Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

01 July 2019

Ingin Kuliah Jurusan Komputer di Bandung, Pilih Ma'soem University

Ingin Kuliah Jurusan Komputer di Bandung, Pilih Ma'soem University


Memiliki keterampilan dibidang komputer adalah sebuah kebanggaan bagi kita karena di era millenial saat ini penggunaan komputer sudah menjadi kebutuhan, baik pada dunia pendidikan maupun dunia kerja. Terlebih lagi banyak perusahaan-perusahaan besar saat ini yang mencari calon tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang komputer.
Ma'soem University
Ma'soem University
Bagi Anda yang saat ini berdomisili di Bandung atau di daerah sekitarnya dan baru saja lulus dari sekolah menengah atas/kejuruan atau Anda yang saat ini sudah bekerja dan ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi serta ingin memiliki keterampilan komputer, maka tidak salah jika Anda kuliah di Ma'soem University yaitu salah satu universitas yang memiliki jurusan komputer di Bandung

Universitas Swasta Terbaik di Bandung bagi Mahasiswa

Ma'soem University merupakan salah satu Universitas swasta di Bandung yang membuka jurusan komputer untuk semua kalangan baik pelajar maupun karyawan. Universitas yang berada dibawah naungan Yayasan Al Ma'soem ini berdiri sejak tahun 1986 yang memiliki Visi Menjadi Perguruan Tinggi Bermutu Tinggi di Indonesia Tahun 2038 dengan Karakter Cageur, Bageur, Pinter

Baca juga : 
1. SMP NU Losarang membuka PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020
2. PPDB SMK NU Losarang Tahun Pelajaran 2019/2020

Menurut Rektor Ma'sum University yaitu Ir. H. M. Dadang Ma'soem, MSC., Ph.D, hadirnya Ma'soem University di Bandung Timur bukanlah tanpa alasan karena sesuai dengan strategi Yayasan Al Ma'soem, yaitu "SEBAGAI MENARA API BAGI LINGKUNGAN" yaitu ingin memberikan sumbangsih kepada agama, bangsa, dan negara untuk meningkatkan SDM/SDI dalam berbagai bidang disiplin ilmu sehingga dapat melahirkan kaum intelektual yang unggul, berjiwa entrepreneur, Islami, dan berkarakter cageur, bageur, pinter.

Jadi pantaslah jika Ma'soem University menjadi salah satu universitas swasta di Bandung yang memperoleh predikat terbaik bagi calon mahasiswa baik dari Jawa Barat maupun dari daerah lainnya di Indonesia karena tidak kalah dengan universitas ataupun sekolah tinggi lainnya baik negeri maupun swasta di daerah Jawa Barat
Kuliah Jurusan Komputer di Bandung
Mahasiswa jurusan komputer di Ma'sum University
Ma'soem University memiliki beberapa fakultas, diantaranya yaitu fakultas komputer yang terbagi menjadi tiga jurusan, yakni:
1. Sistem Informasi (S1)
2. Manajemen Informatika (D3) dan;
3. Komputerisasi Akuntansi (D3)


Pendaftaran kuliah di Ma'soem University dibagi menjadi 3 gelombang yang sudah dibuka sejak tanggal 2 Januari 2019 hingga berakhir sampai dengan tanggal 28 Agustus 2019. Jadi bagi Anda yang ingin melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan komputer di Bandung ini maka masih ada waktu dan kesempatan untuk mendaftar dan bergabung menjadi mahasiswa di Ma'soem University.

Biaya Kuliah di Ma'soem University Relatif Terjangkau

Biaya perkuliahan universitas swasta di Bandung ini relatif terjangkau bagi mahasiswa karena sebanding dengan kelengkapan fasilitas yang dimiliki serta memiliki prospek kerja yang luas. Selain itu, pihak kampus tidak melakukan pungutan biaya selama menjadi mahasiswa, diantaranya tidak dikenakan biaya-biaya yang lain seperti SKS, biaya ujian, biaya modul, biaya praktikum dan lain sebagainya yang artinya biaya-biaya tersebut diberikan secara gratis.

Adapun biaya fasilitas sebesar 3 juta-an hanya dibayar 1 kali di tahun pertama yang artinya selama menjadi mahasiswa sampai kelulusan, tidak akan dikenakan biaya fasilitas lagi. Dibawah ini adalah rincian biaya pada fakultas komputer untuk tiap prodinya yaitu:

Kelas Reguler
Prodi
Biaya Normal
Biaya Dengan Diskon 30%*
Semester I
Semester II
Semester I
Semester II
S1 Sistem Informasi
Rp. 4.700.000
Rp. 4.300.000
Rp. 3.410.000
Rp. 3.010.000
D3 M.Informatika
Rp. 4.350.000
Rp. 3.950.000
Rp. 3.165.000
Rp. 2.765.000
D3 Komputer Akuntansi
Rp. 4.350.000
Rp. 3.950.000
Rp. 3.165.000
Rp. 2.765.000

Kelas Reguler Sore/Karyawan
Prodi
Biaya Normal
Biaya Dengan Diskon 30%*
Semester I
Semester II
Semester I
Semester II
S1 Sistem Informasi
Rp. 5.100.000
Rp. 4.700.000
Rp. 3.690.000
Rp. 3.290.000
D3 M.Informatika
Rp. 4.650.000
Rp. 4.250.000
Rp. 3.375.000
Rp. 2.975.000
D3 Komputer Akuntansi
Rp. 4.650.000
Rp. 4.250.000
Rp. 3.375.000
Rp. 2.975.000

Biaya tersebut belum termasuk potongan biaya sebesar 10% - 50% yang berupa beasiswa bagi calon mahasiswa dari alumni Al Ma'soem dan calon mahasiswa berprestasi dalam bidang olahraga, seni, dan teknologi.

Alamat lengkap dan kontak Ma'soem University

Bagi Anda yang ingin segera bergabung menjadi mahasiswa, dapat datang langsung ke Kampus Ma'soem University yang beralamat di daerah Bandung Timur atau dapat juga menghubungi kontaknya, yakni di :

Jl. Raya Cipacing No. 22 Jatinangor 45363 Jawa Barat
Telp : 022 7798340
Whatsapp : 08156033022

29 September 2018

Apalah Arti Sebuah Nama?

Apalah Arti Sebuah Nama?

Apalah Arti Sebuah Nama?
Apalah arti sebuah nama
“What’s in a name? That which we call arose by any other name would smell as sweet.” (Apalah artinya sebuah nama? Kalaupun memberi nama lain pada bunga Mawar, tetap saja harum baunya) ---WilliamShakespeare---

Penulisan ungkapan diatas kurang berkenan, bagaimanapun nama merupakan hal penting. Tidak bisa dibayangkan, betapa sulitnya jika di dunia ini tanpa identitas. Perihal identitas, Allah SWT telah mengajarkan kepada Nabi Adam AS mengenal aneka macam nama benda ketika berada di surga (QS 2:31-32).

Sementara dalam memberikan nama anak, ada pedoman yang dimuat dalam Al-Hadits. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya ada tiga kewajiban orang tua untuk anaknya yaitu memberi nama yang baik, memberi pendidikan dan menikahkan ketika dewasa”. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulallah SAW pernah mengubah nama-nama yang kurang baik, seperti : nama “Ashiyah” (bermakna suka maksiat) diganti dengan nama “Jamilah” (berarti cantik). Begitu pula nama “Harb” (perang) diganti dengan nama “Salman” (damai), “Syi’bul Dhalalah” (jalan sesat) dengan nama “Banu Rusydi” (petunjuk).

Untuk memberi nama anak tidak asal nama saja, sebab pada nama anak melekat do’a orang tua bagi anaknya. Berdasarkan pedoman Islam, nama anak yang baik dapat mencontoh kepada nama-nama Allah dalam “Asma’ul Husna” yang terdiri dari 99 nama, kemudian nama Baginda Rasulallah Muhammad SAW, para Nabi dan Sahabat. Nama-nama anak sedapat mungkin merupakan nama yang baik. Jangan sampai terjebak asal bahasa Arab saja. Kata-kata “dolimun”, “kafirun” atau “parji” meskipun berasal dari Al-Qur’an tetapi tidak cocok untuk dijadikan nama anak.


Dalam penggunaan nama-nama orang sunda, ada nama yang cocok digunakan untuk kaum laki-laki saja atau wanita saja, seperti : Maman, Wawan, Yana, Asep dsb (untuk laki-laki) dan Mimin, Wiwin, Yeni, Euis dsb (wanita). Dalam bahasa Arab pun demikian, Nama “Hasan” (laki-laki) diubah menjadi “Hasanah” (wanita); “Jamal” (laki-laki) – “Jamilah” (wanita) atau “Jaka” (laki-laki) – Zakiah/Azkiah (wanita). Adapula nama yang bisa digunakan lintas gendre, yaitu Ade, Dede, Cucu, Yani, Dani, Ayi, dsb (laki-laki/wanita).
David Reeve, seorang guru besar di Department of Chinese and Indonesia, School of Modern Language, University of New South Wales, Sydney, Australia dalam seminar internasional II di kampus UNSUR (Universitas Surakencana) Cianjur menginventarisir nama-nama tradisional pada setiap suku bangsa di Indonesia. Berdasarkan penelitiannya, nama-nama suku Bali biasa diurutkan mulai dari putra sulung menggunakan nama Made, Kadek (anak kedua); Nyoman, Komang (anak ketiga) dan Ketut (anak keempat). Anak kelima kembali lagi pada nomor satu, begitupula anak ke sembilan. Jika berdasarkan kasta, maka nama-nama itu dapat dibedakan berdasarkan asal kastanya, seperti : Ida Bagus (Brahmana), Cokorda, Anak Agung (Satria), Gusti (Wesia), I atau Ni (Sudra).

Nama-nama dikalangan suku Batak populer adalah nama belakangnya sebagai nama keluarga yang disebut marga. Nama marga suku Batak terkenal: Hutabarat, Hutagalung, Hutapea, Silitonga, Simanungkalit, Tampubolon dan sebagainya, sedangkan nama yang umum dipakai didepan adalah Poltak, Butet atau Polan. Di zaman Orde Baru, masalah nama pernah menjadi masalah politik. Nama-nama etnis Tionghoa diwaktu itu dengan alasan politis banyak di-indonesiakan seperti: Liem menjadi Salim atau Halim, Gunawan dari (Goei), Kuncoro (Kun), Ongkowijoyo (Ong, Oei) atau Tanuwijaya (Tan).

Prof. Reeve mengelompokan nama-nama etnis Jawa yang memiliki format khusus seperti: Su…(o), seperti: Sukarno, Sutrisno, Sudomo, Surono, Sugiharto. Pada masyarakat jawa dikenal dengan tradisi mengurutkan nama-nama anaknya seperti: (1) Eko (anak pertama), contohnya Ekowati, Eko Sumarwan; (2) Dwi (anak kedua) contohnya: Dwijo Suranto, Dwi Hatmoko; (3) Tri (anak ketiga), contohnya: Triwibowo, Triningsih; (4) Catur (anak keempat): Catur Atmojo; (5) Panca (anak kelima): Poncosutowo, Poncorini; (6) Sad (anak keenam): Sadirin, Sadmoko; (7) Sapto (anak ketujuh): Sapto Rahadjo, Sapto Hudoyo dan sebagainya.

Kelompok lainnya menurut Reeve adalah nam-nama yang menggunakan hitungan hari seperti : Legiman (Legi), Poniman (Pon), Wagimin (Wage), Tukliwon (Kliwon). Ada juga yang mengadopsi nama-nama tokoh pewayangan seperti: Herjono, Bambang Permadi (tokoh Arjuno/Permadi), Bimo Prasetyo (Bimo), Ari Sudewo (Sudewo) dan sebagainya.
Di era globalisasi, nama-nama global menurut penulis bakal mengisi dan menggantikan nama-nama tradisional di masyarakat. Momentum terjadi di kancah nasional atau dunia turut mempengaruhi perubahan nama-nama di masyarakat. Panggung perhelatan Piala Dunia atau Piala Eropa contohnya dapat mempengaruhi keluarga pecinta sepak bola memberi nama anak-anaknya sesuai dengan bintang lapangan pujaannya. Pada Piala Eropa 2012 lalu, nama-nama bintang lapangan mungkin saja diadopsi oleh penggila sepak bola, seperti: Iker Casilas, Fernando Torres, David Villa (Spanyol), Gianluigi Buffon (Italia), Cristiano Ronaldo (Portugis), Lukas Podolski, Jeronimo Cacau (Jerman) atau Mark Van Bommel dan Wesley Sneidjer (Belanda).

Begitu pula nama-nama selebriti kesohor sangat mungkin diadopsi masyarakat, terutama oleh keluarga muda, seperti : Dude Herlino, Adam Jordan, Ariel, Julia Perez, Luna Maya, Naysila dan sebagainya. Melihat fenomena ini, janganlah heran jika cucu laki-laki Nini Utih yang tinggal di “mumunggang” gunung diberi nama Mesut Ozil dan cucu perempuannya Manohara karena ayahnya fans berat tim Panser dan ibunya pengagum artis Manohara.
Pada paparan terakhir, penulis menyoroti penggunaan dwilingga (pengulangan) pada nama-nama digunakan di masyarakat Sunda. Penggunaan dwilingga kata depan merupakan hal umum, seperti: Maman Suparman, Idah Rosyidah, Yati Rohayati, Yuyun Yunengsih, Dani Ramdani atau Yani Mulyani. Meskipun sudah menjadi tradisi dalam adat Sunda, penulis tidak merekomendasikan nama-nama Iwa, Oman, Anda atau Ali kemudian didwilinggakan menjadi: Iwa Sugriwa, Oman Hanoman, Anda Anggada atau Ali Subali. Mengapa?

Berdasarkan cerita Ramayana yang dilakonkan oleh Ki Dalang, nama Sugriwa, Hanoman, Anggada atau Subali bukanlah nama tokoh manusia tampan gagah perkasa, tetapi merupakan golongan “wanara”. Atau supaya gagah, gaul dan cantik, nama anak laki-laki Anda diberi nama “Raflesia Arnoldi” dan nama anak perempuan Anda diberi nama “Hernia”. Kalau paham makna nama “Raflesia Arnoldi” merupakan sejenis bunga yang mengeluarkan bau bangkai dan suka dikerubuti lalat, sedangkan nama “Hernia” yaitu sejenis penyakit kelamin yang sering diderita oleh kaum pria, pasti Anda tidak akan tergoda menggunakan nama-nama yang selintas menarik itu, bukan?

Jadi jelaslah bahwa nama memiliki makna yang sangat penting. Bagi kaum Muslimin, selain sebagai identitas diri, nama anak seyogianya indah, baik dan berisi untaian do’a. ungkapan yang dikemukakan oleh Shakespeare dalam kasus ini tentu tidaklah cocok.

Penulis, Dadan Wahyudin (Mahasiswa PBSI S2)
Univesitas Suryakencana Cianjur

Dikutip dari : Majalah Bulanan Bhineka Karya Winaya (No.294 Mei 2013)

14 September 2018

Download Kumpulan Soal Tes CPNS 2018

Download Kumpulan Soal Tes CPNS 2018

Menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau yang sekarang lebih dikenal dengan Istilah ASN (Aparatur Sipil Negara) adalah masih menjadi idaman bagi masyarakat di Indonesia sebagai profesinya. Yang konon katanya, dengan berprofesi sebagai PNS. Selain memperoleh gaji pokok, jam kerja serta tunjangan hari tua (masa pesiun) menjadi perhatian khusus dari keistimewaan menjadi seorang PNS. Masalah jaminan memang merupakan hal yang banyak didambakan oleh sejumlah orang. Setidaknya, ancaman PHK tidak akan mereka alami jika menjadi PNS. Beda halnya dengan karyawan swasta yang setiap saat harus siap di-PHK jika perusahaan bangkrut atau melakukan efisiensi. Di sisi lain, lingkungan sosial juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi masyarakat Indonesia untuk mengambil keputusan menjadi PNS.

Pada tahun 2018 ini pemerintah membuka lowongan kerja PNS, biasanya banyak berbondong-bondong masyarakat ikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun sebenarnya tidak mudah untuk menjadi seorang PNS, Karena persaingan yang ketat pada saat mengikuti seleksi tes karena kuota yang ditentukan oleh pemerintah terbatas yakin berbanding antara 10:90 persen antara pelamar dengan kuota yang dibutuhkan untuk menduduki jabatan di setiap instansi pemerintah. Oleh karena itu ada baiknya bagi anda yang sebentar lagi akan mengikuti seleksi tes CPNS untuk lebih giat lagi dalam berlatih soal-soal yang nanti akan di ujikan. 

Berikut adalah kumpulan soal tes CPNS 2018

Berikut ini akan saya bagikan beberapa kumpulan soa-soal yang setidaknya dapat anda gunakan untuk berlatih atau sebagai bahan referensi nanti pada saat anda mengikuti tes CPNS. Untuk lebih lengkapnya silahkan anda download langsung pada link yang saya bagikan ini. Dibawah ini adalah link soal yang dapat anda download:
Baca juga : Persyaratan umum seleksi CPNS yang wajib dipenuhi pendaftar


Itulah beberapa kumpulan soal-soal tes CPNS yang dapat anda download dan pelajari untuk persiapan nanti dalam menghadapi tes CPNS. Semoga apa yang saya bagikan ini dapat membantu dan mempermudah anda nanti dalam mengerjakan soal yang diujikan nanti.

08 September 2018

Inilah Persyaratan Umum Seleksi CPNS 2018 Yang Wajib Dipenuhi Pendaftar

Persyaratan Umum Seleksi CPNS 2018 Yang Wajib Dipenuhi Pendaftar

Pada tahun 2018 ini, Pemerintah akan membuka 238.015 lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk instansi pusat dan daerah yang akan mulai dibuka pada hari Rabu 19 September 2018. Berikut dengan persyaratan umum yang wajib dipenuhi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Pendaftaran penerimaan CPNS 2018 ini telah diumumkan secara resmi oleh pemerintah dan BKN dan telah mengantongi 134 titik lokasi untuk kepentingan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan CAT BKN serta calon pendaftar akan diberikan informasi real time tentang jumlah pelamar pada formasi tertentu. Proses pendaftaran seleksi CPNS 2018 ini akan dilakukan secara terpusat melalui portal nasional yaitu http://sscn.bkn.go.id. BKN memastikan alur registrasi tidak lagi melalui laman instansi atau kementerian/lembaga terkait. 

Dengan perubahan mekanisme ini, alur pendaftaran CPNS akan lebih singkat sehingga memudahkan pelamar dalam pendaftaran satu pintu Nantinya, seleksi CPNS 2018 akan memprioritaskan tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan. akan ada penambahan kuota tersendiri untuk guru dan tenaga kesehatan ini. Untuk guru, kuotanya kurang lebih 100 ribu formasi. Itu untuk mengurangi kekurangan guru yang menurut data Kemdikbud sebanyak 700 ribu.

Inilah Persyaratan Umum Seleksi CPNS 2018 Yang Wajib Dipenuhi Pendaftar

Untuk mendapatkan PNS dengan kompetensi tinggi maka pemerintah telah menentukan sejumlah persyaratan bagi para pelamar. Berikut persyaratan umum yang harus dipenuhi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil:
  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Usia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar;
  3. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih;
  4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  5. Tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  6. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  7. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan;
  8. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar;
  9. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah; dan
  10. Persyaratan lain sesuai kebutuhan Jabatan yang ditetapkan oleh PPK.

Namun batas usai yang di tentukan di atas dapat dikecualikan bagi Jabatan tertentu, yaitu paling tinggi 40 tahun. Jabatan tertentu sebagaimana dimaksud itu ditetapkan oleh Presiden.

Baca Juga :  Isyu tunjangan profesi guru akan di hapus itu tidak benar

Syarat Bagi Pelamar CPNS eks Honorer K-II

Sedangkan Pelamar CPNS dari eks tenaga honorer K-II harus memenuhi syarat yakni, 
  1. Usia maksimal 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018 dan bekerja terus menerus sampai saat ini. 
  2. Bagi tenaga pendidikan minimal berijazah S1 yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K-II pada tanggal 3 November 2013. 
  3. Kemudian bagi tenaga kesehatan minimal berijazah D-III yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K-II pada tanggal 3 November 2013. 
  4. Memiliki tanda bukti nomor ujian tenaga honorer K-II Tahun 2013 serta dilengkapi dokumen administrasi kependudukan KTP.

Itulah persyaratan umum yang wajib dipenuhi oleh pendaftar sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.


04 September 2018

Cara Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)

Cara Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)

Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6 - 21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. PIP merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

PIP sendiri merupakan kerja sama tiga kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag). PIP ini dirancang dengan tujuan untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar). Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Cara Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)
Siswa Penerima Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar)

Siapa sajakah yang berhak menerima PIP?

PIP diperuntukkan bagi anak berusia 6 (enam) sampai dengan 21 (dua puluh satu) tahun dengan perioritas antara lain :
A. Peserta didik pemegang KIP
B. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus seperti :

  1. Peserta didik dari keluarga Peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
  2. Peserta didik dari keluarga pemegang KKS
  3. Peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan.
  4. Peserta didik yang terkena dampak bencana alam.
  5. Peserta didik yang tidak bersekolah (drofout) yang diharapkan kembali bersekolah.
  6. Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada dilembaga pemasyarakatan, memiliki labih dari 3 (tiga) saudara yang tinggal serumah.
  7. Peserta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya.
C. Peserta didik SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang Pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan pelayaran/kemaritiman.

Sesuai Surat Edaran Mendikbud No. 2 Tahun  2018, Tanggal 12 Maret 2018, tentang percepatan Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2016 dan Tahun 2017, Ditjen Dikdasmen mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

  1. PIP Tahun 2015 dan Tahun 2016, Bank Penyalur wajib mempercepat pencairan dan aktivasi, serta mengembalikan sisa saldo dana PIP yang belum dicairkan ke kantor Kas Negara, pertanggal 30 Juni 2018 dan melaporkan kepada Kuasa Pengguna Angaran (KPA).
  2. PIP Tahun 2017, Bank Penyalur wajib mempercepat penyaluran, pencairan dan aktivasi dana PIP sampai akhir Nopember Tahun 2018, serta mengembalikan sisa saldo dana PIP yang belum dicairkan ke Kantor Kas Negara, per 15 Desember 2018 dan melaporkan kepada KPA.
  3. Dana PIP Tahun 2018, Bank Penyalur wajib melakukan percepatan penyaluran , pencairan dan aktivasi dana PIP sampai akhir Desember 2018 sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan membuat laporan bulanan disampaikan kepada KPA.  
1. Aktivasi Rekening

  • Surat Keterangan Kepala Sekolah 
  • Membawa KTP orang tua
  • Membawa KK orang tua
  • Jika Wali murid / orang tua siswa tidak dapat hadir maka dapat diwakili oleh Kepala Sekolah dengan membawa KTP dan SK  Pengangkatan Kepala Sekolah
  • Mengisi Formulir Pembukaan /aktivasi rekening tabungan Simpanan Pelajar di bank penyalur.
2. Penarikan Dana
a. Penarikan Dana oleh Siswa

  • Membawa buku tabungan Simpanan Pelajar (simpel) dan / atau KIP ATM
  • Surat keterangan dari kepala sekolah
  • Harus didampingi oleh wali murid
b. Penarikan Dana secara Kolektif

Pengambilan Dana secara kolektif dapat dilakukan jika memenuhi salah satu kondisi sebagai berikut :
1. Penerima PIP bertempat tinggal didaerah yang kondisinya sulit untuk mengakses bank/lembaga          penyalur seperti ;

  • Tidak ada kantor Bank /lembaga penyalur di kecamatan sekolah /tempat tinggal  peserta didik
  • Kondisi geografis yang menyulitkan seperti di daerah kepulauan, pegunungan dan pedalaman
  • Jarak dan waktu tempuh terlalu jauh
2. Penerima PIP bertempat tinggal di daerah yang kondisi transportasinya sulit, seperti;

  • Biaya relatif terlalu besar
  • Armada transportasi terbatas.
3. Penerima PIP tidak memungkinkan untuk mengambil dana secara langsung dan seperti;

  • Sedang sakit yang menyebabkan peserta didik tidak dapat melakukan aktivitas normal
  • Sedang mengalami bencana alam/cuaca buruk 
  • Hambatan lainnya tidak terduga
4. Penerima PIP yang diundang dalam acara kunjungan kerja pemerintah.
Dana yang sudah dicairkan secara kolektif harus segera diberikan kepada peserta didik atau secara kolektif di bank penyalur, harus dengan kondisi sebagai berikut ;

  • Tidak ada pemotongan dalam bentuk apapun 
  • Saldo minimal rekening tabungan adalah Rp. 0,00
  • Tidak dikenakan biaya administrasi perbankan

Pembatalan KIP dapat dilakukan karena :
1. Perubahan data PBDT (Pemutakhiran Basis Data Terpadu)
    Mekanisme pembatalan sebagai berikut :

  • Kementrian yang menangani bidang pendidikan melalui direktorat teknis terkait memilah data hasil pemadanan PBDT dengan dapodikdasmen untuk melihat peserta didik yang keluarganya sudah tidak tercatat lagi di dalam PBDT;
  • Kementrian yang menangani bidang pendidikan melalui KPA menerbitkan SK pembatalan berdasarkan hasil pemilahan data sebagaimana pada huruf a.
2. Usulan pembatalan dari Dinas  
    Mekanisme pembatalan sebagai berikut ;

  1. Kepala sekolah melakukan identifikaasi atas status siswa penerima KIP;
  2. Apabila hasil identifikasi ditemukan peserta didik telah meninggal, putus sekolah, tidak diketaui keberadaannya, menolak menerima KIP, maka kepala sekolah melaporkan status siswa tersebut kepada dinas pendidikan provinsi /kabupaten/kota;
  3. Dinas pendidikan provinsi/kabupaten /kota melkukan validasi atas laporan dsri kepala sekolah dimaksud pada huruf b diatas.
  4. Apabila pemerintah daerah telah mengeluarkan peraturan yang menyebabkan peserta didik tidak memungkinkan untuk menerima KIP, maka dinas pendidikan provinsi/kabupaten/ kota melaporkan kedirektorat terkait sebagai rekomendasi untuk pembatalan KIP.
  5. Kementrian yang menangani bidang pendidikan melalui KPA menerbitkan SK pembatalan berdasarkan rekomendasi pada huruf c dan huruf d;
  6. Pejabat pembuat Komitmen mengembalikan dana PIP ke kas Negara berdasarkan SK Pembatalan.
Untuk melengkapi dalam proses Pencairan Dana PIP dan Aktivasi Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) anda dapat mendownload file yang sudah saya siapkan untuk anda unduh melalui link-link berikut ini :

22 August 2018

Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019

Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 

Sistem Aplikasi Dapodikdasmen adalah aplikasi penjaring data pokok pendidikan pada kelompok jenjang pendidikan dasar di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Entitas data pokok tersebut meliputi sekolah termasuk sarana dan prasarana, Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Peserta Didik dan Proses Pembelajaran di dalam rombongan belajar (Rombel). Berdasarkan Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011 serta Surat Edaran Menteri mengenai aplikasi pendataan di lingkungan Kemendikbud, dinyatakan bahwa Aplikasi Dapodikdasmen merupakan aplikasi resmi yang digunakan untuk menjaring data pokok pendidikan dasar.

Data dari Aplikasi Dapodikdasmen akan digunakan sebagai acuan data dalam program-program Kemendikbud di tingkat pendidikan dasar seperti: pemberian Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), tunjangan guru, Ujian Nasional, dan programprogram lainnya. Oleh karena itu sekolah harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendataan Dapodikdasmen. Data Aplikasi Dapodikdasmen digunakan sebagai acuan data dalam programprogram Kemendikbud di tingkat pendidikan dasar. Apabila sekolah tidak berpartisipasi aktif, maka sekolah akan rugi karena data milik mereka tidak akan sampai ke Kemendikbud. Sekolah tersebut otomatis tidak akan tersentuh program-program Kemendikbud.

Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019
Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 

Dan sudah menjadi agenda rutinitas tahunan bahwa setiap pergantian tahun ajaran di sekolah maka akan diikuti dengan pergantian versi Aplikasi Dapodikdasmen dari versi lama ke versi yang baru. Pembaruan Aplikasi Dapodikdasmen ini dilakukan secara terus-menerus dengan upaya untuk selalu meningkatkan kualitas data Dapodik dan juga upaya untuk mengakomodasikan regulasi yang berlaku, yaitu aturan yang baru terbit pada tahun 2018 seperti Permendikbud No 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang Sederajat dan Permendikbud No 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Pembaruan juga dilakukan untuk menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Akhirnya pada tahun ajaran 2018/2019 ini, Dapodikdasmen telah menyelesaikan proses pengujian aplikasi Dapodikdasemen versi baru yang digunakan pada Tahun Ajaran 2018/2019 sesuai dengan jadwal. Maka pada kesempatan ini bertepatan dengan peringatan Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia telah dirilis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 dimana terdapat perubahan yang cukup signifikan dengan penggunaan database versi baru, pembaruan beberapa fitur dan juga penambahan fitur baru, validasi data, serta perbaikan beberapa bug versi sebelumnya. Sejak dirilisnya Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 ini, maka Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2018, 2018.b patch 1 dan patch 2) dinyatakan tidak berlaku dan tidak dapat digunakan lagi.

Secara teknis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 telah menggunakan database yang baru, oleh karenanya Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2018, 2017b patch 1 dan patch 2) tidak dapat langsung di upgrade ke Dapodikdasmen versi 2019, akan tetapi harus melakukan install ulang dan registrasi ulang. Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 hanya dirilis dalam bentuk INSTALLER dan tidak ada versi UPDATER.


Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019:


  1. [Pembaruan] Penambahan referensi Kurikulum 2013 Revisi
  2. [Pembaruan] Penamaan siswa dengan huruf kapital di awal kata
  3. [Pembaruan] Penambahan referensi Kurikulum Sekolah Perjanjian Kerjasama (SPK)
  4. [Pembaruan] Penambahan referensi Kepanitiaan Sekolah
  5. [Pembaruan] Penambahan referensi tugas tambahan Bendahara BOS
  6. [Pembaruan] Migrasi hasil integrasi PPDB ke dalam database Dapodikdasmen
  7. [Pembaruan] Proses kelulusan bersama untuk siswa tingkat akhir
  8. [Pembaruan] Penambahan peringatan dini saat penghapusan data yang berkaitan dengan tunjangan profesi guru
  9. [Pembaruan] Penambahan dan mengkadaluarsakan (meng-expired-kan) referensi tugas tambahan guru
  10. [Pembaruan] Penambahan referensi prasarana: lapangan, kantin dan lapangan parkir
  11. [Pembaruan] Penyatuan Database Dikdas dan Database Dikmen
  12. [Pembaruan] Mewajibkan sekolah memilih Kurikulum 2013 untuk rombongan belajar dengan tingkat 1, 7 dan 10 di semua jenjang
  13. [Pembaruan] Panambahan tabulasi pada Menu Validasi Lokal untuk mengecek referensi yang terikat dengan data sekolah, GTK, Peserta Didik, Sarpras dan Rombel
  14. [Pembaruan] Penambahan validasi dengan status warning untuk mengecek jumlah rombel berdasarkan rasio jumlah peserta didik
  15. [Pembaruan] Penambahan validasi dengan status warning untuk peserta didik SD yang berumur di bawah 5 tahun 6 bulan terhitung dari tanggal 01 Juli 2018
  16. [Pembaruan] Penambahan validasi dengan status invalid untuk semua TMT pada rincian GTK jika selisih tanggal lahir < 15 tahun dari TMT tersebut
  17. [Pembaruan] Penambahan fitur web service untuk digunakan oleh aplikasi selain Dapodikdasmen guna kepentingan sekolah
  18. [Perbaikan] Perubahan alur pengisian untuk KIP dan PIP pada peserta didik
  19. [Perbaikan] Penonaktifan tambah Peserta Didik Baru untuk jenjang SMP, SMA dan SMK Reguler (kecuali daerah khusus)
  20. [Perbaikan] Isian secara otomatis untuk sarana yang berada dalam prasarana sesuai standar prasarana
  21. [Perbaikan] Perbaikan pada security aplikasi
  22. [Perbaikan] Penyesuaian aplikasi dengan strukur database terbaru (versi 2.80)
Proses tarik dan tambah data peserta didik dapat dilakukan pada laman yang baru, yaitu laman Kelola Data Sekolah. Panduan penggunaan Aplikasi Dapodikdasmen dan Laman Kelola Data Sekolah telah dideskripsikan pada Buku Panduan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.

Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 

Untuk memulai instalasi Aplikasi Dapodikdasmen 2019, ada baiknya anda perhatikan beberapa hal penting berikut ini:

  1. Secara teknis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 telah menggunakan database yang baru, oleh karenanya Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2018, 2017b patch 1 dan patch 2) tidak dapat langsung di upgrade ke Dapodikdasmen versi 2019, akan tetapi harus melakukan install ulang dan registrasi ulang. Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 hanya dirilis dalam bentuk INSTALLER dan tidak ada versi UPDATER
  2. Perhatikan spesifikasi minimum perangkat komputer yang akan dipasang Aplikasi Dapodikdasmen 2019.
  3. Siapkan Kode Registrasi Dapodik. Pastikan sekolah sudah memiliki kode registrasi dan akun yang akan digunakan dalam proses instalasi. Kode registrasi diperoleh melalui admin Dapodikdasmen Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk jenjang SD/SMP dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk jenjang SMA/SMK/SLB.
  4. Unduh Aplikasi Dapodik di http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/unduhan.
  5. Generate Prefill Aplikasi Dapodik.
  6. Pastikan Pengaturan Waktu pada Komputer sudah benar.
  7. Non-Aktifkan Program Keamanan pada Perangkat Komputer

Langkah-langkah Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 

Jika seluruh tahapan instalasi telah dilakukan, langkah selanjutnya yaitu memulai melakukan instalasi dengan menjalankan file full installer yang telah diunduh. Panduan ini menggunakan Aplikasi Dapodik Versi 2019. Proses instalasi dengan status normal akan berlangsung cukup lama yaitu sekitar 15 menit. Selengkapnya ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Siapkan file installer yang sudah diunduh. Sebelum melakukan instalasi, sangat disarankan untuk menutup program lainnya.
  2. Klik ganda file installer, jika muncul security warning, pilih “Yes” atau untuk komputer dengan sistem operasi windows dengan versi tertentu, klik “Run Anyway”. Selanjutnya akan ditampilkan tampilan jendela aplikasi Dapodik, pilih “Lanjut”.
  3. Pada jendela perjanjian persetujuan, pilih “Saya Setuju” dan klik “Lanjut”. Selanjutnya pada jendela “Pilih lokasi tujuan” dan secara default otomatis akan mengarahkan lokasi instalasi di “C:\Program Files(x86)\Dapodik”. Pilih “Lanjut”.
  4. Pilih folder Start Menu. Secara default, sistem akan otomatis mengisi “Dapodik”. Pilih “Lanjut”.
  5. Masuk ke jendela persiapan memasang aplikasi Dapodik, klik “Pasang” untuk memulai proses instalasi aplikasi.
  6. Proses instalasi Aplikasi Dapodikdasmen sedang berjalan. Tunggu hingga proses pemasangan ini selesai.
  7. Untuk mengakhiri proses pemasangan Aplikasi Dapodikdasmen, klik “Selesai”.
  8. Setelah proses instalasi maka akan muncul ikon Aplikasi Dapodikdasmen di halaman desktop. Klik ganda pada ikon untuk membuka aplikasi.

Baca juga : Cara menambahkan kop sekolah pada aplikasi dapodikdasmen 2019

Terakhir, lakukan proses Registrasi Dapodik dengan cara offline maupun online dengan menggunakan kode registrasi yang digunakan pada aplikasi dapodik sebelumnya atau Kode registrasi diperoleh melalui admin Dapodikdasmen Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk jenjang SD/SMP dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk jenjang SMA/SMK/SLB, email aktif dan jangan lupa juga gunakan pasword yang mudah diingat oleh operator sekolah sendiri. Demikianlah Cara Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019. Semoga dengan mempelajari panduannya secara teliti dapat mempermudah pengerjaannya.

Sumber : dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id

27 May 2018

Contoh Proposal Pesantren Kilat Ramadhan Tahun 2018

Contoh Proposal Pesantren Kilat Ramadhan Tahun 2018

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa bagi ummat Islam, karena di bulan tersebut umat Islam dibina langsung oleh Allah SWT untuk terus bersabar mengendalikan hawa nafsu melalui ibadah puasa sebagai ibadah sirri yang orang lain tidak mengetahui keihklasan orang yang melaksanakan ibadah puasa kecuali dirinya sendiri.

Ibadah puasa di mana setiap pribadi yang melaksanakan puasa tidak makan tidak minum selama + 12 jam bukanlah ibadah yang diperuntukkan orang-orang untuk bermalas-malasan karena akan tumbuh rasa kurang keikhlasan melaksanakan puasa. Oleh karena itu melalui ibadah puasa sangatlah baik untuk tetap melakukan kegiatan pembelajaran. Akan tetapi kegiatan pembelajaran pun sangatlah kurang baik apabila kegiatannya memakan energi yang berlebihan yang akan mempengaruhi stamina tubuh.

Proposal Pesantren Ramadhan
Contoh Proposal Pesantren Ramadhan Tahun 2018
Sehubungan dengan hal itu melalui kegiatan Pesantren Ramadhan sangatlah tepat kita sajikan untuk peserta didik baik di tingkat SD, SMP SMA/SMK atau sederajat. Penyelenggaraan Pesantren Ramadhan yang relatif singkat tersebut diharapkan dapat menjadi wadah penyegaran moral dalam rangka mengingatkan dan mengembalikan tingkat keimanan dan ketakwaan umat Islam khususnya bagi semua warga belajar pada tingkat yang lebih baik.

Maksud dan tujuan diadakannya pesantren ramadhan

Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah :
  1. Memberikan petunjuk sistem pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan kepada para pembina dan peserta didik.
  2. Memberikan bekal nilai-nilai Islami yang tepat untuk perkembangan jiwa peserta didik.
  3. Kegiatan Pesantren Ramadhan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa tentang Ajaran Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman, bertaqwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 


Dengan latar belakang tersebut, maka maksud penyusunan program Pesantren Ramadhan ini adalah untuk memberikan acuan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan bagi para pembina dan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan Pesantren di bulan ramadhan. Bagi anda yang membutuhkan contoh proposal pesantren ramadhan, anda dapat mengunduhnya pada tautan berikut Contoh Proposal Pesantren Kilat Ramadhan Tahun 2018 

26 May 2018

Download Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019

Download Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019

Seiring dengan pergantian tahun pelajaran. Setiap satuan pendidikan perlu segera mempersiapkan agenda kegiatan yang disusun dalam kalender pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah melayangkan surat dengan Nomor 422/9492-Set.Disdik yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I - XIII se-Jawa Barat Perihal Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 bagi satuan pendidikan TK. SD. SMP SMA. SMK dan SLB baik negeri maupun swasta di Provinsi Jawa Barat.

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019
Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019

Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 tersebut mengacu pada :

  1. Keputusan Mendiknas Nomor 125/U/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar Efektif di Sekolah, 
  2. Permendikbud No. 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah. 
  3. Keputusaan Bersama Menteri Agama. 
  4. Menteri Ketenagakerjaan dan;
  5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 707 Tahun 2017. Nomor 256 Tahun 2017. Nomor 0I SKB MENPAN-RB/09 20176 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018 berikut perubahannya, serta peraturan lain yang relevan. 

Beberapa kegiatan dalam kalender pendidikan dipandang perlu untuk dilaksanakan secara serempak guna mewujudkan kebersamaan dan kemaslahatan bagi banyak pihak. Kegiatan dimaksud antara lain:

No
Kegiatan
Tanggal
1
Hari pertama masuk sekolah semester I
16 Juli 2018
2
Tanggal penetapan rapor semester I
14 Desember 2018
3
Pembagian rapor semester I
14/15 Desember 2018
4
Libur semester I
16-31 Desember 2018
5
Hari pertama masuk sekolah semester II
2 Januari 2019
6
Prakiraan libur awal ramadhan 1440 H
6-8 Mei 2019
7
Libur iedul fitri 1440 H
2-16 Juni 2019
8
Tanggal penetapan rapor semester I
21 Juni 2019
9
Pembagian rapor semester I
21/22 Juni 2019
10
Libur akhir tahun pelajaran
24 Juni -14 Juli 2019

Daerah dan satuan pendidikan diharapkan melengkapi kalender pendidikan dengan menjadualkan kegiatan lomba dan pembinaan prestasi kreativitas yang merupakan agenda tahunan nasional di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai program pada direktorat yang relevan.

Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 tersebut agar disampaikan dan ditindak lanjuti serta disebarluaskan ke seluruh satuan pendidikan se-Provinsi Jawa Barat di wilayah kerja masing-masing.


Untuk lebih jelasnya tentang Pedoman Penyusunan dan draft kalender pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019, anda dapat mengunduhnya pada link dibawah ini