hartanya sebagai hukuman terhadap perbuatannya.

Seperti apakah siksa yang didapatkan jika tidak membayar zakat?

Mereka yang bakhil atau membayar namun tidak sesuai kewajibannya maka ia telah berbuat zalim dan akan berhadapan dengan ancaman Allah yang sangat pedih. Sesuai dengan Firman Allah Swt, yang berbunyi : 

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآءَاتَاهُمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرُُّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ  مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَللهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ

Artinya: 
"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Q.S: Ali 'Imran: 180).

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda "Barang siapa yang diberi oleh Allah harta kemudian ia tidak membayar zakatnya maka akan dijelmakan harta itu pada hari kiamat dalam bentuk ular yang kedua kelopak matanya menonjol. Ular itu melilitnya kemudian menggigit dengan dua rahangnya sambil berkata: "Aku hartamu aku simpananmu" (H.R. Al-Bukhari).

Seperti itulah akhir perjalanan harta simpanan yang tidak ditunaikan zakatnya. Pemiliknya menyangka, bahwa hartanya akan mengekalkannya atau bermanfaat baginya. Namun ternyata akan menjadi sarana untuk menyiksanya.

Semoga semua kaum muslimin menyadari, bahwa harta merupakan barang titipan, yang harus mereka gunakan sebagaimana yang diatur oleh Pemilik-Nya yang kemudian sewaktu-waktu akan diambil kembali oleh-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membimbing kita selalu berada di atas jalan-Nya.