19 March 2018

Belajar Dari Keteladanan Bung Hatta

Belajar Dari Keteladanan Bung Hatta

Dalam perbendaharaan sejarah Indonesia, Hatta mungkin lebih banyak dikenal sebagai pahlawan proklamator, pendiri Negara, sekaligus negarawan sejati. Hatta juga termasyhur sebagai sosok manusia yang teguh memegang prinsip, disiplin terhadap waktu, sangat mencintai buku dan ilmu pengetahuan serta berjiwa kerakyatan.

Hatta adalah pejuang kemerdekaan yang gigih dengan cara menolak segala bentuk kerja sama dengan pihak penjajah Belanda. Ia mulai berjuang secara politik seperti itu sejak sekolah di Belanda dan ketika beliau menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia. Beliau sering mendengungkan perjuangan kemerdekaan Indonesia di berbagai pertemuan internasional. Di negeri penjajah itu pula cucu Syekh Batu Hampar itu pernah ditangkap, dipenjarakan, lalu diadili untuk kemudian dibebaskan.

bung hatta
(Sang Tokoh Proklamator)
Ketika kembali ke Indonesia, Hatta pun aktif mendengungkan kemerdekaan Indonesia. Ia tetap pada pendiriannya untuk tidak bekerja sama dengan penjajah. Karena itulah, Hatta ditangkap dan sempat dibuang ke Digul (Papua). Disana Bung Hatta menolak bekerja sebagai kuli untuk mendapatkan upah 40 sen sehari. Beliau lebih banyak mengisi hari-harinya dengan membaca dan menulis. Saat dibuang di Digul tersebut beliau membawa serta enam belas koleksi bukunya. Oleh karena itu beliau memiliki bahan untuk menulis. Kegiatan sehari-harinya diatur ketat sampai jadwal menerima tamu pun ditetapkan.

Bung Hatta sang tokoh proklamator

Bung Hatta selanjutnya menjadi tokoh perjuangan nasional. Beliau adalah orang yang mendampingi Bung Karno dalam membacakan teks proklamasi pada 17 Agustus 1945. Sejak itu beliau menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama. Karena jasanya, Bung Hatta yang memiliki nama lengkap Mohammad Hatta ini memperoleh penghargaan Bintang RI Kelas I.

Bung Hatta adalah tokoh yang patut diteladani. Beliau terkenal sebagai tokoh yang sangat disiplin dengan waktu. Beliau juga dikenal sebagai tokoh yang jujur dan juga sangat hemat. Ketika beliau wafat, seluruh rakyat Indonesia menangisi kepergian seorang teladan bangsa ini. Tidaklah salah jika kita meniru keteladanan beliau.

Saya hanyalah seorang blogger amatir yang hanya bisa sedikit menulis, meliput, meng-edukasi dan memberikan informasi melalui internet dan teknologi dengan misi mewujudkan masyarakat yang memiliki budaya membaca melalui media internet

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan, tidak menempelkan link hidup serta tidak meninggalkan spam disini...!!!

Terimakasih banyak atas perhatiannya...
EmoticonEmoticon